Penampilan buah anggur semak Cayratia mollisima mirip dompolan anggur Vitis vinifera.

Penampilan buah anggur semak Cayratia mollisima mirip dompolan anggur Vitis vinifera.

 

Memperindah pergola dengan aneka bunga nan elok.

Dompolan buah anggur semak itu menggugah selera. Buah berbentuk bulat berwarna merah muda. Penampilannya amat mirip dengan buah anggur Vitis vinifera yang kerap dikonsumsi sehari-hari. Itulah tanaman baru penghias pergola. Namanya Cayratia mollisima atau Vitis mollisima. Baik anggur maupun anggur semak merupakan tanaman keluarga Vitaceae. Pantas saja, bentuk buah keduanya begitu mirip.

Begitu pula dengan karakter tanaman yang memanjat. Sosok anggur semak itu tumbuh di kebun Ricky Hadimulya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ricky mendatangkan tanaman nyentrik itu dari negeri jiran pada 2008. Ia tertarik mengoleksi C. mollisima karena bersosok unik. Tanaman C. mollisima milik Ricky itu tumbuh di pot yang dilengkapi dengan para-para besi mini.

Semarak

Helaian bunga Passiflora macemosa berwarna merah jambu saat mekar.

Helaian bunga Passiflora macemosa berwarna merah jambu saat mekar.

Sulur tanaman anggur semak menjalar melalui rangka besi setinggi 75 cm itu. Dompolan buah bergelayut di antara tiang penyangga. “Mollisima tergolong tanaman merambat sehingga butuh penopang agar tanaman tumbuh baik,” kata Ricky. Diameter batang hanya 1 cm dan berbulu. Ricky menuturkan, anggur semak cocok sebagai tanaman pergola.

“Tanaman tumbuh merambat, berpenampilan elok, dan berbunga sepanjang tahun,” katanya. Bunga berukuran lebar 3 mm dengan 4 kelopak berwarna hijau kebiruan. Sebulan kemudian akan muncul buah-buah muda berwarna hijau. Buah ranum sempurna pada 4 bulan setelah bunga mekar. Buah bulat berisi 2—4 biji. Tanaman yang berhabitat asli di hutan hujan primer itu menyukai tanah liat yang subur.

Selain C mollisima, Ricky juga mengoleksi tanaman hias lain yang cocok digunakan untuk mempercantik pergola yakni Aristolochia ridicula. Tanaman asal Amerika Selatan itu sanggup merambat hingga setinggi 2—5 meter. Daunnya cenderung membulat. Bunganya mirip pipa yang menggembung di bagian bawah. Warna bunga merah tua. Bunga mekar sempurna sebulan usai kuncup dan bertahan selama 2 hari.

Baca juga:  Terus Tumbuh

Tanaman yang dideskripsikan oleh Nicholas Edrward Born, ahli taksonomi dari Inggris, pada 1886 itu menyukai tempat-tempat teduh dan bertanah subur. Mereka mampu bertahan hidup di lingkungan dengan suhu 12—25°C. Ricky juga mengoleksi tanaman pergola dari keluarga markisa Passifloraceae yang tak kalah elok. Keluarga Passifloraceae memang terkenal sebagai tanaman pergola yang memiliki bunga nan cantik.

“Pehobi juga bisa merawat passiflora di dalam pot,” kata Ricky. Penampilan tanaman kian semarak kala kuntum-kuntum bunga bermekaran. Dedaunan Passiflora rimbun sehingga sangat cocok sebagai penghias pergola atau pagar rumah. Keluarga Passifloraceae juga adaptif ditanam di daerah panas. Ricky mengoleksi Passiflora macemosa yang berbunga atraktif.

Melunakkan dinding

Macemosa menyukai sinar matahari agar berbunga penuh. Helaian bunga macemosa berwarna merah jambu dan bertahan mekar selama 2—3 hari. Bunga yang rontok akan digantikan dengan bunga-bunga baru. Passiflora cantik lainnya adalah si bunga ungu. Sayangnya, Ricky tidak mengetahui nama passiflora berbunga menawan itu. Sama seperti macemosa, si bunga ungu itu juga mampu mekar selama 2—3 hari.

Trubus Edisi Juli 2018 Highrest.pdf

Ada lagi sosok passiflora bernama maracuja redondo amarelo yang juga tampak indah. Bunganya berwarna merah muda. Sepekan usai mengeluarkan kuncup maka bunga akan mekar. Bunga yang mekar bertahan sekitar 3—5 hari. Yang menarik, selama periode mekar itu bunga menutup pada sore hari. Selanjutnya, bunga akan mekar lagi pada keesokan hari. Maracuja juga tergolong rajin berbunga.

Perancang taman di Kota Depok, Jawa Barat, Hari Harjanto, menuturkan masyarakat banyak meminati tanaman rambat untuk pergola karena mampu menciptakan suasana teduh tanpa harus menanam pohon besar. Tanaman rambat juga berguna untuk melunakkan kesan kaku di pilar beton atau tiang penyangga. Hijaunya tanaman mampu melunakkan kesan baja yang keras sekalipun.

Baca juga:  Rawat Durian

Selain itu kehadiran tanaman mampu melembutkan iklim dengan memberikan naungan dari sinar matahari, memodifikasi suhu, menambah kelembapan udara, serta menahan angin. Dengan cara itu ruangan menjadi nyaman dan menyegarkan bagi semua orang. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d