Panen Jeruk 4 Kali Setahun 1
Jeruk keprok satsuma mandarin berbuah sepanjang tahun di Kebun Percobaan Tlekung, Kota Batu, Jawa Timur.

Jeruk keprok satsuma mandarin berbuah sepanjang tahun di Kebun Percobaan Tlekung, Kota Batu, Jawa Timur.

Inovasi baru agar pekebun mampu panen jeruk susul-menyusul sepanjang tahun. Frekuensi panen bisa 5 kalai setahun.

Bujang Seta bukan lelaki lajang. Ia program baru untuk membuahkan jeruk—akronim dari pembuahan jeruk berjenjang sepanjang tahun. Kepala Balitjestro, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan inovasi Bujang Seta memungkinkan petani memanen jeruk sepanjang tahun.

Menurut peneliti Balitjestro, Ir. Arry Supriyanto, M.S., konsep Bujang Seta adalah membuahkan jeruk sepanjang tahun atau off season, kualitas buah yang seragam, bercitarasa sesuai pasar, berkulit buah mulus, dan berharga terjangkau. Inovasi itu untuk menjawab besarnya nilai impor jeruk kita.

Manajemen produksi

Setidaknya Rp1,2 triliun devisa negara kita mengalir ke mancanegara untuk mengimpor 77 juta kg per tahun. Itulah data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2014. Tingginya nilai impor itu akan terus terjadi jika upaya peningkatan kualitas dan daya saing buah serta ketersediaannya tidak terwujud. Sebetulnya Indonesia kaya beragam jeruk lokal komersial dan unggul nasional yang adaptif dan berproduksi tinggi di dataran rendah hingga tinggi.

Induksi bunga faktor pendukung teknologi bujang seta.

Induksi bunga faktor pendukung teknologi bujang seta.

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Kota Batu, Jawa Timur, memiliki 250 aksesi jeruk lokal dan introduksi yang terkumpul sejak 1998. Hambatan membudidayakan jeruk di Indonesia yaitu lamanya masa produksi dan waktu panen bersamaan saat panen raya. Dampaknya harga jeruk rendah sehingga merugikan petani dan mutu buah berkurang. Oleh karena itulah, pemerintah menerima kiriman jeruk impor.

Beberapa solusi mengurangi jeruk impor antara lain peningkatan produksi, perluasan lahan tanam, penyediaan bibit bermutu, dan peningkatan kualitas buah. Selain itu menjaga ketersediaan jeruk sepanjang tahun salah satu kunci sukses menekan masuknya jeruk impor secara signifikan. Oleh karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, menciptakan teknologi bernama pembuahan jeruk berjenjang sepanjang tahun (Bujang Seta) untuk mewujudkan cara itu.

Baca juga:  Cepat Panen Madu Itama

Sejatinya prinsip Bujang Seta mengombinasikan tiga manajemen yaitu kanopi tanaman, nutrisi, serta pengendalian hama dan penyakit untuk menghasilkan buah berkualitas premium. Manajemen kanopi berhubungan dengan pemangkasan (prunning). Petani mesti mengatur tajuk atau kanopi tanaman melalui pemangkasan cabang atau ranting yang sakit, tumbuh berseberang ke dalam tajuk, terlalu dominan, atau bekas tangkai buah. Tujuan pemangkasan memacu pertunasan vegetatif dan generatif agar lebih seimbang.

Sementara manajemen nutrisi bertujuan mendukung pecahnya tunas yang dipicu hormon sitokinin. Kuncinya pemupukan menggunakan NPK granula dan cair secara periodik. Tambahkan pupuk yang mengandung magnesium tinggi untuk meningkatkan kemanisan buah. Kombinasi pemupukan NPK padat dan NPK yang dicairkan per tiga bulan bertujuan supaya pembuahan berjenjang.Caranya timbun 500 g NPK padat melingkar mengikuti tajuk terluar tanaman.

Lemon kalifornia berbuah sepanjang tahun dengan bujang seta.

Lemon kalifornia berbuah sepanjang tahun dengan bujang seta.

Selang 1,5 bulan kocorkan 20 liter NPK cair campuran 1 kg NPK padat dan 250 g ZA yang dilarutkan dalam 200 l air di bawah tajuk tanaman. Kombinasi perlakuan itu dilakukan 3 bulan sekali secara bergantian. Menurut Koordinator Kebun Percobaan (KP) Banaran, Balitjestro, Ady Cahyono, berikan juga nutrisi organik berupa 40 kg pupuk kandang pada tanaman berumur 4,5 tahun untuk meningkatkan tekstur dan struktur tanah.

Panen setahun

Tujuan pemupukan berpola seperti itu agar kondisi tanaman sehat, tumbuh dengan baik, serta berbunga dan berbuah kontinu. Selanjutnya berikan 50 g pupuk kiserit (MgSO4) yang dicampurkan 20 l air per tanaman yang buahnya berumur 15 pekan dan 25 pekan pascabunga mekar. Tujuannya meningkatkan cita rasa manis ketika buah masak. Aspek lainnya teknologi Bujang Seta yaitu manajemen pengendalian hama dan penyakit termasuk penyakit burik kusam dan embun jelaga.

Baca juga:  Empat Tahap Olah Robusta

Caranya dengan mengawasi dan mengendalikan hama penyebab kedua penyakit itu secara berkala. Selain itu induksi pembungaan seperti teknik pijat lengkung atau pikung juga mendukung keberhasilan Bujang Seta. Teknik itu bertujuan menangani tanaman yang sulit dan lambat berbuah. Induksi pembungaan perlu dilakukan karena perubahan iklim global terbukti mengakibatkan terjadinya pergeseran pola fenologi atau pembungaan dan pembuahan jeruk.

Stadium jeruk satsuma mandarin untuk menghasilkan buah sepanjang tahun.

Stadium jeruk satsuma mandarin untuk menghasilkan buah sepanjang tahun.

Terjadinya fluktuasi suhu, kelembapan, dan curah hujan yang signifikan pada tiga tahun terakhir juga mempengaruhi pola kehadiran hama dan penyakit. Terbukti kemarau panjang pada 2015 menyebabkan kematian lebih dari 50% tanaman jeruk keprok tejakula di lahan kering di Tuban, Jawa Timur.

Contohnya penerapan Bujang Seta pada jeruk siam dan keprok batu 55 terbukti mampu menghasilkan 6 stadium perkembangan buah yaitu mulai bunga mekar hingga buah siap panen. Dengan kata lain petani bisa memanen jeruk 4—5 kali setahun, semula hanya panen sekali setahun pada Juli—Agustus. Keunggulan Bujang Seta yakni menekan serangan penyakit burik kusam hingga 5%. Kesehatan tanaman juga tetap terjaga meski buah baru dipanen. Dengan Bujang Seta jeruk di dalam negeri tersedia sepanjang tahun dengan produktivitas dan kualitas optimal. (Ir Emi Budiyati, peneliti jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Badan Litbang Pertanian.)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *