Pemecah Batu Empedu 1
Konsumsi apel setiap hari mampu mengatasi gangguan batu empedu

Konsumsi apel setiap hari mampu mengatasi gangguan batu empedu

Cara enak halau batu empedu.

Muhammad Sahputra mulai merasakan sakit pada perut bagian atas menjelang akhir 2013. “Saya pikir itu gejala mag kronis. Saya memang menderita mag sejak di bangku sekolah menengah,” ujarnya. Dugaan itu muncul sebab gejala yang ia rasakan sama persis dengan kasus penderita mag menahun, yakni perut kembung dan sakit setiap usai makan. Namun, kali ini sakit yang terasa sangat berbeda sebab menjalar hingga ke punggung.

Keruan saja teknisi di sebuah pabrik telepon seluler ternama yang mengemban tugas di Qatar itu panik. “Saya belum pernah merasakan sakit yang begitu hebat,” ujarnya. Oleh karena itu, ia pergi ke dokter terdekat untuk memeriksakan kondisinya. Di sana Sahputra menceritakan keluhannya. Dokter yang menangani melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk mengetahui kemungkinan adanya batu empedu.

Tinggi lemak
Sang dokter lantas menyarankan untuk melakukan endoskopi untuk memastikan kondisi organ pencernaannya. Namun, Sahputra menolak. “Endoskopi membuat nyali saya surut,” katanya. Alih-alih membaik, rasa sakit justru kian mendera. “Setiap hari perut terasa kembung dan seolah makanan tidak tuntas dicerna,” kata Sahputra.

Saat itulah muncul keyakinan bahwa keluhan yang dialami bukan mag. “Biasanya kalau mag mendera disertai dengan diare,” ujarnya. Sejatinya ayah Sahputra juga pernah mengalami kondisi serupa. Gejalanya sama persis. Kala itu hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan sang ayah positif batu empedu.

Menurut Prof dr Nyoman Kertia SpPD dari Rumahakit Sardjito, gangguan empedu karena jumlah kolesterol, pigmen bilirubin, dan garam kalsium yang berlebih. Akibatnya terjadi pengkristalan lalu membentuk batu. Endapan kolesterol dalam kantung empedu berasal dari konsumsi makanan berlemak tinggi dan rendah serat. Batu empedu menyebabkan aliran empedu tersumbat sehingga mengganggu fungsi lambung.

Baca juga:  Kitosan Awetkan Duku

Oleh karena itu gejalanya hampir mirip pasien mag yakni rasa nyeri di perut yang menjalar hingga ke punggung, perut kembung, mual, dan muntah. Sahputra memilih menjaga pola makan untuk membantu menyembuhkan sakit. Maklum, sejak bertugas di Qatar 3 tahun silam, ia memang kerap mengonsumsi makanan berlemak. “Olahan kambing dan unta menjadi santapan sehari-hari,” katanya.

“Konsumsi apel dapat menghambat radikal bebas pemicu batu empedu,” kata dr Nyoman Kertia SpPD

“Konsumsi apel dapat menghambat radikal bebas pemicu batu empedu,” kata dr Nyoman Kertia SpPD

Apel
Ketika penderitaan itu tak kunjung sudah, Sahputra teringat kasus sang ayah yang mengidap batu empedu. “Beliau menolak operasi dan memilih terapi sari apel,” ujarnya. Hasilnya cukup menggembirakan sebab pada pemeriksaan ultrasonografi yang kedua batu yang bersarang dalam empedu sang ayah pecah dan tersisa 3 butir berukuran kecil. Keberhasilan itu membuat Sahputra tertarik untuk mencoba konsumsi cuka apel.

Ia juga mencari informasi mengenai khasiat apel dari beragam literatur. Sebuah artikel di dunia maya berhasil mengungkap sari apel dapat meluruhkan batu empedu. Ia menuturkan pasien diwajibkan mengonsumsi 4 gelas sari apel segar selama 5 hari berturut-turut. Pada hari keenam dianjurkan untuk minum satu sendok teh garam inggris dalam segelas air hangat dan secangkir minyak zaitun dengan perasan jeruk segar.

Sahputra mengikuti anjuran itu demi berharap kesembuhan. Namun, ia mengonsumsi apel segar, bukan cuka apel. Ia mengonsumsi buah segar—bukan cuka apel, hasil fermentasi—karena menganggap khasiatnya sama. Potongan buah apel Malus sylvestris dalam wadah makan plastik menjadi camilan sehat setiap hari. Dalam sehari ia menghabiskan 3 buah anggota famili Rosaceae itu.

Pada hari ketujuh selepas berhajat, ia melihat ada 5 batu berkuran mirip kerikil dan berwarna hijau mengapung dalam lubang peturasan. Beberapa jam kemudian, Sahputra kembali buang hajat. Ia terperanjat sebab melihat batu-batu berukuran lebih besar. Sejak itu kondisi Sahputra membaik. “Saya tidak pernah mengalami rasa sakit di punggung,” ujarnya. Kondisi perut pun kembali normal dan jarang kembung.

Baca juga:  Elok Turunan Downsii

Sayangnya, Sahputra tidak memeriksakan diri kembali ke dokter untuk mengetahui kondisi empedunya. Menurut Nyoman Kertia, apel mengandung antioksidan tinggi sehingga mampu menekan penumpukan radikal bebas termasuk kolesterol dalam empedu. Ia menyarankan agar rutin mengonsumsi apel untuk mencegah batu empedu. Buah kerabat bunga mawar itu mengandung kalium, pektin, dan selulosa.

Makanan berlemak pemicu utama terbentuknya batu empedu

Makanan berlemak pemicu utama terbentuknya batu empedu

Menurut Kertia kalium berperan menjaga keteraturan denyut jantung, meningkatkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi, dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan sel tubuh. Apel mengandung selulosa dan pektin. Selulosa merupakan serat tidak larut yang banyak dijumpai pada kulit apel, sedangkan pektin adalah serat larut yang terdapat di daging buah.

Riset
Kondisi Sahputra yang membaik itu sejalan dengan hasil penelitian Wayne H. Schwesinger dan rekan dari Departemen Bedah Universitas Texas, Amerika Serikat. Wayne mengungkap serat larut dapat menghambat pembentukan batu kolesterol dalam kantung empedu. Penelitian itu melibatkan 30 hewan uji yang dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok mengonsumsi pakan tinggi kolesterol.

Para peneliti memberikan 5% serat larut pada kelompok pertama dan 5% selulosa pada kelompok kedua. Sementara pada kelompok ketiga hanya diberi pakan biasa. Enam pekan kemudian, mereka membelah kantung empedu masing-masing hewan uji. Hasilnya, pada kelompok pertama hanya 3 hewan uji yang mengidap batu empedu. Sementara itu, pada kelompok kedua dan tiga masing-masing ditemukan 6 dan 10 hewan yang positif batu empedu. (Andari Titisari)

Apel VS Batu Empedu

Apel VS Batu Empedu

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *