Jenny Mogi berkebun krisan sejak 2008.

Jenny Mogi berkebun krisan sejak 2008.

Jenny Mogi

Meski tanpa pengalaman bercocok tanam, pekerja salon sukses mengebunkan krisan. Laba bersih Rp12 juta sebulan.

Wajah Jenny Mogi semringah lantaran pendapatannya berangsur bertambah sejak 2008. Sebelumnya Jenny bekerja di salon kecantikan rambut dan muka bergaji Rp2,5 juta. Kini penghasilan warga Desa Kakaskasen 1, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, itu Rp12 juta per bulan. Artinya gaji Jenny melambung 380%. Peningkatan pendapatan bukan karena pengunjung salon meningkat. Bukan juga karena manajemen mempromosikan Jenny ke jabatan yang lebih tinggi.

Malah sebaliknya. Perempuan berusia 63 tahun itu berhenti bekerja di salon pada 2007. Lalu banting setir menjadi pekebun bunga krisan pada 2008. Meski sangat berbeda, pelan tapi pasti Jenny menikmati profesi barunya. Bahkan kini Chrysanthemum indicum menjadi mata pencaharian utama Jenny. Pendapatan sebesar Rp12 juta itu hasil perniagaan 8.000 tangkai krisan aneka jenis seharga Rp3.500 per batang dan berongkos produksi Rp2.000 per tangkai.

Mudah

Krisan salah satu bunga yang paling banyak dibudidayakan di Tomohon.

Krisan salah satu bunga yang paling banyak dibudidayakan di Tomohon.

Jenny mengembangkan krisan aneka warna dan jenis seperti jaguar red untuk merah, pasopati (ungu), dan kulo (kuning). Ia mesti memiliki minimal 7—8 krisan beragam kelir. Harap mafhum penggunaan bunga tanaman anggota famili Asteraceae itu berbeda tergantung jenis acara dan tempat. Konsumen menghendaki krisan putih, kuning, atau merah muda untuk acara pernikahan. Acara di kelenteng membutuhkan 7 krisan berbeda warna yang didominasi merah.

Krisan putih dan kuning mendominasi karena dua warna itu menjadi warna dasar, kelir lainnya sebagai pelengkap. Ukuran krisan yang beraneka ragam bukan persoalan serius. Musababnya, “Rangkaian bunga memerlukan krisan berukuran besar hingga 18 cm dan kecil agar bervariasi,” kata perempuan asli Tomohon, Sulawesi Utara, itu. Menurut Jenny budidaya krisan relatif mudah. Ia menanam 10.000 tanaman yang kali pertama dibudidayakan di Tiongkok itu setiap 3 pekan.

Baca juga:  Hari Indah Kian Berkesan

Sebelumnya Jenny menyiapkan bedengan berpupuk kandang ayam tempat budidaya krisan. Rumah tanam berpopulasi 10.000 krisan memerlukan sekitar 1,6 ton pupuk kandang. Ia menyiram bedengan itu selama 2 pekan. Selanjutnya Jenny menanam bibit di lahan. Ia mengandalkan bibit krisan dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Cianjur, Jawa Barat. Jenny menyinari bibit krisan menggunakan lampu selama sebulan. Tujuannya mencegah tanaman bunga yang paling banyak dibudidayakan di Amerika Serikat itu berbunga sebelum panjang tangkai berukuran maksimal.

Krisan varietas kulo digunakan sebagai elemen warna kuning.

Krisan varietas kulo digunakan sebagai elemen warna kuning.

Apalagi krisan memang memerlukan pencahayaan 16 jam sehari. Bila kurang dari itu, ia cenderung berbunga, meski tangkai masih pendek.Sepuluh hari pascatanam ia menambahkan 2 kg NPK per bedeng selama sebulan. Frekuensi pemberian per 10 hari sebanyak 3 kali. Agar terhindar dari hama dan penyakit, Jenny menyemprotkan pestisida sekali sepekan hingga tanaman berumur 2 bulan. Pemberian pestisida meningkat menjadi 2 kali sepekan hingga tanaman panen pada umur 3 bulan. Penyiraman tergantung cuaca. Siram bedengan jika kering.

Menurut Jenny agar sukses bertanam krisan seseorang mesti mencintai bunga terlebih dahulu dan tekun. Ia menanam bunga nasional Jepang itu sejak 2008. Kebetulan saat itu Kota Tomohon menyelenggarakan parade bunga bertajuk Tomohon International Flower Festival (TIFF). Pemerintah setempat menganjurkan warga menanam seruni termasuk Jenny. Bunga bukan barang baru bagi istri Marthen Pungus itu.

Menguntungkan

Membudidayakan krisan lebih menguntungkan daripada bertanam sayuran.

Membudidayakan krisan lebih menguntungkan daripada bertanam sayuran.

Sejatinya, orang tua Jenny adalah petani. Ibu Jenny pun bertanam bunga musiman seperti gladiol dan aster lokal. Sedangkan krisan boleh dibilang komoditas baru untuk keluarga Jenny. Apalagi krisan (warna kuning) dibuang. Ganti dengan “Setelah Ibu Jenny wafat, ayah mengolah lahan dekat rumah itu dengan menanam sayur. Setelah berhenti bekerja, Jenny berminat menanami lahan sayur itu dengan krisan.

Baca juga:  Duta Pangan Nusantara 2015

“Ayah mengizinkan saya mengolah lahan karena saat menanam sayuran tidak pernah untung,” kata ibu satu anak itu.

Menurut Jenny lebih untung membudidayakan chrysanthemums—sebutan krisan di Inggris—ketimbang sayuran. Ayah Jenny mesti mengeluarkan ongkos panen ketika memanen cabai. Selain itu harga sayuran pun sangat fluktuatif. Sementara krisan dipanen sendiri oleh pembeli sehingga tidak ada biaya panen. Meski begitu Jenny juga siap memanenkan bunga tanaman kerabat kenikir Cosmos caudatus itu sesuai permintaan konsumen.

Fiji pink salah satu krisan yang ditanam Jenny Mogi.

Fiji pink salah satu krisan yang ditanam Jenny Mogi.

Ketua Asosiasi Tanaman Hias Krisan Sulawesi Utara periode 2011—2015, Ir Jany Jeffry Adry Hanny Lasut, S.P., menuturkan mengembangkan krisan sangat menjanjikan. “Lahan 1 m² berisi 81 batang krisan,” kata Jany. Jika pekebun memiliki lahan 100 m², maka terdapat 8.100 tanaman. Jika harga krisan sekitar Rp3.000 per batang, maka pekebun mendapatkan omzet Rp24,3 juta dari satu siklus penanaman dari lahan 100 m². Bandingkan jika lahan sama ditanami sayuran.

Jany menghitung maksimal petani memperoleh omzet Rp2 juta. Kali pertama bertanam krisan Jenny hanya memiliki satu rumah tanam berukuran 12 m x 8 m. Setiap tahun jumlah rumah tanam bertambah. Kini ia mempunyai 10 rumah tanam beragam ukuran mulai dari 10 m x 25 m, 10 m x 20 m, 10 m x 15 m, dan 10 m x 30 m. Semula Jenny hanya menjual 300 tangkai saban hari. Pesanan meningkat jika ada perayaan keagamaan seperti Paskah yang bisa terjual 1.000 bunga.

Kini ia memproduksi 10.000 krisan setiap bulan. Namun, hanya 8.000 tangkai yang dijual dengan harga Rp3.500 per tangkai. Setelah dikurangi biaya produksi Rp2.000, maka Jenny menangguk laba Rp12 juta. Bertambahnya rumah tanam dan meroketnya kapasitas produksi bukti peluang bisnis krisan di Tomohon tinggi. Musababnya masyarakat Tomohon selalu memanfaatkan krisan dan bunga segar lain pada acara keagamaan, duka, atau perkawinan.

Krisan menjadi komponen utama dalam rangkaian bunga.

Krisan menjadi komponen utama dalam rangkaian bunga.

Tahan lama
Tidak ada warga yang menggunakan bunga imitasi pada suasana suka dan duka. Kiku—sebutan krisan di Jepang—menjadi komponen utama dalam rangkaian bunga. Para perangkai bunga bakal mengambil krisan dari Jawa jika pasokan di Tomohon kurang. Mayoritas konsumen Jenny dari Tomohon. Mulai dari hotel, pasar, serta perangkai dan toko bunga. Menjelang Paskah dan Natal ia juga mengirim 3.000 tangkai ke Gorontalo, Ternate (Maluku Utara), dan Manokwari (Papua Barat) sejak 2015. Konsumen di tempat itu mengetahui krisan Jenny dari gereja.

Baca juga:  Herbal Penjinak Kanker Hati

Berkebun krisan menguntungkan jika pekebun mampu mengatasi beragam kendala. Jenny mengatakan kendala membudidayakan tanaman kerabat bunga dandelion Taraxacum officinale itu antara lain karat daun dan trips. Untuk mengatasi penyakit dan hama itu saya rutin menyemprotkan pestisida ke tanaman,” kata ibu dari Lanny Jennifer Pungus itu. Pembakaran sampah dan rumput di lingkungan sekitar mengingatkan serangan hama.

Alasannya hama yang berada di tanaman terdampak asap pembakaran pindah dan menyerbu krisan. Solusinya rumah tanam mesti rapat. Jenny menurunkan kecintaannya terhadap bunga kepada putri semata wayang, Lanny Jennifer Pungus. Lanny tidak terlibat dalam budidaya krisan. Ia menerima pesanan rangkaian bunga. Dalam sebulan Lanny menjual sekitar 10 rangkaian bunga seharga Rp100.000—Rp250.000.

Penambahan rumah tanam salah satu bukti tingginya permintaan krisan di Tomohon.

Penambahan rumah tanam salah satu bukti tingginya permintaan krisan di Tomohon.

Artinya minimal mereka mengantongi omzet Rp1 juta. Pesanan banyak berdatangan ketika hari raya seperti Paskah dan Natal. Jenny memiliki tip agar krisan bertahan lama di vas. Caranya campurkan satu tutup larutan pemutih pakaian dengan 3 sendok makan ke dalam wadah. Isi 1/3 vas dengan air dan masukkan 20 bunga tanaman kerabat bunga marigold itu. “Dengan cara itu krisan tetap segar hingga 2 pekan. Sementara bunga tanpa perlakuan hanya bertahan 7—10 hari,” kata Jenny.

Jenny Mogi menghasilkan 10.000 krisan setiap bulan.

Jenny Mogi menghasilkan 10.000 krisan setiap bulan.

Perempuan lulusan Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Katolik Tomohon itu meraih Piagam Penghargaan dari Menteri Pertanian RI sebagai juara kedua Penerima Apresiasi Penghargaan Kelembagaan dan Pelaku Usaha Tanaman Florikultura Kategori Pelaku Usaha Bunga Potong pada 2014. Itu berkat ketekunan dan keberhasilan Jenny mengembangkan krisan. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d