Para Liliput Beradu Elok 1
Anting putri bergaya tegak lurus dengan kanopi yang berbentuk broom ini memiliki perakarang yang sangat kuat dengan batang kokoh.

Anting putri bergaya tegak lurus dengan kanopi yang berbentuk broom ini memiliki perakarang yang sangat kuat dengan batang kokoh.

Penampilan sempurna bonsai terbaik Indonesia di Sragen, Jawa Tengah.

Meski tanpa daun, penampilan bonsai milik Tri Joko itu aduhai. Tiga tanaman berbeda tinggi itu berdiri kokoh di atas lempengan suiseki. Bonsai itu bukan tumbuh di dalam pot seperti kelaziman. Itu yang membikin penampilan tanaman itu unik. Pohon tertinggi pertama dan kedua berbatang tegak lurus dan sedikit meliuk di bagian ujung. Sementara pohon ketiga miring ke kiri. Warna batang keabuan terlihat kontras dengan lumut hijau yang menutupi media tanam.

Microcarpa bergaya broom atau sapu terbalik milik Soeroso dari Jakarta.

Microcarpa bergaya broom atau sapu terbalik milik Soeroso dari Jakarta.

Penampilan apik itu menjadikan bonsai serut sebagai the best in show pada kontes bonsai yang diselenggarakan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) pada Oktober 2015. Serut Streblus asper menjadi favorit pebonsai karena gampang dibentuk. Bukan hanya tanaman anggota famili Moraceaeitu yang tampil menawan. Ficus microcarpa bergaya sapu terbalik milik Soeroso dari Jakarta pun mencuri perhatian pengunjung pameran.

Anting putri
Bonsai setinggi 41cm itu berbatang tegak dan kokoh. Selain itu akar tanaman kuat mencengkeram tanah ke segala arah. Kimeng itu tampil tanpa daun sehingga cabang dan ranting yang nyaris sempurna terlihat. Penataan bonsai itu pun terlihat alami. Selain beringin taiwan, beberapa bonsai lain di kelas bintang juga unjuk kebolehan. Salah satunya gulomantung. Tanaman itu sukses menampilkan gambaran pohon tua.

Pemphis acidula dengan gaya akar terjalin menampilkan jajaran pohon yang indah.

Pemphis acidula dengan gaya akar terjalin menampilkan jajaran pohon yang indah.

Bonsai itu berbatang tegak lurus dan bertekstur kasar. Bonsai dari Wonosobo, Jawa Tengah, itu sedikit melekukkan batangnya ke kiri dengan daun rimbun berwarna hijau muda. Sangat berbeda dengan anting putri yang menampilkan daun kekuningan. Anting putri Wrightia religiosa juga tampil di kategori bintang. Batang tanaman itu tegak lurus dengan kanopi berbentuk sapu terbalik. Batangnya juga kokoh dan cabangnya membentang lebar.

Baca juga:  Sosok Elok Monadenium

Bonsai itu berhasil menggambarkan pohon tropis raksasa di alam bebas. Anting putri memang cocok dijadikan bonsai. Tanaman asli Tiongkok itu memiliki bunga mungil berwarna putih. Makin banyak bunga, semakin cantik bonsai itu. Selain tingkat bintang, sekitar 300 bonsai lainnya “memamerkan diri” di kelas berbeda seperti kelas utama dan regional. Ficus microcarpa mendominasi kelas utama.

Bonsai-bonsai yang tampil di Sragen merupakan koleksi-koleksi terbaik.

Bonsai-bonsai yang tampil di Sragen merupakan koleksi-koleksi terbaik.

Salah satu microcarpa menarik perhatian pengunjung karena batangnya meliuk ke kanan seolah pohon tua. Selain itu cabang tanaman milik Joko Emerald dari Bekasi, Jawa Barat, itu membentang panjang ke arah sama. Bonsai bergaya miring itu menampilkan struktur batang yang mengecil ke atas dengan cabang dan ranting yang terstruktur rapi menuju ke semua sisi. Penampilan bonsai itu makin sempurna karena rimbunnya daun menutupi cabang dan ranting.

Padahal bonsai sejenis memperlihatkan ranting-ranting dengan jelas tanpa daun sama sekali. Bonsai lain di tingkat utama yakni santigi Pemphis acidula. Santigi itu spesial karena akar terjalin menampilkan jajaran pohon yang indah dalam komposisi dan kematangan cabang yang sempurna. Selain bonsai bergaya sapu terbalik, tanaman mini bergaya menggantung dengan cabang dan ranting matang juga ikut meramaikan kontes.

Ulmus lancaefolia memiliki gaya menggantung layak menjadi salah satu masterpiece bonsai Indonesia.

Ulmus lancaefolia memiliki gaya menggantung layak menjadi salah satu masterpiece bonsai Indonesia.

Bonsai terbaik
Bonsai menggantung dengan cabang membentuk undakan seperti anak tangga itu tampil tanpa daun. Warna batang cokelat tua serasi dengan pot. Bonsai alumni tingkat regional itu layak menjadi salah satu mahakarya bonsai Indonesia. Berbagai jenis dan ukuran bonsai itu mengikuti kontes di Sasana Manggala Sukowati, Kompleks Ganesha Technopark, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Sragen, Sri Busono, para peserta berasal dari seluruh cabang PPBI yang menampilkan koleksi terbaik dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sragen. Kontes bonsai merupakan rangkaian kegiatan musyawarah nasional (Munas) dan pameran nasional yang diselenggarakan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI).

 Ficus microcarpa dengan bentuk batang terayun ke arah kanan dan dikuatkan dengan aliran cabang yang membentang panjang ke arah yang sama.

Ficus microcarpa dengan bentuk batang terayun ke arah kanan dan dikuatkan dengan aliran cabang yang membentang panjang ke arah yang sama.

Minat masyarakat Sragen terhadap seni tanaman dari Jepang itu sangat bagus. Buktinya banyak pengunjung yang memadati lokasi kontes dan pameran. Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahma bersama ketua umum PPBI, Saptodarsono membuka acara yang berlangsung pada 17 Oktober 2015 itu. Pada puncak acara Saptodarsono kembali terpilih menjadi Ketua Umum PPBI periode 2015-2019.

Baca juga:  Madu Deli Kualitas Prima

Hasil munas juga mempersatukan PPBI dengan Perkumpulan Penggemar Suiseki Indonesia (PPSI). Lazimnya bonsai dan suiseki mempunyai penggemar yang sama. Di luar negeri punpameran bonsai yang diselenggarakan Bonsai Clubs Internasional (BCI) juga menampilkan pameran suiseki. PPBI akan berperan aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan PPSI. PPBI juga bertanggung jawab atas perkembangan suiseki di Indonesia. (Budi Sulistyo/Ketua Perhimpunan Penggemar Bonsai Cabang Jakarta)

Acara pemeran dan kontes merupakan rangkaian acara munas PPBI 2015.

Acara pemeran dan kontes merupakan rangkaian acara munas PPBI 2015.

Bonsai serut dengan gaya akar terjalin dengan jajaran beberapa pohon yang saling berhubungan.

Bonsai serut dengan gaya akar terjalin dengan jajaran beberapa pohon yang saling berhubungan.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *