Penampilan lemon kalifornia dapat bersaing dengan lemon impor.

Penampilan lemon kalifornia dapat bersaing dengan lemon impor.

 

Kreatif membuka pasar kunci sukses berkebun lemon.

Lemon amerika—sebutan lain lemon kalifornia—berbuah terus-menerus sepanjang tahun.

Lemon amerika—sebutan lain lemon kalifornia—berbuah terus-menerus sepanjang tahun.

Rio Erlangga memasok rata-rata 15—40 ton lemon per bulan dengan harga minimal Rp20.000 per kilogram (kg). Harga jual bervariasi tergantung kelas. Mantan karyawan sebuah perusahaan otomotif ternama di tanah air itu memasok beberapa pasar swalayan ternama seperti Carrefour, Transmart, Superindo, dan Ranch Market di Jakarta dan sekitarnya. Setiap pasar swalayan meminta pasokan dengan kualitas berbeda.

Ranch Market, misalnya, minta pasokan kualitas buah premium, yaitu grade A+ dan A. Lemon kelas A+ berukuran lebih dari 166 g per buah atau rata-rata 4—6 buah per kg. Adapun lemon kelas A berukuran lebih dari 140 g. Pasar swalayan Transmart dan Carrefour minta pasokan lemon berkualitas menengah atau grade B, Superindo grade C. Lemon kelas B berbobot lebih dari 110 g, dan kelas C di bawah 110 g per buah.

Lemon lokal

Di pasar swalayan itu lemon yang dipasok oleh Rio bersanding dengan lemon impor. Pengelola pasar swalayan memberi label lemon pasokan Rio dengan sebutan lemon lokal. Disebut demikian karena pasokan lemon berasal dari pekebun di beberapa daerah di tanah air. Rio bekerja sama dengan para pekebun mitra di Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Bogor, Sukabumi, dan Garut—semua di Provinsi Jawa Barat.

Rio Erlangga memasok 15—40 ton lemon kalifornia per bulan.

Rio Erlangga memasok 15—40 ton lemon kalifornia per bulan.

Para pekebun mitra biasanya mengirimkan hasil panen ke kantor CV Cipta Agri Pratama—perusahaan milik Rio di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Rio lalu menyortir hasil panen dari para pekebun. Ia membayar ke pekebun mitra dengan harga sesuai kualitas setelah sortir. Meski berlabel lemon lokal, penampilan lemon tak kalah menarik dibandingkan dengan lemon impor. Warna buahnya sama-sama kuning mentereng.

Yang membedakan adalah bentuk buah. Lemon lokal berbentuk cenderung membulat, sedangkan lemon impor lebih lonjong. Pada bagian ujung lemon impor biasanya terdapat benjolan. Pada lemon lokal benjolan tidak terlalu kentara, bahkan hampir tidak terlihat. Menurut Rio jenis lemon yang ia pasok itu bernama lemon kalifornia. Beberapa pekebun ada juga yang menyebutnya lemon amerika.

Disebut demikian karena bibit lemon itu berasal dari Kalifornia, Amerika Serikat (baca Pasar Ingin Lemon Kalifornia halaman 70—71). Nun di Kota Bandung, Jawa Barat, Agus Roma Riswanto, lebih dahulu memasok lemon lokal untuk beberapa pasar swalayan di Kota Bandung, Jakarta, Malang, dan Surabaya. Ia memasok 100—200 kg lemon kalifornia per pekan. Alumnus Universitas Telkom itu memperoleh pasokan lemon dari kebun sendiri dan juga para pekebun mitra di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Konsumen memiliki 2 pilihan, yakni lemon lokal (kiri) dan lemon impor yang kini mengisi gerai-gerai di pasar swalayan.

Konsumen memiliki 2 pilihan, yakni lemon lokal (kiri) dan lemon impor yang kini mengisi gerai-gerai di pasar swalayan.

Keberhasilan Rio dan Agus menembus pasar modern membuktikan pamor lemon lokal terus menggeliat. Rio menuturkan sebetulnya potensi pasar lemon masih luas. Kini ayah satu anak itu baru memasok pasar swalayan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Potensi pasar sebetulnya lebih besar lagi sampai ke luar daerah. Belum lagi serapan dari industri olahan,” ujarnya.

Kebun lemon milik Saleh Suryadi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kebun lemon milik Saleh Suryadi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Itu dialami pekebun lemon kalifornia di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Wongso Suseno. Pasar lemon tak melulu menggeliat di ibukota. Hasil panen sebanyak 200 kg per pekan dari 80 pohon lemon kalifornia selalu tandas diserap pasar swalayan di Purwokerto. Rio juga menangkap peluang pasar industri olahan dengan membangun pabrik untuk memproduksi pure dan ekstrak lemon. “Saat ini masih persiapan untuk melengkapi kelengkapan mesin,” ujarnya.

Baca juga:  Atasi Kanker Payudara Pria

Fluktuatif

Permintaan lemon kian meningkat seiring berkembangnya gaya hidup sehat. Sejak dua tahun lalu, masyarakat menggandrungi infused water. Para penggemar gaya hidup sehat biasanya mengonsumsi lemon sebagai bahan untuk membuat air infusan. Cukup iris buah lemon lalu rendam dalam air minum minimal selama 4 jam. Air rendaman itulah yang dikonsumsi dan rasanya segar.

Beberapa konsumen mengonsumsi lemon dengan memeras airnya, lalu mencampurnya dengan air hangat dan tambahan madu. Menurut Vendi Tri Suseno dari PT Laris Manis Utama, importir dan distributor buah di Jakarta Timur, pasokan lemon lokal untuk mengisi kekosongan pasokan lemon impor. “Pasokan lemon impor di pasaran baru mengisi 50% permintaan.” Pada waktu normal Vendi menerima permintaan lemon 30 ton setiap bulan. Permintaan naik dua kali lipat pada liburan akhir tahun.

Lemon jenis bonnie brae yang dikembangkan PT Agro Jabar.

Lemon jenis bonnie brae yang dikembangkan PT Agro Jabar.

Menurut Rio pasar lemon akan makin terbentang seandainya pemerintah membatasi impor lemon, seperti terjadi pada jeruk manis. Berdasarkan data impor Badan Pusat Statistik, jumlah impor lemon pada 2016 mencapai 14.065,88 ton atau rata-rata 1.172,16 ton per bulan. Bila rata-rata jumlah produksi lemon 2 ton per hektare setiap bulan, maka butuh setidaknya pasokan dari kebun 585 hektare.

Rio mengatakan, “Dari segi kualitas lemon lokal bisa menggantikan lemon impor, bahkan lebih bagus.” Saat ini pasokan lemon impor berpengaruh kuat terhadap permintaan pasar lemon lokal. Jika pasokan impor sedang banjir, permintaan lemon lokal menukik. Pasar swalayan hanya meminta pasokan rata-rata 15 ton lemon per bulan. Akibatnya, banyak pekebun yang tidak tertampung hasil panennya lantaran lemon berbuah terus-menerus.

Saat pasokan impor berkurang, barulah permintaan lemon lokal meningkat. “Jumlah permintaan pasar bisa mencapai 40 ton per bulan,” ujarnya. Rio menuturkan pasokan lemon impor biasanya tidak menentu. “Saya tidak mengetahui penyebab fluktuasinya pasokan impor. Kemungkinan tergantung dikeluarkannya izin impor dari pemerintah kepada para importir,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Baca juga:  Pulau Kundur: Surga Durian Lezat Surga Durian Lezat

Olahan lemon

Saleh Suryadi menjual hasil panen langsung ke konsumen.

Saleh Suryadi menjual hasil panen langsung ke konsumen.

Untuk menyiasati fluktuasi permintaan pasar modern, beberapa pekebun tidak menggantungkan pasar kepada perusahaan pemasok pasar swalayan. Mereka menciptakan pasar sendiri dengan menjual hasil panen langsung ke konsumen atau melalui pengecer. Contohnya pekebun lemon kalifornia di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Saleh Suryadi. Pekebun lemon sejak awal 2017 itu membudidayakan 600 tanaman lemon kalifornia di lahan 5.000 m².

Dari populasi itu Ale—panggilannya—memanen rata-rata 50—100 kg lemon amerika—sebutan lain lemon kalifornia—per hari. Hasil panen disesuaikan permintaan konsumen. Ada yang minta buah berwarna kuning penuh, ada juga yang baru semburat kuning agar lebih lama disimpan. Ketua Kelompok Tani Wijaya Tani itu menjual hasil panen langsung ke konsumen melalui para pengecer dengan harga Rp 30.000—Rp 35.000 per kg. “Dengan begitu saya bisa menikmati harga lebih tinggi,” ujarnya.

Direktur Utama PT Agro Jabar, Kurnia Fajar, mengembangkan lemon untuk diproduksi menjadi pure lemon.

Direktur Utama PT Agro Jabar, Kurnia Fajar, mengembangkan lemon untuk diproduksi menjadi pure lemon.

Hal serupa juga dilakukan pekebun lemon di Kaliurang, Yogyakarta, Gunung Soetopo. Ia lebih memilih melayani permintaan konsumen langsung. Pemilik Sabila Farm itu memanen lemon lokal hingga 200 kg lemon sekali panen. “Waktu panen tidak rutin, tergantung permintaan konsumen,” tutur pria yang juga berkebun buah naga itu. Gun—sapaan Gunung Sutopo—menjual lemon dengan harga Rp 25.000—Rp 30.000 per kg.

Gun memperoleh pasokan dari kebun sendiri seluas 1 hektare. Pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 60 tahun lalu itu mengebunkan 1.500 lemon jenis lokal yang ia tanam pada 2015. Pada 2017 ia juga mengembangkan lemon kalifornia di lahan 5.000 m2. Namun, saat ini belum berbuah.

Di Kota Bandung, PT Agro Jabar, mengolah lemon menjadi pure untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual lemon. Sebelumnya Agri Jabar menjual lemon ke pasar induk dan pasar swayalan. Menurut Direktur Utama PT Agro Jabar, Kurnia Fajar, dalam sebulan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat itu memproduksi 7.500—15.000 liter pure lemon. Ia lalu mengemas pure lemon itu dalam botol isi 500 ml dengan harga jual Rp85.000 per botol.

Untuk menghasilkan pure lemon sebanyak itu Agro Jabar membutuhkan pasokan 30—60 ton lemon segar. Pasokan bahan baku berasal dari kebun sendiri seluas 4 hektare di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kurnia mengebunkan lemon jenis bonnie brae yang berkulit tipis, banyak air, dan sedikit biji. Namun, hasil panen dari kebun sendiri belum memenuhi kebutuhan bahan baku.

Dari kebun seluas itu Agro Jabar baru mampu memanen 1—2 ton lemon per bulan. Sisa pasokan berasal dari para pekebun lemon lain di kawasan Bandung dan Garut. Kurnia menargetkan pada 2019—2020 seluruh pasokan bahan baku berasal dari kebun sendiri. Pada pertengahan 2017, PT Agro Jabar memperluas penanaman secara bertahap di 4 kecamatan lain di Kabupaten Garut, yaitu Kecamatan Cigedug, Cikajang, Banjarwangi, dan Cisurupan.

Kali ini yang dikembangkan adalah jenis lemon lokal yang berkulit tipis, kandungan air cukup banyak, ada biji, dan berwarna kuning kehijauan. Jumlah populasi lemon di empat kecamatan itu mencapai 35.000 pohon. Sepak terjang Agro Jabar itu membuktikan jika pasar lemon tak melulu berupa buah segar, tapi juga dalam bentuk olahan. (Imam Wiguna/Peliput: Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d