Panen Perdana Rasa Juara 1
Buah chanee berbobot rata-rata 2—3 kg per buah.

Buah chanee berbobot rata-rata 2—3 kg per buah.

Suparman Halim menghasilkan chanee berkualitas prima berkat pemupukan dan pemangkasan.

Tiga durian chanee jatuh di kebun milik Suparman Halim di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Buah berasal dari dua pohon berumur 4,5 tahun. Di kebun milik Tatang Halim—panggilan akrab Suparman Halim—terdapat 10 pohon durian introduksi asal Thailand itu. Dari jumlah itu baru 4 pohon yang belajar berbuah.

Suparman Halim menghasilkan chanee berkualitas meski baru berbuah perdana dengan perawatan intensif.

Suparman Halim menghasilkan chanee berkualitas meski baru berbuah perdana dengan perawatan intensif.

Bobot durian chanee jatuhan itu masing-masing sekitar 2—3 kilogram. Ia lalu membelah salah satu buah. Saat buah terbuka tampak daging buah berwarna jingga mentereng yang menjadi ciri khas chanee. Permukaan daging buah mengilap. Ciri-ciri seperti itu biasanya menandakan daging buah mengkal dan tak akan lumer saat disantap. Ciri khas durian berdaging lumer biasanya tampak seperti mengerut.

Dugaan itu salah. Begitu daging buah ditekan terasa empuk. Saat mencicip sepongge chanee, daging buah terasa lembut dan lengket di mulut. Rasanya dominan manis sedikit pahit. Rasa manis tetap membekas meski daging buah telah tandas dilumat. Namun, chanee masih menyisakan selaput tipis seperti plastik yang menyelimuti biji yang sebagian besar kempis.

Buah perdana

Sering kali Trubus menjumpai chanee yang berdaging mengkal saat disantap. Kalau pun daging buah empuk, tekstur daging buah terasa seperti bertepung. Lapisan yang menyelimuti biji juga lebih tebal sehingga terasa renyah saat dikunyah. Padahal, buah yang Tatang sodorkan adalah buah magori atau buah hasil panen perdana. “Selama ini ada anggapan kualitas buah perdana pasti kurang bagus,” ujar Tatang.

Beberapa pekebun durian chanee kerap merugi lantaran gagal menjual buah hasil panen perdana. Daging buah terasa mengkal dan hambar. Menurut ahli pupuk dan pestisida di Jakarta, Ir. Yos Sutiyoso, buah perdana pada pohon durian kerap mengeras, seolah muda, tetapi sebenarnya matang.

Baca juga:  Mencari Kurma Indonesia

Penyebabnya kurang asupan nutrisi terutama ketika buah sangat memerlukannya. Unsur yang diperlukan saat itu adalah kalium, kalsium, boron, dan fosfor. Tanaman juga membutuhkan nitrogen (N) berbentuk nitrat. “Bila unsur N berbentuk amonium, akan menghasilkan sel raksasa, yang isinya dominan air sehingga membuat rasa menjadi hambar,’ ujar Yos yang ahi meracik pupuk itu.

Ahli buah dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Sobir, menuturkan, buah durian mengkal terjadi karena tanaman kekurangan kalsium. Para pekebun durian biasanya hanya mengandalkan pupuk NPK sebagai sumber nutrisi. “Pemberian kalsium amat jarang menyebabkan nutrisi itu habis terserap tanaman,” tuturnya. Penyebab lain adalah kondisi tanah yang masam (pH rendah).

Intensif

Sobir menyarankan memberikan kapur pertanian ke pohon durian. Berikan saat tanaman mulai berbunga ke dekat akar. Caranya, gali tanah di bawah pohon lalu taburkan kapur pertanian, lalu tutup kembali. Menurut pakar durian dari Malaysia, Dr. Abdul Aziz Zakaria, lokasi kebun turut mempengaruhi kualitas durian. Ia mencontohkan durian monthong tidak cocok ditanam di daerah yang mengalami kekeringan 3 bulan atau lebih.

Tatang menghindari risiko itu. Oleh karena itu, ia merawat tanaman secara intensif. “Yang perlu diperhatikan adalah nutrisi,” ujarnya. Sebagai sumber nutrisi ia mengandalkan pupuk impor asal Australia yang bernutrisi lengkap.

Pohon chanee berbuah lebat meski baru belajar berbuah.

Pohon chanee berbuah lebat meski baru belajar berbuah.

Pupuk itu terbuat dari formula nutrisi yang dirancang universal sehingga dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan tanaman baik secara vegetatif maupun generatif. Pupuk itu mengandung antara lain unsur hara makro seperti nitrogen (N) yang mencapai 2,4% bobot per volume. Dari jumlah itu sebanyak 2,1% di antaranya berasal dari nitrat, sisanya amonium. Pupuk cair itu juga mengandung 0,85% fosfor (P) dalam bentuk fosfor pentaoksida (P2O5), 3,36% kalium dalam bentuk kalium oksida (K2O), dan 1,85% kalsium dalam bentuk kalsium oksida (CaO).

Baca juga:  Adenium Tumpuk Baru

Pangkas cabang

Pohon diberi  pupuk yang mengandung nutrisi lengkap.

Pohon diberi pupuk yang mengandung nutrisi lengkap.

Tatang memberikan pupuk itu dengan cara menyemprotkan ke seluruh bagian tanaman dan juga mengocorkannya di area perakaran dengan interval setiap dua pekan. Sayangnya ia enggan menyebutkan dosis pupuk yang digunakan. Ia menambahkan pupuk organik setiap 4 bulan. “Dosis dan interval pemupukan dilakukan sesuai dengan perkembangan pertumbuhan tanaman,” ujarnya.

Tatang juga menyeleksi pemangkasan sekaligus percabangan yang nantinya akan menggendong buah. Ia memangkas pucuk pada batang utama untuk merangsang percabangan horizontal. Pemilik perusahaan pemasok buah-buahan Golden Agro itu juga memangkas salah satu cabang yang memiliki arah tumbuh yang sama sehingga tampak bertumpuk. “Pokoknya kalau dilihat dari atas arah cabang harus mengarah ke delapan penjuru mata angin,” tutur Tatang.

Pemasok beragam buah itu juga memangkas tunas air yang muncul terutama saat tanaman sedang berbuah. Dengan begitu nutrisi hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan pembentukan dan perbaikan kualitas buah, tidak terbagi untuk pertumbuhan cabang baru. Dengan berbagai perlakuan itu pantas bila kualitas buah yang dihasilkan relatif baik meski baru buah perdana.
Padahal, Tatang tidak menjarangkan buah. Sebuah pohon bahkan berproduksi hingga 20 buah. Chanee di kebun Tatang mematahkan mitos panen perdana hambar. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *