Budidaya kentang dalam polibag di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Budidaya kentang dalam polibag di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

 

Petani membudidayakan kentang di polibag. Minim pestisida sehingga tanaman lebih sehat.

Sakir Nugraha mendapatkan harga kentang lebih tinggi karena kentang  polibag lebih sehat.

Sakir Nugraha mendapatkan harga kentang lebih tinggi karena kentang polibag lebih sehat.

Sakir Nugraha senang karena kentang miliknya berharga Rp10.000 per kg. Harga itu lebih tinggi daripada harga pasar sekitar Rp8.000 per kg. Pada Juni 2018 Sakir memanen 250 kg umbi Solanum tuberosum sehingga memperoleh omzet Rp2,5 juta, sedangkan petani kentang lain mendapatkan Rp2 juta. Warga Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu menjual hasil panen ke produsen keripik kentang di Bandung.

Pembeli rela membayar lebih mahal karena kentang berkualitas prima. Kentang itu relatif bersih, mulus, dan sangat minim penggunaan bahan kimia seperti pestisida. “Penggunaan pestisida hanya jika ada serangan hama dan penyakit,” kata Nugi, sapaan akrab Sakir Nugraha. Oleh karena itu, ia meyakini kentang miliknya lebih sehat dibandingkan dengan sayuran sejenis dari petani lain.

Dalam polibag

Nugi membudidayakan kentang dalam polibag berdiameter 40 cm. Nugi meletakkan sekitar 1.000 polibag kentang di rumah tanam berukuran 200 m². Dengan begitu serangan hama cenderung berkurang dibandingkan dengan menanam kentang di lahan terbuka sehingga tanaman lebih sehat.

Menurut peneliti kentang di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Juniarti P. Sahat, SP., M.P., “Pemanfaatan polibag sudah lama. Saya tidak mengetahui mulai tahun berapa.”

Produksi umbi kentang 0,5 kg dari sebuah polibag.

Produksi umbi kentang 0,5 kg dari sebuah polibag.

Kelebihan budidaya kentang dalam polibag antara lain memudahkan perawatan dan tanaman lebih mudah menyerap nutrisi. Hasil riset Partiyani Hidayah dan rekan dari Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, mengungkapkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah tunas kentang dalam polibag lebih tinggi daripada kentang yang dibudidayakan di kantong tanam (planterbag) dan lahan.

Karya Bakti Surbakti menanam kentang dalam polibag sejak 2018.

Karya Bakti Surbakti menanam kentang dalam polibag sejak 2018.

Keunggulan lain berladang kentang dalam polibag yaitu risiko penularan penyakit tular tanah antartanaman lebih kecil. Pekebun berlahan terbatas cocok membudidayakan kentang dalam polibag. Juniarti juga mengatakan kelemahan budidaya kentang dalam polibag yakni hasil panen kurang optimal ketimbang di lahan terbuka dan kurang cocok untuk skala besar.

Baca juga:  Ara Unggul Anyar

Nugi memanen rata-rata 0,5 kg per tanaman di sebuah polibag. Adapun produktivitas rata-rata mencapai 1—2 kg per tanaman. Semula niat Nugi membudidayakan kentang dalam polibag karena pada 2014 lahannya terbatas. Untuk menyiasatinya ia memanfaatkan polibag sebagai wadah budidaya tanaman kerabat tomat Solanum lycopersicum itu.

Media tanam

Budidaya kentang dalam polibag cocok untuk pekebun berlahan sempit.

Budidaya kentang dalam polibag cocok untuk pekebun berlahan sempit.

Budidaya tanaman yang kali pertama diidentifikasi ahli botani dari Swedia, Carolus Linnaeus, itu relatif mudah. Nugi memanfaatkan media tanam berupa arang sekam, pupuk kotoran ternak matang, dan tanah steril dengan perbandingan 1:1:1. Pemilihan ketiga media tanam itu untuk mengurangi mikrob merugikan bagi tanaman. Setelah itu pria kelahiran Jakarta itu menyiram media tanam hingga basah dan memasukkan benih sedalam 10 cm.

Ia hanya menggunakan benih sehat dan berkualitas. Penyiraman 1 kali sehari saat musim hujan dan 2 kali sehari ketika kemarau. Nugi mencampurkan 250 ml nutrisi bikinan sendiri dengan 10 l air. Larutan itulah yang digunakan untuk menyiram tanaman kerabat tembakau Nicotiana tabacum itu.

Penggunaan pestisida menyesuaikan kondisi tanaman. Hanya tanaman terserang hama dan penyakit yang mendapatkan pestisida. Itu pun hanya menggunakan dosis pencegahan, bukan penanggulangan. Nugi tidak sendirian menanam kentang dalam polibag. Nun di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Karya Bakti Surbakti, menanam sekitar 3.000 tanaman kerabat kecubung

Peneliti kentang di Balitsa Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Juniarti P. Sahat, SP., M.P., mengatakan penggunaan polibag bukan hal baru bagi pekebun kentang.

Peneliti kentang di Balitsa Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Juniarti P. Sahat, SP., M.P., mengatakan penggunaan polibag bukan hal baru bagi pekebun kentang.

Datura metel itu dalam polibag.

Pada Juli 2018 ia memanen 750 kg kentang dari 1.500 tanaman. Artinya setiap polibag memproduksi 0,5 kg kentang. Surbakti mengatakan produktivitas kentang bisa meningkat hingga 1 kg per polibag jika perawatan lebih maksimal. Juniarti mengatakan agar hasil panen optimal pekebun mesti menggunakan tanah ber-pH 5,5—6,5 sebagai media tanam. Tanah juga harus bebas dari penyakit terutama bakteri dan nematoda sista kuning (NSK).

Baca juga:  Kanker Hati pun Lumpuh

Gunakan juga pupuk kandang matang dan NPK. Intinya pemupukan berimbang. Pastikan tanaman mendapatkan cukup air terutama pada fase generatif. Yang pasti kentang milik Surbakti sangat minim pestisida sehingga lebih sehat. Setelah panen, ia berencana menanam kentang dalam polibag lagi. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d