Scarlett macaw (kanan) salah satu jenis burung paruh bengkok yang kaya warna. Sebelah kiri: military macaw.

Scarlett macaw (kanan) salah satu jenis burung paruh bengkok yang kaya warna. Sebelah kiri: military macaw.

Paruh bengkok prima berkat kedisiplinan dan kedekatan hubungan dengan pemiliknya.

Sam berteriak melengking. Afu paham betul, itu pertanda Sam minta makan. Itulah sebabnya ia mengambil sebuah tongkol jagung kering tanpa kelobot dan memasukkan ke sangkar Sam. Paruh bengkok jenis samrock macaw itu seketika berhenti. Hanya dalam 15 menit butiran jagung itu habis. Menurut Afu salah satu cara perawatan burung cerdas itu adalah memperhatikan dan disiplin memberi pakan sang klangenan.

Pehobi harus selalu menyempatkan waktu untuk bermain bersama burung kesayangan.

Pehobi harus selalu menyempatkan waktu untuk bermain bersama burung kesayangan.

Jadwal makan paruh bengkok 3 kali sehari mirip manusia. Terlambat memberi pakan berakibat burung stres. Tandanya burung mencari perhatian dengan teriakan yang membuat kegaduhan. Selain itu pehobi juga harus mengetahui jenis dan pakan berkualitas. “Semakin bertambahnya umur burung semakin mudah memenuhi pakannya, karena alat pencernaannya sudah kuat dan sempurna,” ujar pehobi di Cengkareng, Jakarta Barat, itu.

Minum susu
Afu mencontohkan pakan untuk Sam berumur 6 bulan berbeda dengan Dori, macaw biru-kuning berumur 2 tahun. Sam masih memerlukan suplemen pabrikan bertekstur lembut sebagai pelengkap gizi. Pehobi yang gemar melancong itu mengencerkan serbuk suplemen dengan air bersih dan melolohkan melalui pipet. Untuk Dori, Afu memberikan kacang panjang, kuaci bunga matahari, pisang, dan suplemen pelet sari buah.

Pemberian pakan secara bergantian supaya burung tidak bosan. Selain itu kebersihan pakan hal penting bagi paruh bengkok. Menurut pehobi di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Pramono Harjanto, burung berumur panjang itu rawan terserang penyakit yang terbawa pakan tidak higienis. “Banyak cerita dari teman yang harus kehilangan klangenan berharga puluhan juta hanya gara-gara sembarangan memberi makan,” kata Pramono.

Afu (kiri) dan Andreas Bong, merawat paruh bengkok seperti anggota keluarga baru.

Afu (kiri) dan Andreas Bong, merawat paruh bengkok seperti anggota keluarga baru.

Pehobi memberi pakan yang bukan pakan burung, seperti gorengan dan penganan anak-anak. Padahal, alat pencernaan burung hanya sanggup mencerna makanan dengan rantai gula sederhana. Bahkan pemberian susu pun dapat menjadi sumber petaka. “Susu itu mematikan karena laktosa yang susah diurai dalam proses pencernaan,” kata Pramono yang mengoleksi beragam paruh bengkok seperti galah Eolophus roseicapillus, sun conure, dan patagonian conure.

Baca juga:  Burung Cerdas Asal Argentina

Kurangnya kebersihan pakan menyebabkan paruh yang terserang cendawan. Akibatnya proses makan burung terganggu sehingga kesehatan menurun drastis dan berakhir pada kematian. Menurut Pramono pemberian pakan tidak harus di dalam sangkar. Pehobi seperti Afu sering memberi pakan di luar sangkar. Syaratnya burung terlatih dan bonding atau mengenal baik dengan pemikinya sehingga burung tidak langsung terbang.

Memberi pakan di luar kandang mempererat hubungan antara burung dan pemilik. Faedah lain, pehobi dapat memperhatikan kesehatan burung melalui perilaku makannya. Menurut pehobi di Kebonjeruk, Jakarta Barat, Andreas Bong, kebiasaan makan di luar kandang dapat dimulai sejak burung berumur 3 bulan. Pada tahap pembiasaan, kaki burung perlu dipasang rantai yang terkait dengan tangkringan atau tempat hinggap.

Mandikan parrot setiap hari untuk menjaga kesehatan bulu.

Mandikan parrot setiap hari untuk menjaga kesehatan bulu.

Minum matang
Kebutuhan air berbagai jenis parrot adalah sesuatu yang vital. Baik itu sebagai air minum maupun untuk mandi. Andreas memberikan air minum hasil rebusan atau air isi ulang. Menurut anggota Indonesian Parrot Lover itu air bersih penting karena burung sering mencelupkan lidahnya untuk membantu meremas-remas pakan. Acap kali burung mencelupkan pakan ke dalam air minumnya.

Memandikan burung juga sebuah keharusan demi keindahan bulu paruh bengkok yang kaya warna. Cara memandikan dengan menyemprotkan air bersih melalui penyemprot. Frekuensi 2 kali sehari. Burung itu sebenarnya sangat menyukai mandi. Oleh karena itu jika burung dipelihara dalam kandang, masukkan tempat air berukuran sedang yang berfungsi sebagai bak mandi.

Menurut pehobi sejak 2014 itu, paruh bengkok tergolong burung cerdas. Bahkan seakan mempunyai perasaan seperti manusia. Pehobi perlu memahami karakter itu. Afu mengatakan, “Mereka suka diajak bermain di luar kandang. Sering kali jika pemiliknya tidak tanggap terhadap keinginan itu, burung dapat bertindak hal yang ekstrem untuk mencari perhatian.” Salah satu blue and gold macaw koleksinya mencari perhatian dengan mencabuti bulu-bulunya sendiri hingga hampir habis pada bagian dadanya. Itu terjadi lantaran Afu tidak mengajaknya bermain karena sibuk berbisnis.

Baca juga:  Latih Paruh Bengkok

Setelah kejadian itu, lelaki berusia 47 tahun itu selalu menyempatkan waktu untuk bermain dengan 4 burung paruh bengkoknya. “Quality time itu sangat penting dan caranya sebenarnya sangat sederhana. Kita cukup meluangkan waktu sekitar 1—2 jam saja, tergantung banyaknya parrot yang dimiliki, untuk mengajaknya bermain, memberi perhatian dan memperkuat ikatan batin atau bonding,” kata Afu.

Pakan suplemen pabrikan dapat diberikan sebagai selingan pakan berupa buah dan biji-bijian.

Pakan suplemen pabrikan dapat diberikan sebagai selingan pakan berupa buah dan biji-bijian.

Habitat asli paruh bengkok di hutan tropis, maka burung itu membutuhkan paparan sinar matahari setiap hari. “Sinar matahari pagi atau sore sangat baik untuk menjaga kebugaran burung. Mereka akan terlihat lebih aktif saat terpapar sinar yang tidak terlalu terik,” ujar Afu. Menurut Pramono paruh bengkok mengekspresikan perasaan cemburu, marah, bahkan dendam kepada orang yang pernah mengusiknya.

Oleh karena itu ia menyarankan kepada pehobi yang memiliki lebih dari 1 burung paruh bengkok untuk memperlakukan peliharaannya secara berurutan dan adil. “Saat mengajak bermain, ajaklah burung yang paling awal dimiliki, kemudian berurutan sampai yang paling baru. Selain itu perlakukan semua burung dengan perlakuan yang sama.

Itu penting untuk menghindari kecemburuan yang berdampak pada tindakan ekstrem dari burung, seperti menyakiti diri sendiri. Perlakuan yang kelihatannya sederhana itu penting. Penampilan burung yang prima selain karena keindahan fisik juga dari keaktifan, respons saat diminta mengerjakan sebuah tindakan yang semua itu dipengaruhi oleh kondisi psikis. (Muhammad Hernawan Nugroho)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d