Akuaponik menjadi pilihan budidaya sayuran dan ikan di perkotaan. Pembudidaya memanen dua komoditas sekaligus.

Lahan kosong seluas 100 m2 di Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu kini bersalin wajah. Fathulloh menyulap lahan itu untuk budidaya kangkung, selada, bayam merah, cabai, dan padi.

Dari lahan yang sama ia juga memanen lele dan gurami. Ia memanen komoditas sayuran dan perikanan sekaligus karena menerapkan teknik akuaponik.

Akuaponik adalah perpaduan budidaya perikanan dan hidroponik. Dalam akuaponik air dari kolam ikan dialirkan sebagai larutan nutrisi bagi tanaman. Sumber nutrisi berasal dari kotoran ikan dan sisa pakan yang telah diurai oleh bakteri nitrifikasi sehingga menghasilkan nitrat dan nitrit.

Kedua senyawa itu menjadi sumber nitrogen yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan sel dan sintesa protein pada tanaman.

Akuaponik,aquaponik,pertanian modern
Akuaponik di samping halaman rumah Andi Aswara.

Panen ganda dengan akuaponik

Fathulloh menempatkan sebuah perangkat akuaponik dengan kolam ikan berbahan serat berukuran 1 m x 2 m x 50 cm. Menurut Fathulloh bak itu mampu menampung 500 lele konsumsi.

Di bagian atas bak pria 36 tahun itu memasang perangkat hidroponik 2 tingkat berbahan pipa polivinil klorida (PVC) berdiamater 3 inci. Perangkat hidroponik itu mampu menampung 230 tanaman. Sementara di bagian pinggir kolam Fathulloh memasang 16 pot sayuran yang berperan sebagai filter air sebelum kembali ke kolam.

Dalam perangkat hidroponik itu alumnus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu membudidayakan kangkung di rak teratas dan separuh rak bagian bawah atau total sekitar 175 tanaman. Sisanya ia tanami kemangi. Adapun pot untuk filter air ia tanami sawi, seledri, dan bayam merah.

Fathulloh memanen kangkung saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam. Selain untuk konsumsi sendiri, pria kelahiran 22 Mei 1979 itu juga menjual sebagian hasil panen Rp5.000 per ikat kangkung setara 400 g (th 2015). Ia memperoleh seikat kangkung dari 5 tanaman.

Probiotik,akuaponik untuk mengurai kotoran ikan dan sisa pakan
Probiotik kunci utama akuaponik untuk mengurai kotoran ikan dan sisa pakan menjadi sumber nutrisi tanaman.

Artinya saat itu, dari 175 tanaman ia memperoleh 35 ikat atau total Rp175.000. Ia menjual kangkung ke para tetangga dan rekan kerja sang istri. Fathulloh memanen lele pada umur 2 bulan setelah tebar benih, yakni saat berukuran sekilogram isi 7—10 ekor.

Dari 500 ekor benih tebar, ia memanen 50—70 kg lele dan menjualnya Rp22.000 per kg. Jadi dari budidaya lele Fathulloh memperoleh pendapatan minimal Rp1-juta per periode panen.

Di lahan itu Fathulloh juga membuat sebuah perangkat akuaponik bertingkat berukuran 1 m x 5 m dan 2 rak bertingkat berukuran 1 m x 4 m. Kali ini yang dibuat bertingkat adalah kolam ikan. Sementara pipa untuk tanaman terletak di permukaan kolam teratas. Ketiga perangkat itu menggunakan kerangka baja ringan dengan kolam berdinding terpal.

Akuaponik di halaman rumah

Petani akuaponik itu membudidayakan gurami di kolam bagian atas dan lele di kolam bagian bawah. Di permukaan kolam pria 36 tahun itu membudidayakan selada sebanyak 125 tanaman. Pada rak lain yang lebih kecil Fathulloh membudidayakan padi di rak teratas dan lele di kolam.

Baca juga:  Panen Empat Komoditas
membuat akuaponik di samping halaman rumah
Fiscer Kataru membuat akuaponik di samping halaman rumahnya.

Pada awal Juli 2015 padi tengah mengeluarkan malai. Dari rak terbesar sarjana Syariah dan Hukum itu memanen sekitar 12 kg selada.

Ia lalu mengemasnya berbobot 400 g atau total 30 kemasan. Fathulloh menjual setiap kemasan Rp10.000 sehingga total pendapatan ketika panen mencapai Rp300.000. Adapun gurami dan lele saat ini belum panen.

Fathulloh mulai membudidayakan ikan dan sayuran dengan teknik akuaponik pada 2010. “Ketika itu saya mulai membuatnya di dak rumah,” katanya. Pada 2013 ia menyewa lahan kosong di dekat rumahnya.

Menurut Fathulloh konsumen yang sudah mencicip sayuran dari “kebun”-nya ketagihan karena, “Rasa kangkung lebih renyah. Rasa daging lelenya juga lebih gurih,” ujar Fathulloh menirukan perkataan para pelanggan.

Teknik budidaya model Fathulloh kini memang tengah tren di berbagai daerah seperti Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kota Balikpapan (Kalimantan Timur), Medan (Sumatera Utara), serta Cilacap dan Kendal (Jawa Tengah).

Inspirasi

Nun di Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Fiscer Ahmad Kaftaru juga memanfaatkan halaman samping rumah untuk membudidayakan lele dan sayuran dengan teknik akuaponik. Perancang grafis di sebuah perusahaan minuman di Jakarta itu membudidayakan lele di kolam terpal dengan kerangka kayu berukuran 1 m x 2 m x 0,7 m.

Pakan ikan dicampur probiotik sebelum ditebar ke kolam
Pakan ikan dicampur probiotik sebelum ditebar ke kolam

Di bagian atas kolam terpal pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu memasang perangkat hidroponik menggunakan pipa trapesium yang mampu memuat sekitar 40 tanaman.

Dari perangkat itu Fiscer mencicip sayuran daun seperti kangkung dan selada. Sementara lele belum panen karena baru memeliharanya selama sebulan. “Lele siap panen pada umur 2 bulan dari benih berukuran 7 cm,” katanya.

Menurut alumnus Akademi Desain Visi di Yogyakarta itu teknik akuaponik lebih efisien karena untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman cukup mengandalkan kotoran lele. Ia cukup menambahkan probiotik pada air kolam dan campuran pakan ikan. “Probiotiknya kami buat sendiri,” kata ayah 2 anak itu.

Aktivitas budidaya akuaponik itu ternyata menjadi insipirasi bagi warga di sekitar rumah Fiscer. Ia bersama tetangganya, Abdi Halim, lalu membentuk Gemilang Farm untuk mengembangkan uji coba teknik akuaponik dengan berbagai model.

Selain menggunakan kolam terpal, mereka juga membuat perangkat akuaponik menggunakan 2 buah akuarium untuk membudidayakan ikan nila.

Fiscer dan Abdi berencana mengembangkan akuaponik untuk skala yang lebih besar. Kini mereka baru mempersiapkan 15 kolam tabung terpal berdiameter 3 m dan tinggi 1 m.

Setiap kolam itu mampu menampung 2.000 lele. “Jika budidaya lele berhasil, nantinya akan dibuat perangkat hidroponik untuk menanam aneka jenis sayuran,” ujar Abdi.

Produk akuaponik masuk pasar swalayan

Di Balikpapan, Kalimantan Timur, Andri Aswara juga memanfaatkan halaman rumah untuk membudidayakan aneka jenis sayuran dan ikan nila dengan teknik akuaponik.

Pelatihan akuaponik,training akuaponik
Pelatihan akuaponik kini banyak diminati

Di halaman samping rumah ia membuat kolam terpal berukuran 1 m x 5 m x 0,5 m berisi 60 nila. Di bagian atas kolam ia menanam sayuran yang terbuat dari 2 talang air dengan panjang masing-masing 2 m.

Andri juga memasang perangkat akuaponik dengan kolam terbuat dari drum plastik berkapasitas 200 liter di halaman depan rumah. Ia membudidayakan 50 ikan nila.

Baca juga:  Cukup 20 Menit per 20 Hektare

Perangkat untuk menanam sayuran dari 4 talang air dengan panjang sama terdapat di bagian atas drum. Ayah dua anak itu menanam aneka jenis sayuran seperti kangkung, bayam hijau dan merah, sawi, serta selada.

Belakangan Andri lebih sering menanam bayam merah karena permintaan dari pasar swalayan. Sayang, dengan perangkat skala kecil itu ia hanya mampu memasok 4 ikat bayam merah masing-masing berbobot 250 g atau total 1 kg setiap pekan.

Jumlah panen itu ia peroleh dari sebuah talang sepanjang 2 m. Ia menjual bayam merah itu dengan harga Rp10.000 per ikat.

Sementara nila belum siap panen karena baru masuk kolam sekitar sebulan. “Nila baru bisa panen umur 6 bulan dari benih ukuran 3 cm,” kata karyawan sebuah perusahaan tambang minyak itu. Dengan peluang itu kini Andri tengah mempersiapkan farm baru di lahan yang lebih luas.

Akuaponik menjadi tren

Menurut Fiscer dalam 2—3 tahun terakhir banyak orang berakuaponik. Buktinya jumlah anggota grup komunitas penggemar akuaponik di media sosial yang terus bertambah.

Wildan Maulana, praktikus akuaponik di Kabupaten Bogor, menuturkan pelaku akuaponik kini juga tersebar di berbagai kota seperti Belitung Timur (Bangka-Belitung), Palembang (Sumatera Selatan), Jabodetabek, dan Pontianak (Kalimantan Barat).

Mengapa pelaku akuaponik bermunculan? Menurut peneliti BPTP Provinsi Jawa Barat, Drs Muhammad Iskandar Ishaq MP, masyarakat gandrung akuaponik karena mereka bisa memenuhi kebutuhan serat dan protein cukup dari halaman rumah.

Selain itu teknik akuaponik menguntungkan. Lihat saja H Ramin Saaman yang membangun 4 kolam semen masing-masing berukuran 4 m x 6 m dengan kedalaman air 40 cm. Di bagian atas kolam ia menanam sayuran seperti kangkung dan pakcoy.

budidaya sayuran dan ikan dengan teknik akuaponik
Fathulloh menyewa lahan 100 m2 untuk membudidayakan sayuran dan ikan dengan teknik akuaponik

Omzet petani akuaponik di Kramatjati, Jakarta Timur, sejak 2005 itu Rp6-juta dalam 6 bulan atau rata-rata Rp1-juta per bulan. Kelebihan lain akuaponik tidak memerlukan lahan luas. Di emper atau halaman rumah juga bisa.

Teknik perawatan akuaponik juga relatif mudah. “Yang penting sistem sirkulasi, penyaringan air, dan proses penguraian kotoran ikan berjalan baik,” kata Fiscer.

Itulah sebabnya sosialisasi teknik akuaponik menjadi program pilihan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung program Kawasan.

Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang digagas Kementerian Pertanian. Menurut Dr Yudi Sastro SP MP, kepala seksi Kerja sama, Pelayanan, dan Pengkajian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (KSPP BPTP) Provinsi DKI Jakarta, salah satu prinsip KRPL adalah pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk ketahanan dan kemandirian pangan keluarga.

Menurut Aep Suparman, anggota staf teknisi BPTP Provinsi Jawa Barat, BPTP memberikan pelatihan dan pendampingan kapada para wanita tani untuk membuat perangkat akuaponik. Kegiatan itu dilakukan di 26 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Respons masyarakat sangat baik. Beberapa peserta bahkan mampu berkreasi membuat aneka model perangkat akuaponik sendiri,” kata Aep. Jadi, mereka tak perlu membeli sayuran dan ikan, cukup petik dan jaring dari halaman rumah. Teknik hidroponik yang berkembang, yakni aeroponik, terutama untuk hasilkan bibit kentang

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments