Penakluk Besi di Sawah 1
Berkat mikrob padi tumbuh subur. Padi varietas inpago 2

Berkat mikrob padi tumbuh subur. Padi varietas inpago 2

Dahulu 1,5 ton, kini, 7—8 ton per ha.

Bertahun-tahun menanam padi, Imam Sibaweh, petani di Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, paling banter menuai 1,5—3 ton gabah kering panen (GKP) per ha. “Bisa panen sekali saja sudah bagus,” katanya. Itu karena sawah Imam mengandung unsur besi tinggi. Imam mengungkapkan dahulu banyak tanaman padi mati. “Biasanya kalau menanam padi hanya di dekat pematang yang hidup, sedangkan bagian tengah mati,” ujarnya.

Menurut dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Prof Dr Dedik Budianta MS, kandungan besi tinggi menyebabkan tanah masam. “Tanah masam mengakibatkan penyerapan pupuk terganggu,” kata pria kelahiran Kulonprogo, Yogyakarta, 14 Juni 1963 itu. Pemupukan kimia, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium pada tanah masam juga tak berguna. Unsur fosfor akan bereaksi dengan unsur besi (Fe) sehingga akar tanaman gagal menyerapnya. Akibatnya, tanaman mengalami defisiensi hara.

Kekurangan fosfor, misalnya, menghambat pertumbuhan dan reaksi metabolisme tanaman. Contohnya daun dan batang kecil, daun berwarna hijau tua keabu-abuan, mengilap, dan terlihat pigmen merah pada bagian bawah daun lalu mati. Besi sebenarnya salah satu hara yang dibutuhkan tanaman. Unsur itu antara lain berperan sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berguna dalam perkembangan kloroplas. Namun, tanaman hanya membutuhkan sedikit besi. Dalam jumlah banyak unsur besi menjadi racun bagi tanaman.

Prof Dr Ali Zum Mashar, penemu mikrob modifikasi penyubur tanah

Prof Dr Ali Zum Mashar, penemu mikrob modifikasi penyubur tanah

Besi tinggi

Menurut Dedik salah satu cara mengatasi lahan asam akibat kandungan unsur besi tinggi adalah dengan memberikan bahan organik—seperti pupuk kandang—sepekan sebelum penanaman. Secara kimiawi bahan organik melepas senyawa bersifat koloid ke tanah sehingga kapasitas tukar kation meningkat. Bahan organik juga mengeliminir bahan racun seperti besi dengan membentuk ikatan kelat.

Prof Dr Ali Zum Mashar, alumnus S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus penemu mikrob penyubur tanah menyatakan setuju dengan pemberian pupuk organik. Manfaat bahan organik terbukti pada padi milik Imam yang tumbuh subur di dekat pematang. “Petani biasanya menyiangi rumput atau gulma lalu menaruhnya di galengan. Makanya galengan kaya organik,” kata Ali.

Baca juga:  Akustik untuk Kentang

Bagi petani mencari bahan organik sebanyak yang disyaratkan menjadi kendala. Oleh karena itu Ali menggunakan bakteri yang dapat memperkuat dan memperbanyak bahan organik di tanah. “Membuat bahan organik sama saja seperti fotosintesis. Pada dasarnya sinar matahari menghasilkan energi. Unsur hara tersebar banyak di lingkungan dari udara, tanah, dan air. Kalau itu diambil oleh bakteri yang bisa merangkaikan maka fungsi bakteri seperti tanaman,” jelas Ali.

Namun, hasilnya berbeda. Kalau tanaman menghasilkan buah dan biji yang diperlukan, sedangkan bakteri menghasilkan bahan organik mikro. Untuk meningkatkan hasil produksi Imam menggunakan pupuk hayati mengandung bakteri khusus atau yang telah dimodifikasi. Sang penemu, Ali, menyebutnya mikrob google. Sebab mikrob itu dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam tanah, jadi seperti Google (mesin pencari situs di internet).

Dengan pupuk hayati produksi padi meningkat jadi 7 ton dari semula 1,5 ton GKP per ha

Dengan pupuk hayati produksi padi meningkat jadi 7 ton dari semula 1,5 ton GKP per ha

Mikrob modifikasi merupakan bakteri hibrida. Maksudnya, “Materi genetik dari 3 bakteri masuk dalam satu tubuh, ini yang paling kuat dan yang lainnya mati,” kata Ali. Contohnya gen penyerap nitrogen, karbon, peningkat kualitas fosfat, dan kalium. Jadi satu bakteri memiliki 3 fungsi seperti tanaman hibrida. Namun, umur bakteri hibrida tidak lama, hanya 3—5 bulan. Bandingkan dengan bakteri normal yang usianya bisa 3—5 tahun.

Oleh karena itu Ali memperkuat bakteri hibrida dengan bakteri-bakteri lain sebagai pendukung. Dalam satu kemasan pupuk hayati, perbandingan bakteri hibrida dengan bakteri pendukung 1: 5. “Dalam satu kemasan jumlah bakteri hibrida bisa 3—5 bakteri,” ujar peraih penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2009 itu.

Budidaya

Dalam satu musim tanam Imam menghabiskan 4 liter pupuk hayati dalam bentuk cair dan 200 kg pupuk hayati granula mengandung mikrob modifikasi untuk luasan 1 ha. Ia menyemprotkan pupuk hayati cair pertama kali tanah selesai dibajak. Dosisnya, “Satu liter mikrob per hektar,” katanya. Aplikasi berikutnya dengan dosis sama pada saat tanaman berumur 21 hari, 32 hari, dan 45 hari setelah tanam (hst). Waktu terbaik penyemprotan adalah saat pagi atau sore hari. Tujuannya agar bakteri tidak mati terpapar sinar ultraviolet. Sementara pupuk hayati granul diberikan pada saat tanaman berumur 21 dan 32 hst. Masing-masing 100 kg/ha.

Pemberian mikrob ke tanah mengakibatkan penggunaan pupuk berkurang

Pemberian mikrob ke tanah mengakibatkan penggunaan pupuk berkurang

Di samping pupuk hayati, Imam juga tetap memberikan pupuk kimia. Pupuk Urea diberikan 3 kali dalam satu musim tanam. Aplikasinya bersamaan dengan pemberian pupuk hayati cair. Masing-masing sebanyak 150—200 kg, 200 kg, dan 50—100 kg per hektar. “Berkurangnya dosis pupuk Urea karena di tanah itu bakteri penghasil bahan organik sudah berkembang berkat pemberian pupuk hayati,” kata Ali.

Baca juga:  Rahasia Ohara Jadi Jawara

Dengan penggunaan mikrob, padi tumbuh subur. Padi varietas inpago 2, dari 2 benih yang ditanam menghasilkan 37 anakan. “Jumlah gabah isi 253 butir per malai,” kata Imam. Dengan jumlah itu Imam memperkirakan hasil panen mencapai 7 ton GKP/ha. Padahal rata-rata produksi padi gogo secara nasional hanya 3 ton per ha.

Menurut Wakil Bupati Serang Hj Ratu Tatu Chasanah SE, MAk budidaya yang Imam lakukan atas bimbingan Ali, menjadi solusi mengatasi keluhan para petani di Kabupaten Serang. “Sebab budidaya yang dilakukan tidak hanya secara manual, tetapi ada teknologinya. Padi organik ini ditanam di daerah yang kekurangan air kemudian kena serangan hama wereng tapi panennya masih menguntungkan, jadi ini adalah solusi amat menguntungkan buat petani di Kabupaten Serang,” katanya.

Keberhasilan Imam meningkatkan produksi padi dengan pupuk hayati pun menyebar ke petani lain. Saat ini ada puluhan petani di Cinangka, Serang, Banten yang membudidayakan padi dengan pupuk hayati. Total luas lahan mencapai 500 ha. (Rosy Nur Apriyanti)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *