Payung untuk Buah Cinta 1
Hidroponik tomat yang sehat dapat dicapai dengan budidaya intensif

Hidroponik tomat yang sehat dapat dicapai dengan budidaya intensif

Persentase buah tomat busuk meningkat saat musim hujan.

Sapto Prayitno, petani hidroponik di Yogyakarta, ingat betul kejadian pada Agustus 2013. Ketika itu hujan deras turun hampir setiap hari. Langit sering mendung sehingga intensitas sinar matahari rendah. Hasilnya, 15% buah tomat dari 1.200 tanaman gagal panen. Itu akibat gangguan fisiologi busuk ujung buah alias blossom end rot (BER). Busuk ujung itu menyambangi tanaman tomat milik Sapto ketika buah seukuran bola bekel.

“Gejalanya muncul warna kehitam-hitaman di bagian bawah buah. Buah yang terserang busuk ujung kemudian pertumbuhannya berhenti,” tutur petani hidroponik dengan teknik nutrien film technique (NFT) sejak 2005 itu. Pakar pupuk dan hidroponik di Jakarta, Ir Yos Sutiyoso menuturkan intensitas matahari menyebabkan Solanum lycopersicum tidak maksimal menyerap kalsium. Akibatnya tanaman kekurangan kalsium sehingga terserang busuk ujung buah.

Ir Yos Sutiyoso menganjurkan dosis pupuk kalsium paling rendah adalah 130 ppm, sementara dosis ideal 160 ppm

Ir Yos Sutiyoso menganjurkan dosis pupuk kalsium paling rendah adalah 130 ppm, sementara dosis ideal 160 ppm

Penguapan tinggi

Menurut Profesor Marry M Peet dari Departemen Hortikultura, North Carolina State University, kalsium berperan besar dalam pembentukan dinding sel saat pembentukan buah. Seperti dinukil “Practical Hydroponics & Greenhouse” Peet mengungkapkan saat dinding sel lemah, buah tomat mudah terserang blossom end rot. “Kalsium membuat buah menjadi keras sehingga tak mudah terserang BER,” kata pakar pupuk dan hidroponik di Jakarta, Ir Yos Sutiyoso.

Agar buah cinta alias tomat terhindar dari busuk ujung buah, Yos menyarankan agar petani memperhatikan asupan pupuk mikro itu pada tanaman. Alumnus Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor itu menganjurkan dosis pupuk kalsium paling rendah, yakni 130 ppm, sedangkan dosis ideal 160 ppm. Pada musim hujan, di saat intensitas sinar matahari rendah, sebaiknya dosis kalsium dalam pupuk campuran AB mencapai 160 ppm, kalium 300 ppm, magnesium 60—80 ppm, dan fosfat 60 ppm. Sementara amonium justru dikurangi karena membuat klorofil encer yang menyebabkan kekuatan menyerap kalsium berkurang.

Mencukupi kebutuhan kalsium tanaman penting untuk mencegah busuk ujung buah

Mencukupi kebutuhan kalsium tanaman penting untuk mencegah busuk ujung buah

Selain intensitas cahaya rendah, menurut Peet tanaman juga bisa kekurangan kalsium akibat transpirasi tinggi. Penguapan berlebih itu mengakibatkan cadangan air di daun sedikit. Padahal, pengangkutan kalsium ke jaringan tanaman membutuhkan air. Untuk itu ia menyarankan agar petani hidroponik selalu mencukupi kebutuhan air sehingga tanaman tidak kekurangan kalsium dan terhindar dari busuk ujung buah. Menurut Peet idealnya kandungan kalsium di daun antara 2—4%.

Baca juga:  Lahir Sapi Belgia

Berdasarkan pengalaman pahit itu akhirnya pada musim tanam berikutnya Sapto memperhatikan secara detail asupan kalsium tomat hidroponiknya. Mula-mula pria kelahiran 1986 itu menjaga pH di angka 5,5—6,5 atau pH standar. Menurut Sapto pH terlalu tinggi atau rendah menyulitkan tanaman untuk menyerap kalsium. Selain itu, ia menjaga electro conductivity (EC) tak lebih dari 3 agar proses penyerapan pupuk lancar.

Sapto Prayitno kini tak gentar hadapi busuk ujung buah

Sapto Prayitno kini tak gentar hadapi busuk ujung buah

Tak cukup sampai di situ, pria yang mulai mempelajari hidroponik sejak 2005 itu juga mengganti varietas tomat dengan yang lebih tahan busuk ujung buah. Varietas tomat tahan busuk ujung buah di antaranya vernal, permata, dan amara. Sejak saat itu, gangguan fisiologi busuk ujung buah tak pernah lagi menyambangi kebun hidroponik Sapto. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *