Panen Besar di Lahan Bekas 1

Sukses berkebun cabai di lahan bekas pakai. Gunakan varietas yang tepat dan pupuk hayati.

Darsono semringah karena memanen 1,5 ton cabai merah besar di lahan 1.400 m2 berpopulasi 2.500 tanaman. Pada Desember 2017 itu harga cabai merah besar Rp20.000 per kg sehingga omzet Darsono Rp30 juta. Setelah dikurangi ongkos produksi Rp6 juta petani di Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, itu mendapatkan laba Rp24 juta. Profit itu lebih besar daripada laba panen di kebun milik tetangga yang hanya Rp17,6 juta di lahan sama.

Keuntungan Darsono lebih besar karena ongkos produksi setengah dari biaya operasional petani lain yang mencapai Rp12,4 juta. Harap mafhum ia memanfaatkan lahan bekas budidaya peria dan kacang panjang sehingga tidak perlu mengolah tanah serta membeli mulsa dan ajir. Biaya olah tanah di lahan 1.400 m² hingga memasang mulsa mencapai Rp2,5 juta. Adapun biaya pembelian mulsa mencapai Rp1 juta. Biaya pemupukan dasar 1,7 juta. Pekebun juga menghemat biaya ajir yang mencapai Rp1,2 juta.

Varietas khusus

Laba lebih besar jika membudidayakan cabai di lahan bekas pakai karena ongkos produksi untuk megolah tanah serta pembelian mulsa dan ajir terpangkas.

Laba lebih besar jika membudidayakan cabai di lahan bekas pakai karena ongkos produksi untuk megolah tanah serta pembelian mulsa dan ajir terpangkas.

Para pekebun cabai yang memanfaatkan lahan bekas menghemat biaya produksi yang cukup besar hingga Rp7 juta untuk lahan 1.400 m². Jika lahan lebih luas, hingga 1 ha, maka biaya penghematannya pun lebih besar. Menurut Ketua Asosiasi Petani Hortikultura Purbalingga (APHP), Bambang Nuryono, petani lain yang tergabung dalam Kelompok Tani Bangkit Lestari juga menerapkan teknik budidaya cabai di lahan bekas itu.

Bambang mengatakan, “Mereka terbiasa menanam cabai di lahan yang sebelumnya ditanami aneka hortikultura seperti mentimun, kacang panjang, dan peria.” Menurut Bambang bahkan petani cabai pun dapat memanfaatkan lahan bekas penanaman cabai atau tanaman sekerabat seperti tomat dan terung. Namun, membudidayakan cabai di lahan bekas tanaman sekerabat lebih rentan terserang hama dan penyakit. Harap mafhum organisme pengganggu tanaman relatif sama.

Baca juga:  Bintang itu Superstar

Petani bisa 2—3 kali menanam cabai di lahan bekas. Membudidayakan cabai di lahan bekas tanaman lain gampang-gampang susah. Petani mesti mengetahui trik, yaitu penggunaan varietas cabai tahan layu bakteri dan fusarium. Beberapa varietas cabai yang memenuhi kriteria itu antara laba produksi PT East West Seed Indoensia, napoli (PT Eston Seed), dan napoli (PT Agrimakmur Pertiwi). Strategi lain budidaya cabai di lahan bekas yakni pemanfaatan pupuk hayati yang berfungsi sebagai pencegahan kedua penyakit itu.

Selain itu pupuk hayati diharapkan mengurai nutrisi dalam tanah sehingga tanaman menyerap secara maksimal. Teknik budidaya cabai ala Darsono bermula dari memfermentasikan kotoran kambing (baca boks: Kiat Tanam di Lahan Bekas). Bambang mengatakan pupuk hayati yang mengandung beragam mikrob seperti bacillus, trichoderma, dan streptomices rahasia kesuksesan Darsono mengembangkan tanaman kerabat terung itu di lahan bekas pakai.

Menurut ahli tanah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, trichoderma sangat baik untuk tanah dan tanaman secara umum karena memaksimalkan penguraian bahan organik dan agen hayati pembentuk imunitas tanaman. Dengan begitu tanaman kuat menahan serangan penyakit. Praktisi cabai, Ir. Sudadi Ahmad, mengatakan pemberian bakteri baik seperti trichoderma juga mempersempit lahan hidup patogen yang bisa menularkan penyakit seperti layu fusarium dan antraknosa.

Darsono menggunakan ajir dan mulsa bekas budidaya aneka sayuran seperti paria dan kacang panjang.

Darsono menggunakan ajir dan mulsa bekas budidaya aneka sayuran seperti paria dan kacang panjang.

Sementara pakar pupuk hayati dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Iswandi Anas Chaniago, menuturkan peran mikrob baik yaitu meningkatkan pengambilan unsur hara yang tersedia di alam serta sebagai penghalau hama dan penyakit. Meski begitu setiap mikrob memiliki fungsi tersendiri seperti trichoderma yang juga berperan sebagai parasit penyakit dan memperbaiki struktur tanah. (Bondan Setyawan)

Baca juga:  Olah Kayu Jadi Sosis

Trubus Juni 2018 Highrest.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *