Panen Besar Karena Mentari 1
Menanam dan panen padi saat matahari bersinar terang meningkatkan produksi

Menanam dan panen padi saat matahari bersinar terang meningkatkan produksi

Panen padi di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat pada April 2014 menggembirakan. Sehektar lahan menghasilkan 9 ton gabah kering panen. Produksi rata-rata padi nasional hanya 5 ton per ha. Varietas yang digunakan ciherang. Rahasia panen besar itu berkat pemilihan waktu tanam dan panen padi yang tepat. Yaitu saat matahari bersinar terang. Penanaman Oryza sativa itu pada Januari dan panen pada April.

Ketersediaan sinar matahari memaksimalkan proses fotosintesis dan asimilasi sehingga produksi meningkat. Produktivitas jagung dan kedelai di Amerika Serikat, Kanada, dan Cina tinggi. Musababnya, mereka menanam saat hari panjang, matahari bersinar hingga 16 jam sehari.

Tanpa sinar matahari, fotosintesis dan asimilasi terhambat. Efeknya, tanaman tidak subur, tunas produktif hanya 25%, dan 75% tunas yang tumbuh tidak produktif. Kegagalan itu menyebabkan persentase gabah hampa mencapai 43%. Hama ganjur, beluk, dan wereng ramai-ramai menyerbu pada musim hujan akibat lingkungan lembap, suhu udara rendah, serta absennya sinar matahari.

Pola tanam bergeser
Pengisian padi saat curah hujan tinggi menghasilkan gabah berkadar air tinggi. Proses penjemuran molor sampai lebih dari 4—5 hari. Sudah begitu, gabah berkadar air di atas 16% mudah menghitam, berkecambah, dan busuk. Harga jual jatuh dan kehilangan hasil pascapanen mencapai 40%. Intinya penanaman pada saat minim sinar matahari berefek negatif. Beberapa efek negatif itu diantaranya penurunan produktivitas, ledakan hama, kehilangan hasil akibat busuk dan berkecambah di penyimpanan, serta kualitas gabah rendah.

Indonesia memiliki periode penyinaran matahari pendek. Jika menanam saat musim hujan, sinar matahari bisa hilang 5—7 hari. Efeknya pengisian bulir terganggu dan muncul serangan hama penyakit. Pola tanam minim sinar matahari dimulai sejak revolusi hijau. Semula panen padi dilakukan saat matahari bersinar terang (April—Mei) menjadi panen pada musim hujan (Januari—Maret), tetapi waktu tanam tidak ada perubahan. Petani tetap menanam pada Oktober—November dan panen Januari—Februari. Padahal, panen berlangsung pada musim hujan ketika sinar matahari minim. Akibatnya, produksi pun turun.

Baca juga:  Pisang 10 Jantung

Revolusi hijau mengubah pola tanam di hampir seluruh Indonesia sejak 1965 sampai sekarang. Sebanyak 60% tanaman padi di Indonesia panen pada musim hujan. Itu mencakup 7,8 juta ha sawah lahan irigasi teknis, irigasi pedesaan, padi gogo, dan padi pasang surut. Perubahan pola panen itu juga menimbulkan budaya negatif seperti sistem ijon, tebasan, jual gabah saat panen, hingga hilangnya budaya menabung dalam bentuk gabah di lumbung. Dampak lain, hilangnya pemasukan tambahan dari komoditas sampingan seperti ikan, itik, atau ayam.

Dr Ir Soemitro Arintadisastra Med

Dr Ir Soemitro Arintadisastra Med

April—Mei
Penanaman padi pada musim hujan di Indonesia terbagi dua kelompok. Lahan kelompok pertama, tanam Oktober—November dan panen saat musim hujan (Februari—Maret). Penanaman itu memicu kemunculan hama, produktivitas rendah, dan biasanya terletak di daerah hulu saluran irigasi. Kelompok kedua, tanam pada awal Januari dan panen saat matahari bersinar terang (April—Mei). Kelompok itu menanam di lahan irigasi teknis yang mendapat jatah air terakhir. Letaknya di ujung saluran irigasi, daerah hilir dekat laut.

Area penanaman kelompok kedua cukup luas, yakni 2,4 juta hektar. Pada kelompok dua, pertumbuhan padi dan masa panen terjadi saat matahari bersinar terang. Fotosintesis dan asimilasi pun maksimal. Penanaman padi juga serempak karena dipengaruhi masuknya air irigasi. Kelimpahan sinar matahari membuat rumpun padi bertunas produktif dan keberhasilan penyerbukan mencapai 100%. Udara kering dan panasnya matahari menghilangkan hama. Pengeringan gabah cepat, tanpa gabah hitam, berkecambah, atau busuk. Produksi padi bisa mencapai 10—12 ton GKP/ha dan minim kehilangan hasil. Gabah pun berkualitas sehingga laku Rp 5.000 per kg gabah kering giling (GKG). Harga itu 30% lebih tinggi dibanding harga pokok penjualan gabah kering panen (GKP). Produksi meningkat 100% dan pendapatan ikut naik 300%.

Baca juga:  Makin Tua Kian Top

Pengamatan pada 20 Februari 2014 (saat musim hujan) di Telukjambe dan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menunjukkan padi yang panen saat musim hujan (Februari) rusak parah. Produktivitas padi kurang dari 2,5 ton GKG per ha. Jumlah batang produktif per rumpun hanya 5 batang. Selain itu, jumlah gabah hampa mencapai 43% (lihat tabel).

539_ 132
Hujan dan Kemarau

Sementara pengamatan tanaman padi yang panen saat matahari bersinar terang di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat pada 2 April 2014, menunjukkan hasil memuaskan. Tunas produktif mencapai 20 batang dengan gabah hampa 1%. Produksi padi kelompok panen matahari bersinar terang mencapai 12 ton GKP per ha atau 7,38 ton GKG per ha.

Agar produksi tinggi, petani sebaiknya menanam padi berumur pendek. Musim tanam yang semula pada Oktober—Mei dan panen April—Mei berubah menjadi tanam Januari dan panen April—Mei. Gunakan pola panen saat matahari terang (April—Mei) agar proses fotosintesis dan asimilasi maksimal. Itu artinya mengubah kalender tanam 7,8 juta hektar tanaman padi kelompok tanam Oktober—November menjadi Januari—April. Perubahan itu dapat meningkatkan produksi padi minimal 23,4 juta ton sehingga produksi padi Indonesia dapat mencapai 91 juta ton.

Jika petani enggan mengubah waktu tanam, yakni tetap Oktober—April, maka gunakan varietas unggul baru berumur panjang, seperti rojolele atau cianjur. Kalender tanam pun menjadi Oktober—April—Mei. Tidak kalah penting, tanam padi secara serempak. Penanaman serempak memutus siklus hama sehingga mencegah terjadinya ledakan hama, seperti sundep, beluk, wereng, hingga tikus. Kalender tanam terbaik, yaitu panen saat matahari bersinar terang, tetapi tanam secara serempak untuk memutus siklus hama. (Dr Ir Soemitro Arintadisastra Med)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *