Pas untuk Kaum Urban 1

Saat tren penanaman lada melanda berbagai sentra, masyarakat perkotaan bisa menanam dan memanen buah merica dari lada perdu dalam pot.

Penanaman lada perdu di pot praktis untuk di perkotaan.

Penanaman lada perdu di pot praktis untuk di perkotaan.

Lima pot lada perdu itu menghiasi kediaman Ir Supartoto M.Agr.Sc di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Semua tanaman tumbuh subur. Tajuk rimbun dan dedaunan hijau segar. Sekilas tak tampak kehadiran buah pada tanaman setinggi lutut orang dewasa itu. Namun, bila daunnya tersibak terlihat tangkai sarat buah. “Mayoritas buah yang muncul masih berwarna hijau sehingga menyaru dengan warna daun,” ujar Supartoto.

Supartoto menuturkan lada berumur 24 bulan itu baru sekali panen. Panen perdana saat tanaman berumur 14 bulan. Dari satu pot tanaman, ia mendapatkan 100 gram lada putih. Alumnus Departemen Tanah dan Konservasi Lahan, Universitas Adelaide, itu memanfaatkan hasil panen untuk kebutuhan pribadi. Ia menuturkan tanam lada perdu dalam pot bermanfaat ganda, yakni untuk bumbu dapur pribadi, juga bisa memperindah rumah.

Mudah

Ir Supartoto MAgrSc di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menanam lada perdu di rumah.

Ir Supartoto MAgrSc di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menanam lada perdu di rumah.

Kerabat maupun relasi Supartoto kerap mengira lada dalam pot itu sebagai tanaman hias. Maklum, selama ini masyarakat beranggapan lada hanya bisa ditanam di kebun-kebun nan luas yang berlokasi jauh dari perkotaan. Jarang sekali yang menanam lada di dalam pot. Selain itu lada selama ini tumbuh merambat. Pantas saja bila kehadiran lada perdu mampu menarik perhatian.

Dosen Agroteknologi, Universitas Jenderal Soedirman itu memanfaatkan tembok pembatas rumah sebagai lokasi untuk “menanam” lada perdu. Selain di halaman, Supartoto juga merawat 6 pot lada perdu di dalam rumah. Ia meletakkan tanaman anggota keluarga Pipiraceae itu di dekat kolam ikan. Ia mengatakan perawatan lada perdu di dalam pot cukup mudah.

Letakkan sejumlah pot lada perdu untuk menghiasi teras rumah.

Letakkan sejumlah pot lada perdu untuk menghiasi teras rumah.

Tanaman kerabat sirih itu tidak membutuhkan perlakuan istimewa. Pehobi hanya perlu menyiapkan tempat yang teduh bagi tanaman. Maklum lada kurang menyukai intensistas sinar matahari berlebihan. Supartoto menuturkan lada hanya butuh sinar matahari sebanyak 70%. Lingkungan yang teduh memungkinkan tanaman tumbuh sentosa dan berbuah.

Baca juga:  Cegah Busuk Akar Pepaya

Apabila tanaman terpapar sinar matahari terlalu banyak maka daun akan menguning. Akibatnya pertumbuhan tanaman pun terganggu. Lada juga menyukai media tanam yang subur. Supartoto memberikan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Masing-masing dengan perbandingan 3:1. Pria ramah itu meracik sendiri pupuk organik dari bahan-bahan alami untuk mencukupi kebutuhan tanaman.

Supartoto menggunakan 10 kg azola, 30 liter urine kambing, dan 5 kg batang pisang. Ia mencampur seluruh bahan dan memfermentasinya selama 2 pekan. Untuk penggunaan, ia mengencerkan 1 liter pupuk itu dalam 9 liter air bersih. Kini larutan kaya nutrisi itu siap disemprotkan ke tanaman setiap bulan. Menurut Supartoto karakter tanaman yang cepat berbuah menjadi daya tarik utama lada perdu.

Tadalampot

Dua manfaat budidaya lada perdu di pot di rumah: pemilik mendapat panen untuk konsumsi sendiri, rumah menjadi lebih indah.

Dua manfaat budidaya lada perdu di pot di rumah: pemilik mendapat panen untuk konsumsi sendiri, rumah menjadi lebih indah.

Supartoto mengatakan, tanaman sudah belajar berbunga pada umur 2 bulan pascatanam. Sebagian pehobi ada yang membuang dahulu bunga perdana lantaran tanaman masih muda. Namun, ada pula pehobi yang mempertahankan bunga hingga menjadi buah lantaran tak sabar menunggu. Masih di Purwokerto, Muhammad Latief juga merawat lada perdu dalam pot berumur setahun di teras rumah.

Latief memilih pupuk NPK seimbang dengan perbandingan 16:16:16 sebagai unsur hara bagi tanaman. Ia menaburkan sebanyak 3 sendok makan pupuk setiap dua pekan. Ketika tanaman berbunga, ia melarutkan 2 sendok makan pupuk daun dalam 15 liter air, mengaduk rata, dan menyemprotkan ke tanaman. Belakangan merawat lada di dalam pot memang sedang menjadi tren.

Jika selama ini kita mengenal tabulampot alias tanaman buah dalam pot, maka kini beredar tadalampot atau tanaman lada dalam pot. Meskipun berbuah lebih sedikit, tanaman justru tampak eksklusif. Harga jual pun jadi lebih mahal. Muji Sefulloh, penangkar bibit lada di Purbalingga, Jawa Tengah, misalnya, membanderol lada perdu berumur 7 bulan di dalam pot Rp100.000—Rp200.000.

Muji Saefulloh, penangkar lada di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Muji Saefulloh, penangkar lada di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Menurut Muji banyak konsumen tertarik membeli lada perdu di dalam pot sejak setahun terakhir. Bahkan, Muji sudah menjual 100 pot lada perdu terhitung dari awal hingga pertengahan 2016. Mayoritas yang membeli adalah anggota PKK (Program Kesejahteraan Keluarga) dan masyarakat perkotaan. “Mereka tertarik membeli lantaran terkesima pada penampilan tanaman dan karakternya yang cepat berbuah,” ujar Muji.

Baca juga:  Krisis Kopi di Depan Mata

Lagi pula mereka tidak membutuhkan lahan yang luas untuk menyimpan tanaman. Cukup letakkan di pekarangan maupun teras rumah, asalkan teduh. Perawatan tanaman pun cukup mudah. Pehobi bisa menggunakan pupuk buatan pabrik yang mudah dijumpai di toko-toko pertanian untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman. Muji menggunakan campuran sekam dan tanah sebagai media tanam lada perdu di dalam pot dengan perbandingannya 1:4. Muji menganjurkan pehobi untuk menaburkan pupuk NPK mutiara dengan dosis 5 gram per tanaman setiap 2 bulan. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *