Panen Nira Lebih Lama 1
Manggar tanaman aren bisa menghasilkan kolangkaling maupun disadap menghasilkan nira

Manggar tanaman aren bisa menghasilkan kolangkaling maupun disadap menghasilkan nira

Teknik sayat tepat memperpanjang masa produksi nira aren dari 100 hari menjadi 150 hari.

Setahun terakhir Kerek mengubah ketebalan bidang sayat saat menyadap nira. Semula pekebun di Desa Pulemo, Kecamatan Puli-pulia, Kabupaten Kolaka,Provinsi Sulawesi Tenggara, itu menyayat tandan bunga aren setebal 0,6 cm per hari. Kini ia menyayat setebal 0,4 cm. Perbedaan 0,2 cm itu ternyata begitu besar. Metode itu efektif meningkatkan masa produksi nira manggar aren dari 100 hari menjadi 150 hari.

Menurut peneliti di Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah (BKP3D) Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Eka Wijaya, penyadap harus bisa menyayat tandan bunga aren setipis mungkin sehingga masa sadap lebih lama. Lazimnya, setiap hari penyadap memperlebar sayatan manggar untuk “membuka” saluran nira.

Jika panjang tandan 60 cm dan ketebalan sayatan setiap hari rata-rata 0,6 cm, maka lama penyadapan hanya 100 hari atau 3 bulan lebih. Namun, bila penyayatan rata-rata 0,4 cm per hari maka lama sadap menjadi 150 hari alias 5 bulan. Volume produksi harian tetap sama sehingga pertambahan masa sadap otomatis meningkatkan produksi nira. Rata-rata produksi aren tipe dalam 20 liter nira per hari dari tanaman berumur minimal 10 tahun, aren tipe genjah yang mulai dapat dipanen pada umur 5 tahun berproduksi 12 liter nira per hari.

Nira aren menetes dari sayatan di ujung manggar

Nira aren menetes dari sayatan di ujung manggar

Alat pengaman

Penyadap harus menggunakan pisau tajam dan bersih untuk menghindari kontaminasi. Kontaminasi menyebabkan muncul bakteri yang menimbulkan lendir di ujung sadapan. Akibatnya ujung sadapan tertutup dan nira tidak lagi mengalir. Penyadap juga harus mencegah terjadinya oksidasi pada permukaan pelukaan ujung sadap. Oksidasi membuat pori-pori seolah mengering dan menutup sehingga air nira tidak mengalir lagi.

Baca juga:  Srikandi Pertanian Indonesia

Untuk mencegah penutupan bidang sadap, lindungi bagian itu dari paparan sinar matahari langsung, terpaan angin, atau air hujan. Untuk itu, BKP3D merancang alat pengaman ujung sadap (APUS). Alat itu melindungi ujung sadapan dari kontaminasi hewan, serangga, angin, udara kotor, bakteri, cendawan, air hujan, atau sinar matahari langsung. Penggunaan APUS dibarengi dengan proses meneteskan antibakteri atau desinfektan alami di ujung sadapan untuk mensterilkan bidang sadap. Selain melindungi bidang sadap, APUS berfungsi sebagai corong penghubung dengan selang atau pipa penyalur nira.

Metode lain untuk memperlebar bukaan bidang sadap yakni dengan menggosok manggar dengan “daun ampelas”, biasanya dari tanaman jenis Ficus sp atau daun tanaman penjalin Celtis rigescens. Permukaan daun itu kasar seperti kertas ampelas. Kadang-kadang nira kembali mengalir hanya dengan menggosok sayatan manggar, sehingga penyadap tidak usah memperlebar bidang sayat. Cara itu memperpanjang masa produksi nira.

Pekebun di Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Vent Cyril Tawalujan, memukul manggar menggunakan alat pemukul dengan bentuk khas dan terbuat dari kayu tertentu. Alat pemukul itu cukup memberi getaran tanpa melukai atau membuat memar permukaan Cara itu merangsang terbukanya kapiler di tangkai manggar sehingga aliran lebih deras.

Dengan perlakuan tepat, pohon aren mampu menghasilkan nira tanpa henti

Dengan perlakuan tepat, pohon aren mampu menghasilkan nira tanpa henti

Perawatan

Metode sadap sebaik apa pun tidak berguna kalau produksi pohon memang rendah. Di lahan seluas 5 hektar di Puli-pulia, ada 40 pohon dengan masa sadap di atas rata-rata. Cirinya, batang tinggi dan berukuran besar. Selain itu, pangkal tandan bunga jantan berukuran besar dengan diameter 20 – 25 cm, sedangkan panjang tandan mencapai 70 – 100 cm. Tandan sepanjang itu mampu berproduksi 7 bulan, tergantung keahlian penyadap.

Diameter pohon aren mempengaruhi masa produksi. Pohon berbatang kecil biasanya tangkai tandan bunga juga kecil dan pendek. Itu berarti masa produksi singkat sementara masa istirahat panjang.

Baca juga:  Daur Ulang Media Tiram

Sedangkan pohon besar menghasilkan manggar lebih besar dan panjang sehingga masa sadap lebih lama dan masa tunggu antarmanggar lebih singkat. Penampilan seperti itu dipengaruhi oleh teknik budidaya yang baik. Oleh karena itu pekebun mesti melakukan perawatan agar pohon aren berproduksi optimal.

Alat Pengaman Ujung Sadap (APUS)

Alat Pengaman Ujung Sadap (APUS)

Perawatan pohon meliputi sanitasi lahan, drainase, dan pemupukan. Sanitasi artinya membersihkan gulma di sekitar pohon, terutama jenis alang-alang yang akarnya bersifat alelopati alias menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya. Sanitasi juga bertujuan melenyapkan tanaman yang menjadi inang hama kumbang, penggerek batang, atau ulat daun. Pohon aren memerlukan tanah lembap tetapi tidak tergenang. Jika posisi tanah lebih rendah ketimbang sekitarnya, buat guludan agar pohon tidak tergenang ketika hujan. Buat parit untuk mengalirkan kelebihan air kalau diperlukan.

Tidak kalah penting: pemupukan. Berdasarkan anjuran Kementerian Pertanian, setiap tahun tanaman aren berumur 1 – 4 tahun memerlukan 200 g pupuk SP-36, 200 g Urea, dan 100 g KCl. Selanjutnya pemupukan tahunan ditingkatkan menjadi 250 – 500 g SP-36, 300 – 1.000 g Urea, dan 200 – 700 g KCl sejak pohon berumur 5 tahun. Pupuk dibenamkan 2 kali setahun, yaitu setelah turun hujan dan di akhir musim hujan. Jumlahnya setengah dosis karena pemupukan 2 kali.

Pohon aren mengeluarkan 3 – 4 tandan manggar jantan per tahun. Artinya rata-rata tandan akan muncul sekitar 3 – 4 bulan sekali. Namun, ada kalanya tandan muncul hampir bersamaan. Itu dipengaruhi kondisi pohon dan lingkungan seperti tingkat kesuburan tanah, iklim, dan cuaca. Seandainya setiap tandan bisa disadap minimal selama 4 bulan dengan teknik sadap tepat, maka pohon bisa disadap sepanjang tahun. Pundi-pundi para penyadap dan pemilik pohon nira pun tak henti terisi. (Dian Kusumanto, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Daerah (BKP3D) Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *