Pucuk daun pelawan membantu menyembuhkan mag kronis.

Seduhan daun pelawan membantu untuk mengatasi gastritis atau mag.

Seduhan daun pelawan membantu untuk mengatasi gastritis atau mag.

Siti Arbiyah Haryati seperti “pencandu” obat mag. Perempuan 42 tahun itu mengonsumsi 4—6 tablet obat mag setiap hari, yaitu 2 tablet sebelum makan dan 2 tablet sesudah makan. Jika tidak mengonsusmsi obat mag, ibu 7 anak itu kerap merasa perutnya kembung dan sakit luar biasa pada ulu hati setiap kali selesai makan. “Jika sedang kambuh, rasa sakitnya semakin parah hingga saya sulit bernafas dan tidak bisa berjalan,” kata Arbiyah.

Derita itu ia rasakan sejak 2000. “Saat bulan puasa konsumsi obat mag lebih banyak,” katanya. Namun, rasa sakit itu tak membuat perempuan asal Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, menghentikan kegemarannya mengonsumsi makanan pedas, seperti mi dan bakso pedas bercuka. Akibatnya, ia kerap keluar-masuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumahsakit untuk mengobati penyakitnya itu.

Gastritis

Siti Arbiyah Haryati penderita mag di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, sejak 2000. Kini penyakit mag membaik.

Siti Arbiyah Haryati penderita mag di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, sejak 2000. Kini penyakit mag membaik.

Menurut Arbiyah, “Aneka jenis obat sudah saya coba, dari sirop hingga tablet yang dosisnya 100 gram, tapi kondisi lambung tidak membaik.” Pada 2015 kondisi tubuh Arbiyah kian memburuk. Bobot tubuhnya anjlok menjadi hanya 35 kg. Wajah dan kulitnya pun pucat pasi akibat susah makan. Ia hanya bisa makan jika dibarengi konsumsi obat mag sebelum dan sesudah makan.

Menurut dokter sekaligus dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, dr Ari Udiyono MKes FIAS, mag atau gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung. Peradangan terjadi bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi bakteri atau bahan yang dapat mengiritasi mukosa. Pada mukosa terjadi eritema mukosa sehingga lapisan mukosa menjadi rapuh dan terjadi pendarahan.

Baca juga:  Arah Perjalanan Raja Buah

Pada saat yang sama asam lambung meningkat tajam. “Peningkatan asam lambung dapat disebabkan oleh diet atau pola makan yang tidak teratur, infeksi kuman, pengaruh obat-obatan, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan stres,” kata Ari. Ia menuturkan secara garis besar ada dua jenis gastritis, yaitu gastritis akut dan kronis. Gastritis akut terjadi jika keluhan terjadi secara akut dan berulang.

Gejalanya rasa nyeri di ulu hati, mual, muntah, perut kembung, mudah bersendawa, perut keroncongan, sering buang angin, dan luka pada dinding lambung. Bila gejala itu terjadi berulang sampai lebih dari sebulan, maka terjadi gastritis kronis. Ari mengatakan apabila pasien menyadari gejala mag lebih dini, sebaiknya jangan dahulu mengonsumsi obat. Cara mudah untuk mengembalikan ke kondisi semula dengan memperbaiki perilaku makan dan minum.

Pucuk pelawan kering diolah menjadi serbuk, kemudian dibuat teh celup agar mudah dikonsumsi.

Pucuk pelawan kering diolah menjadi serbuk, kemudian dibuat teh celup agar mudah dikonsumsi.

Sebaiknya konsumsi makanan yang lunak dan tidak mengiritasi, seperti makanan terlalu masam atau pedas. Konsumsi makanan dalam porsi kecil dan periodik lebih baik daripada makan sekaligus dalam jumlah besar. Hindari juga kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol untuk menghindari masalah pada lambung.

Daun pelawan
Pada Februari 2016 suami Arbiyah mengenalkan daun pelawan Tritaniopsis whiteana. Karena berharap sembuh, ibu rumah tangga itu mengikuti saran sang suami yang lebih dulu merasakan faedah tanaman anggota famili Myrtaceae. Sejak saat itu ia rutin menyeduh daun pelawan hingga pekat. Ia mengonsumsi air seduhan daun tanaman kerabat jambu air itu sebagai pengganti air minum.

Pascakonsumsi segelas daun pelawan pada hari pertama, Arbiyah merasakan kondisi perutnya membaik. “Jika biasanya begah, setelah minum teh pelawan begahnya hilang,” katanya. Keesokan hari Arbiyah lupa tidak mengonsumsi obat mag saat hendak makan. Namun, perutnya terasa normal dan tidak begah. “Kalau lupa minum obat biasanya perut terasa begah dan mual,” katanya.

dr Ari Udiyono MKes FIAS, dokter sekaligus dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

dr Ari Udiyono MKes FIAS, dokter sekaligus dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Setelah sepekan mengonsumsi, kondisi perut Arbiyah semakin membaik. Itulah sebabnya ia kembali memberanikan diri untuk memakan sambal. Ternyata rasa nyeri di lambung tak terasa lagi. Meski demikian Arbiyah tetap rutin mengonsumsi daun pelawan setiap hari meski dosisnya berkurang. “Minimal segelas teh daun pelawan sehari,” katanya. Menurut pelestari pelawan di Pangakalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Badariah, pelawan kaya protein, flavonoid, tanin, dan saponin.

Baca juga:  Menjaga Mutu Daun Tin

“Dalam 100 g serbuk teh mengandung setidaknya 6% protein,” katanya. Badariah menambahkan daun pelawan juga mengandung lebih dari 6 jenis alkoloid yang bermanfaat. “Oleh sebab itu daun pelawan dapat memperbaiki luka di lambung dengan mengendalikan jumlah asam lambung,” ujarnya. Badariah menambahkan, energi kalor dari daun pelawan mempercepat reaksi metabolisme tubuh sehingga memperbaiki sel dan jaringan yang rusak.

Kemampuan daun pelawan memperbaiki jaringan tubuh terbukti dalam penelitian yang dilakukan Wardatul Jannah dari Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun pelawan berdosis 100 mg per kg bobot tubuh dan 150 mg per kg bobot tubuh memperbaiki struktur jaringan limpa yang sebelumnya rusak akibat asupan etilen glikol. Kemungkinan mekanisme yang sama juga terjadi pada lambung Arbiyah. “Insya Allah aman karena protein pada daun pelawan merupakan protein nabati sehingga tidak berefek samping merusak ke organ lain,” katanya. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d