Peluang Besar Sarang Walet 1
Sarang walet dalam kemasan, siap kirim ke Tiongkok.

Sarang walet dalam kemasan, siap kirim ke Tiongkok.

Kondisi perdagangan sarang walet kini lebih baik daripada keadaan pada 2010. Ketika itu isu nitrit menurunkan gairah perdagangan sarang walet dunia. Indonesia sebagai negara produsen terkena imbasnya. Permintaan sarang walet anjlok dan harga pun jatuh. Pada Januari 2015 Tiongkok baru membuka ekspor langsung pasokan sarang walet dari Indonesia. Itulah ekspor perdana sarang walet ke Negeri Tirai Bambu setelah pelarangan perdagangan pada 2010.

Ketua The China National Agriculture Wholesale Market Association (CAWA), Ma Zengjun.

Ketua The China National Agriculture Wholesale Market Association (CAWA), Ma Zengjun.

Perkumpulan pengusaha walet Indonesia bersinergi dengan The China National Agriculture Wholesale Market Association (CAWA) untuk mengirim langsung sarang walet ke Tiongkok. CAWA asosiasi yang berperan dalam bidang distribusi produk pertanian Tiongkok berdiri sejak 1986. Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) bertemu dengan pengurus CAWA di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018.

Tujuan pertemuan bisinis membahas sinergi kedua pihak untuk memajukan perdagangan sarang walet antara kedua negara. Reporter Trubus, Muhamad Fajar Ramadhan, menemui Ketua CAWA, Ma Zengjun usai pertemuan itu. Zengjun ramah menerima Trubus menjelang acara temu bisnis antara pengusaha Indoensia dan Tiongkok. Pria 56 tahun itu menjawab semua pertanyaan. Berikut petikan wawancara dengan Ma Zengjun.

Kapan CAWA intens berhubungan dengan perkumpulan walet di Indonesia?

CAWA mulai serius menyikapi permasalahan sarang walet sejak 2010. Saat itu Tiongkok menutup jalur impor sarang walet dari luar negeri. Kemudian asosiasi mencari sarang walet ke Indonesia dan Malaysia. Pada 2012 mulai mencari ke Indonesia dan bertemu dengan Ketua Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), Dr. Boedi Mranata. Sejak saat itu bersama mempromosikan sarang burung walet ke Tiongkok.

Baca juga:  Cara Siam Tanam Pamelo Merah

Berapa besar permintaan sarang burung walet dari Tiongkok?

Sebelum ada penutupan keran impor, permintaan pasar Tiongkok mencapai 700—800 ton sarang walet per tahun. Namun, sejak Tiongkok menutup impor permintaannya turun, meski tidak signifikan. Setelah itu Tiongkok kembali membuka pasar sarang walet dari berbagai negara. Impor sarang walet pertama datang dari Malaysia. Kemudian makin bertambah dari negara lainnya seperti Indonesia. Kemungkinan jumlah permintaan kini meningkat di atas 800 ton sarang per tahun.

Acara temu bisnis berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018.

Acara temu bisnis berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, pada 16 Maret 2018.

Bagaimana tren permintaan sarang walet di pasar Tiongkok?

Di Tiongkok konsumen sarang burung walet terbagi menjadi 2 wilayah, yaitu wilayah utara dan selatan. Wilayah selatan dikenal dengan budaya konsumsi sarang walet rutin. Pasalnya daerah selatan sudah dari dulu mengonsumsi sarang walet. Adapun daerah utara konsumen baru, sehingga perlu edukasi mengenai pemanfaatan sarang burung walet. Peningkatan permintaan sejalan dengan bertambahnya jumlah konsumen. Misal jika kini mengonsumsi 100 kg mungkin ke depan bisa meningkat menjadi 200—300 kg seiring dengan meningkatnya pengetahuan konsumen. Peluang pangsa pasar masih terbuka dengan meningkatnya promosi dan edukasi konsumen.

Bagaimana kualitas sarang walet asal Indonesia? Apakah sudah memenuhi kriteria pasar Tiongkok?

Ada standar khusus yang diterapkan Tiongkok. Sarang asal Indonesia sudah bisa ekspor ke Tiongkok. Artinya kualitas sarang asal Indonesia sudah memenuhi standar itu.

Temu bisnis dua asosiasi. Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) dan The China National Agriculture Wholesale Market Association (CAWA).

Temu bisnis dua asosiasi. Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) dan The China National Agriculture Wholesale Market Association (CAWA).

Apa harapan Anda berkaitan dengan perdagangan walet dari Indonesia?

Harapan pertama bisa melakukan standardisasi secara keseluruhan. Bukan secara teori, harus betul-betul dipraktikkan. Tujuannya agar isu sarang tinggi nitrit tidak terjadi lagi. Kedua, pihak dari Tiongkok dan Indonesia bisa bekerja sama dengan baik. Ketiga, mungkin bisa melakukan riset ilmiah lebih banyak. Agar manfaat dari sarang burung walet yang semula hanya dipercayai secara empiris lebih terbukti secara ilmiah.

Baca juga:  Panen Kentang di Polibag

Harapan lain negara produsen dan Tiongkok sama-sama saling mempromosikan sarang burung walet. Promosi dilakukan di Tiongkok agar meningkatkan daya beli konsumen. Terutama Tiongkok bagian utara agar lebih mengenal sarang burung walet.

Apa yang akan dikerjakan CAWA dalam waktu dekat ini?

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan antara kedua belah pihak untuk memenuhi permintaan, mulai dari promosi dan memperbaiki jalur distribusi. ***

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *