Panua Kaya Minyak 1
Kadar minyak kopra berkualitas baik di atas 60%

Kadar minyak kopra berkualitas baik di atas 60%

Produktivitas meningkat tiga kali lipat, kadar minyak pun tinggi. Itulah keunggulan kelapa panua.

Sembilan tahun lamanya Tantriana Herawati mengolah kelapa menjadi minyak. Produsen di Bantul, Yogyakarta, itu memperoleh kelapa dari Bantul, Kulonprogo, dan Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Ana—sapaan Tantriana Herawati—mengolah rata-rata 600 kelapa per hari. Untuk menghasilkan seliter minyak ia memerlukan 7,6 buah kelapa. Ia menjual minyak goreng ke pasar dan tetangga Rp10.000 per liter. Laba Ana kian besar jika ia memanfaatkan kelapa yang kandungan minyaknya tinggi..

Harapan produsen minyak seperti Tantriana Herawati untuk meraup laba lebih besar bakal terwujud. Kini muncul varietas baru yang mengandung minyak 66,28%. Itulah panua yang berproduksi menjulang, yakni 3 ton kopra per ha per tahun. Satu kg kopra berasal dari 4 kelapa masing-masing berbobot 1,6—1,8 kg per buah atau 6,6—7,2 kg. Produktivitas itu hampir tiga kali lipat rata-rata nasional yang hanya 1,1 ton kopra per ha per tahun. Kelapa dalam itu hasil eksplorasi Ir Elsje Tenda, MS dan rekan, peneliti kelapa dari Balai Penelitian Tanaman Palma (Balitpalma), Manado, Sulawesi Utara.

Dua jenis produk olahan kelapa: minyak goreng (kiri) dan VCO (kanan)

Dua jenis produk olahan kelapa: minyak goreng (kiri) dan VCO (kanan)

Rendemen tinggi

Elsje Tenda dan rekan mengeksplorasi kelapa di Desa Tehele, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Balai Penelitian Tanaman Palma bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo mengidentifikasi kultivar kelapa dalam sejak 2005. Kedua lembaga itu menyeleksi kelapa-kelapa yang berpotensi menjadi kelapa unggul. Evaluasi itu menghasilkan 500 pohon induk panua. Selama tiga tahun berturut-turut pada 2010—2011, potensi hasil stabil.

Saat masih muda, bobot buah panua utuh mencapai 1.750 gram. Ketika menjadi kelapa kering atau kopra, bobotnya menyusut hingga 232 gram per buah. Keunggulan lain, kadar minyak tinggi, mencapai 66,28% dari bobot kering.  Itulah sebabnya banyak yang menggadang-gadang panua sebagai bahan baku minyak kelapa.  Betapa tidak untuk menghasilkan seliter minyak, perlu 14 buah kelapa panua. Bandingkan dengan kelapa genjah yang membutuhkan 25 buah kelapa untuk membuat seliter minyak.

Baca juga:  Bulan Suci Tetap Wangi

Panua mulai berbunga pada usia 4 tahun. Setahun berselang, pekebun mulai memanen buah. Produktivitas panua mencapai 14.876 buah per ha per tahun. Setiap tanaman mampu menghasilkan 148 buah kelapa per tahun. Satu tandan terdiri atas 10 buah. Warna buah kelapa panua meliputi hijau kekuningan, hijau, dan merah kecokelatan. Angka itu lebih tinggi dibanding kelapa dalam tenga yang hanya menghasilkan 75 buah per pohon per tahun.

Kelapa dalam panua yang bersabut tipis itu juga cocok tumbuh di dataran rendah berketinggian 0—450 m di atas permukaan laut. Panua menyukai lahan kering iklim basah dengan curah hujan 1.000—1.500 mm per tahun dan bulan kering kurang dari 6 bulan. Panua layak menjadi komoditas kelapa unggulan. Itulah sebabnya pemerintah merilis kelapa itu sebagai varietas baru pada 2012.

Minyak kelapa membuat makanan lebih sehat dan lezat

Minyak kelapa membuat makanan lebih sehat dan lezat

Industri

Selain panua, Balai Penelitian Tanaman Palma juga telah merilis beberapa kelapa dalam unggul nasional. “Ciri kelapa dalam unggul antara lain produktivitas tinggi, kadar minyak di atas 60%,” ujar Elsje. Selama rentang 2008—2012, Balitpalma merilis 5 varietas kelapa dalam. Setiap varietas memiliki keunggulan masing-masing (lihat Tabel).

Elsje Tenja, Meity Tulalo, Jeanette Kumaunang, dan Miftahorrachman merilis kelapa dalam rennel (DRL) yang memproduksi kopra 3,40 ton per ha setahun.  Kadar minyak rennel  juga tinggi, yakni 67,60%. Adapun kelapa dalam banyuwangi (DBG) yang dirilis Miftahorrachman, Jeanette Kumaunang, dan Hengky Novarianto toleran terhadap kemarau panjang sampai 4 bulan. Kelapa rennel dan banyuwangi mulai berbuah pada umur 4—5 tahun dan mulai panen pada umur 5—6 tahun. Selain itu, kelapa banyuwangi toleran penyakit Phytopthora sp.

Pelepasan varietas kelapa dalam unggul  bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri minyak kelapa. Minyak kelapa salah satu zat makanan penting bagi manusia. Satu gram minyak dapat menghasilkan 9 kkal (kilo kalori). Masyarakat menggunakan minyak kelapa untuk menggoreng berbagai jenis makanan: tempe, kentang, dan ayam. Tak hanya melezatkan, masakan yang digoreng juga beraroma sehingga menggugah selera.

Baca juga:  Bonsai di Tanah Terkunci

Ahli minyak Murray Price, PhD dalam “Terapi Minyak Kelapa”, menyatakan minyak kelapa mengandung asam lemak unik yang sohor sebagai medium-chain fatty acid (MCFA) alias asam lemak berantai sedang. MCFA mampu menghancurkan bakteri sebelum menimbulkan masalah kesehatan. Peneliti di Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), Georgia, Amerika Serikat, mengungkap MCFA efektif melawan 14 virus seperti influenza, rubella, coronavirus, herpes, serta bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus agaltiae.

Menurut Afriyanto, kepala bagian umum perusahaan minyak kelapa, dibutuhkan pengolahan 20—25 buah kelapa untuk menghasilkan seliter minyak. Padahal, data Badan Pusat Statistik tahun 2011 menyatakan, konsumsi per kapita minyak kelapa rata-rata 0,195 liter per minggu atau 10 liter per tahun. Jika asumsi penduduk Indonesia 250 juta, maka butuh 2,5-miliar liter minyak per tahun. (Kartika Restu Susilo/Peliput: Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments