Pelindung Mahkota Kedua 1
Anting-anting terbukti ilmiah atasi kanker payudara

Anting-anting terbukti ilmiah atasi kanker payudara

Anting-anting herbal baru untuk mengatasi kanker payudara.

Anting-anting tumbuh liar di pekarangan atau lahan kosong seakan tak berguna. Padahal, tanaman anggota famili Euphorbiaceae itu berkhasiat menaklukkan sel liar alias kanker. Begitulah hasil riset mutakhir dosen Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Maya Febriyanti M Farm Apt. Maya menguji aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi anting-anting terhadap sel kanker payudara MCF-7 dengan metode Methyl Thiazolil Tetrazolium.

Uji secara in vitro itu menggunakan kultur sel untuk mendeteksi aktivitas antineoplastik pada ekstrak tumbuhan dan senyawa aktif hasil isolasi. Maya membuat ekstrak anting-anting Acalypha indica yang terbagi dalam fraksinasi dan konsentrasi berbeda. Peneliti menggunakan konsentrasi ekstrak anting-anting mulai 4,8 µg/ml hingga dan 500 µg/ml.

Antioksidan
Maya Febriyanti menambahkan ekstrak anting-anting itu ke dalam wadah berisi sel kanker payudara yang berproliferasi atau pengulangan siklus sel tanpa hambatan. Pengamatan uji aktivitas sitotoksik 3 jam. Setelah itu Maya menghitung tingkat inhibisi proliferasi sel. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak etil asetat anting-anting berkonsentrasi 500 µg/ml menyebabkan 64% kematian sel kanker payudara.

Sementara kematian sel MCF-7 oleh fraksi n-heksan dan air dengan konsentrasi sama masing-masing 11% dan 2%. Kematian sel kanker payudara terus meningkat sebanding dengan kenaikan konsentrasi ekstrak. Nilai IC50 fraksi etil asetat yaitu 387 µg/ml. Artinya untuk menghambat separuh sel kanker payudara, hanya perlu dosis 387 µg/ml. Senyawa dalam anting-anting yang terdeteksi berdasarkan fraksi etil asetat meliputi flavonoid, polifenol, steroid, dan triterpenoid.

Bagaimana cara kerja tanaman anggota famili Euphorbiaceae itu mematikan sel kanker payudara? “Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui zat aktif dan mekanisme kerja anting-anting melawan sel kanker payudara. Penelitian ini baru tahap awal,” kata Maya. Dugaan sementara antioksidan dalam anting-anting menghambat pembentukan radikal bebas, salah satu pemicu sel kanker.

dr Ari Udiyono MKes FIAS, "Kanker payudara terjadi karena disregulasi hormon dalam tubuh manusia"

dr Ari Udiyono MKes FIAS, “Kanker payudara terjadi karena disregulasi hormon dalam tubuh manusia”

Kepala Bagian Epidemiologi dan Penyakit Tropik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Semarang, dr Ari Udiyono MKes FIAS menuturkan, 10 dari 100.000 perempuan di Indonesia menderita kanker payudara.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan menyatakan terdapat 61.682 penderita kanker payudara di Indonesia pada 2013. Berdasarkan data Instalasi Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan Rumahsakit Kanker Dharmais, Jakarta, jumlah kasus baru dan kematian kanker payudara selama 2010—2013 terus meningkat. Pada 2010 kasus baru kanker payudara di rumahsakit itu mencapai 711 orang. Jumlah itu meningkat 15,1% atau 819 orang pada 2013.

Baca juga:  Durian Daun Naik Daun

Bisa sembuh
Kanker payudara terjadi karena disregulasi hormon dalam tubuh manusia. Selain itu, terdapat beberapa teori terjadinya kanker payudara antara lain teori inisiasi dan promosi. Paparan awal zat pemicu kanker atau karsinogen terhadap sel normal termasuk dalam tahap inisiasi. Karsinogen dapat berupa unsur biologis seperti virus, zat kimia, serta faktor fisik yang meliputi radiasi dan sinar matahari. Perubahan sel yang terpapar karsinogen menyebabkan sel berpotensi ganas.

Sementara tahap promosi meliputi perubahan keganasan yang dilakukan promoter, faktor menahun yang ada dalam tubuh. Paparan promoter menyebabkan perubahan progresif dari sel normal yang telah diinisiasi menjadi sel ganas. “Promosi adalah proses kompleks yang melibatkan bebagai unsur atau zat promotor,” kata Ari. Tahap akhir proses keganasan adalah metastasis, yaitu menyebarnya sel ganas ke bagian atau organ lain di sekitar atau organ yang jauh dari sel utama yang mengalami keganasan.

Pada tahap awal kanker payudara tidak menunjukkan gejala. “Lazimnya gejala kanker payudara diketahui dari ada tidaknya benjolan abnormal,” kata dokter alumnus Universitas Airlangga itu. Benjolan tidak terasa nyeri atau berwarna berbeda dari kulit sekitar. Selanjutnya benjolan semakin besar dan mendesak berbagai organ sekitar dengan berbagai akibat klinis seperti pendarahan dan nyeri. Pada pemeriksaan histopatologi bakal ditemukan sel kanker pada benjolan. Saat itulah seseorang dikatakan menderita kanker payudara.

Penyembuhan kanker payudara tergantung stadium. Proses itu diukur dari kemampuan hidup selama 5 tahun. Ari mengatakan pasien kanker payudara stadium I memiliki peluang sembuh 88—93%, stadium II (74—84%), stadium III (41—67%), dan stadium IV (15%). Kanker payudara bisa disembuhkan jika sudah terdiagnosis sedini mungkin. Caranya dengan mengangkat massa tumor dan radioterapi atau kemoterapi. Makin dini terdiagnosis, semakin besar peluang kesembuhan.

Baca juga:  Kado Kurma

Pengidap kanker payudara kini punya pilihan lain untuk mengatasi gangguan kesehatan itu, yakni anting-anting. Apalagi menurut Ari Udiyono sampai kini belum ada obat spesifik untuk mengobati kanker. Obat-obatan yang dipakai bertujuan menghambat pertumbuhan sel ganas yang menyerang tubuh. Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Banten, Yayuk Lukas, belum meresepkan daun anting-anting untuk kanker payudara.

Yayuk menyarankan penggunaan anting-anting untuk pasien dengan keluhan pencernaan seperti perut melilit dan diare. Ia pun tidak menggunakan daun, tapi akar anting-anting. Riset ilmiah terbaru membuktikan tanaman anggota famili jarak-jarakan itu manjur mengatasi sel ganas yang merenggut 508.000 nyawa perempuan di dunia pada 2011 itu. (Riefza Vebriansyah)

Anting Antikanker

Dugaan sementara antioksidan dalam anting-anting menghambat pembentukan radikal bebas, salah satu pemicu sel kanker

Dugaan sementara antioksidan dalam anting-anting menghambat pembentukan radikal bebas, salah satu pemicu sel kanker

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *