Parade Tabulampot Gres

Apel pot penghias teras koleksi Dhanji Halai di Perth, Australia Barat.

Apel pot penghias teras koleksi Dhanji Halai di Perth, Australia Barat.

 

Beragam tanaman buah dalam pot seperti apel, zaitun, dan nasi-nasi yang eksotis. Harga pun fantastis.

Tabulampot zaitun berbuah lebat di Advanced Nursery di Perth, Australia Barat.

Tabulampot zaitun berbuah lebat di Advanced Nursery di Perth, Australia Barat.

Pohon apel di pot tanah liat itu tumbuh semeter. Empat buah menghiasi cabang. Dhanji Halai sejatinya hanya “memamerkan” ajir kayu di sisi pohon itu. Tujuannya agar pengunjung atau tamu kantornya melihat pemanfaatan ajir pada budidaya tanaman. Di sisi tanaman apel itu, Dhanji menancapkan sebuah ajir. Maklum, Direktur Eksekutif PT Sussex Industries itu memang produsen kayu untuk ajir, perlengkapan survei geologi dan pertambangan.

Dhanji meletakkan tabulampot apel Malus sylvestris itu di halaman kantor yang jembar di bilangan Bassendean, Kota Perth, Australia Barat. Di sisi kiri dan kanan pintu masuk terdapat masing-masing sebuah tabulampot apel. Pria 59 tahun yang menjalani gaya hidup vegan sejak lahir itu menanam apel dalam pot pada 2012. Magori atau pembuahan perdana ketika tanaman berumur 3 tahun, yakni pada 2015.

Zaitun lebat

Pembuahan pada Juni 2018 merupakan kali ketiga. Menurut Dhanji sejak pembuahan perdana, tanaman yang kini berumur 5 tahun itu rutin berbuah setiap tahun. Ayah tiga anak itu memanfaatkan sistem irigasi tetes untuk penyiraman. Di Indonesia selama ini jarang pehobi yang membudidayakan tanaman anggota famili Rosaceae itu di pot. Pekebun membudidayakan tanaman kerabat stroberi itu di lahan.

Advanced Nursery di Perth, Australia Barat, juga menanam jeruk besar atau pamelo dalam pot.

Advanced Nursery di Perth, Australia Barat, juga menanam jeruk besar atau pamelo dalam pot.

Advanced Nursery di Wanneroo, Kota Perth, juga membuat beragam tabulampot yang seronok. Nurseri yang kini berumur 20 tahun itu mengelola lahan 60 hektare. Di salah satu sudut nurseri itu berjajar tabulampot zaitun. Tanaman setinggi 1—2 meter itu tumbuh di pot plastik. Buah membanjiri ranting dan cabang tanaman anggota famili Oleaceae itu. Buah tampak masih muda, berwarna hijau muda.

Buah tropis nasi-nasi tampil menawan di pot.

Buah tropis nasi-nasi tampil menawan di pot.

Namun, di pot lain buah Olea europaea meranum. Warna buah berubah menjadi ungu kehitaman. Tabulampot zaitun yang lebat berbuah itu bak magnet yang menyedot perhatian pengunjung. Advanced membanderol $120 per pot setara Rp1,2 juta. Penggemar tanaman buah, Muji Lestari, yang menyaksikan sosok tabulampot itu berujar, “Jika dijual di Indonesia harganya bisa lebih mahal.”

Dhanji Halai penggemar tanaman buah dalam pot di Perth, Australia Barat.

Dhanji Halai penggemar tanaman buah dalam pot di Perth, Australia Barat.

Beberapa penangkar di tanah air kini mulai memperbanyak zaitun. Masyarakat Indonesia tertarik membudidayakan zaitun antara lain karena komoditas itu disebut-sebut dalam kitab suci Alquran. Sofyan di Parung, Kabupaten, Bogor, Jawa Barat, memasarkan rata-rata 1.000 bibit zaitun per bulan. Sofyan mengatakan, zaitun menghendaki media tanam porous dan sinar matahari penuh. Beberapa pembeli sukses membuahkan zaitun meski pada akhirnya gugur.

“Membungakan saja sulit, apalagi sampai membuahkan,” kata penagkar bibit zaitun sejak 2013 itu. Namun, menurut Sofyan pekebun atau pehobi yang menabulampotkan zaitun dapat memanen daun, sebelum panen buah. Mereka menyeduh daun yang menjadi simbol perdamaian itu layaknya daun teh. Daun zaitun antara lain berkhasiat menyehatkan jantung, mengatasi diabetes mellitus dan hipertensi.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x