Penghasil Oksigen Alternatif di Akuarium

Penghasil Oksigen Alternatif di Akuarium 1

Peranti penghasil oksigen di akuarium. Membuat ikan hias kian nyaman.

Pehobi ikan hias di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Irawan Satya Prawira, masygul lantaran arwana kesayangan mati mendadak. Pehobi arwana sejak 2007 itu menduga Scleropages formosus miliknya mati karena tingginya kadar amonia dalam akuarium.

Harap mafhum ayah 3 anak itu kerap bepergian keluar kota menghadiri festival olahraga tingkat provinsi dan nasional. Irawan jarang membersihkan akuarium dan merawat ikan naga itu.

Oxydator berkapasitas 40.000 liter cocok untuk kolam ikan.

Oxydator berkapasitas 40.000 liter cocok untuk kolam ikan.

Celakanya pemadaman listrik kerap terjadi, terutama saat musim hujan. Dampaknya aerator dalam akuarium mati dan memperparah kondisi ikan.

Menurut peneliti ikan dari Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Tio Fanta Silaban, kualitas air menurun dengan cepat karena sisa feses, pakan, dan buangan metabolit. Hal itu menyebabkan meningkatnya pH dan amonia.

Tanpa listrik

Selain itu oksigen terlarut pun menurun sehingga ikan keracunan dan mempercepat berkembangnya bibit penyakit. Penangkar arwana di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sriyadi, mengatakan, ikan sangat membutuhkan oksigen terlarut.

Oleh karena itu, perawatan mesti intensif. Caranya rutin bersihkan sisa pakan dan feses setiap hari. Ketika kekurangan oksigen insang arwana akan terbuka maksimal dan tidak tidak bisa menutup rapat seperti semula.

Risiko tertinggi ikan kekurangan oksigen memicu kematian seperti pada kasus arwana milik Irawan. Populasi ikan juga mempengaruhi kandungan oksigen terlarut. Makin banyak populasi kian banyak kebutuhan oksigen terlarut.

“Jika aerator mati analoginya seperti manusia yang terjebak di lift. Jika hanya seekor bisa bertahan 2—3 hari, sedangkan jika populasi 10 ekor mungkin hanya bisa bertahan sehari,” kata pemilik PT Citra Arwana itu.

Baca juga:  Akuarium

Sejatinya Irawan bisa mencegah kematian arwana jika menggunakan perangkat penambah oksigen anyar. Menurut manajer umum perusahaan importir perangkat penambah oksigen, PT Sinergi Alam Parama, Windhy Nila, alat itu juga mengurangi amonia hingga 50% sehingga kualitas air meningkat dan kesehatan ikan membaik. Yang paling istimewa perangkat penambah oksigen anyar itu tidak membutuhkan listrik.

Produk sejenis rata-rata memerlukan pasokan listrik 38—100 watt dan berhenti bekerja jika listrik padam. Sementara oxydator—nama perangkat penambah oksigen anyar—tetap bekerja ketika listrik padam.

Bagaimana cara kerja oxydator? Windhy menjelaskan, alat itu memanfaatkan hidrogen peroksida yang disimpan dalam tabung. Kemudian senyawa itu bereaksi dengan 2 katalis berbentuk bola berdiameter 1—2 mm sehingga mengeluarkan gelembung oksigen dalam akuarium.

Arwana ikan hias lawas yang masih memiliki banyak penggemar setia.

Arwana, ikan hias lawas yang masih memiliki banyak penggemar setia.

“Katalis terbuat dari campuran 36 macam logam dan mendukung kinerja alat,” kata Windhy. Rata-rata pemakaian 3—4 pekan tergantung jumlah ikan dan intensitas matahari. Jika berhenti menghasilkan oksigen, isi alat berteknologi dari Jerman itu dengan hidrogen peroksida. Kelebihan lain oxydator yaitu menjaga karbondioksida stabil, menghilangkan alga, dan menjaga air tetap jernih.

Inovatif

Windhy menuturkan terdapat 5 tipe oxydator yang dibedakan berdasarkan kapasitasnya yakni 60 liter, 100 liter, 400 liter, 4000 liter, dan 40.000 liter. Harga alat yang masuk ke Indonesia sejak 2015 itu mulai dari Rp170.000 hingga Rp4 juta per unit. Menurut peneliti ikan hias di Balai Penelitian dan Pengembangan Ikan Hias, Kota Depok, Jawa Barat, Tutik Kadarini, M.Si., penggunaan hidrogen peroksida untuk akuarium belum lazim di tanah air.

“Jadi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dampaknya untuk ikan,” kata Tutik. Penelitian juga mencakup jenis ikan yang cocok dengan produk terbaru itu. Periset pakan ikan alami itu mengatakan, pengggunaan hidrogen peroksida sangat inovatif. Beberapa praktisi bahkan menggunakan barang bekas sebagai komponennya dan merakit sendiri. Namun, itu perlu kajian lebih lanjut.

Penangkar ikan hias di Bekasi, Jawa Barat, Sriyadi.

Penangkar ikan hias di Bekasi, Jawa Barat, Sriyadi.

Harap mafhum hidrogen peroksida oksidator kuat sehingga peningkatan oksigen bersifat sementara. Tutik merekomendasikan penggunaan hidrogen peroksida menggunakan alat rakitan sendiri hanya sebagai alternatif dalam kondisi darurat. Alasannya hidrogen peroksida jugsa termasuk senyawa agak keasaman dan akan meningkatkan laju dekomposisi dengan indikator peningkatan suhu, pH dan bahan organik jika tidak tepat guna.

Baca juga:  Menariknya Budidaya Ikan Arwana

“Lebih aman jika digunakan sebagai substitusi saat kondisi darurat,” kata Tutik. Teknologi lain yang menarik tapi belum diaplikasikan dalam budidaya ikan adalah fissi dingin. Kendalanya memerlukan alat penampung oksigen yang besar. Makin beragamnya teknologi anyar penambah oksigen semakin memudahkan hobiis dan praktisi sehingga perikanan di tanahair berkembang.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x