Antien Delmawanti berbisnis lele di tiga segmen, pembenihan, pendederan, dan pembesaran

Antien Delmawanti berbisnis lele di tiga segmen, pembenihan, pendederan, dan pembesaran

Berbekal keyakinan dan percaya diri, Antien Delmawanti menerjuni bisnis lele pada 2008. Ia membuat kolam di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Tempat itu sohor sebagai sentra peternak lele yang memasok kebutuhan Ibukota dan sekitarnya.

Ternyata, Antien harus menelan pil pahit. Harga pakan yang terus melambung membuat biaya produksi membengkak. Kurangnya pengetahuan membuat ia tidak bisa memperkirakan jumlah pakan yang tepat. Cuaca yang berubah-ubah dari panas, tiba-tiba hujan, lalu panas kembali, merusak kondisi air. Tingkat pH, suhu, dan oksigen terlarut dalam air naik tidak ajek sehingga ikan stres dan rentan penyakit. Usahanya tidak bertahan lama, ia bangkrut 3 tahun kemudian.

Perempuan 42 tahun itu pantang menyerah. Ia pindah ke Cibinong dan mengadopsi kolam terpal metode baterai. Cara itu membuat kolam nyaman sehingga lele tidak mudah stres. Antien berkonsentrasi di segmen pembenihan, pendederan, dan pembesaran.
Ia menjalin kerja sama dengan Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Subang untuk memperoleh jenis lele unggul. “Meskipun margin kecil, kalau volumenya besar maka labanya juga banyak,” ujar Antien. Ia membuktikan bahwa aral yang melintang bisa dipatahkan asal ada kemauan. (Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d