Panen Besar Cabai Organik 1
Cabai berbuah lebat meski ditanam secara organik dalam polibag.

Cabai berbuah lebat meski ditanam secara organik dalam polibag.

Membudidayakan cabai organik di polibag, produktivitas tetap tinggi.

Di sisi lapangan markas Kodim 0312/Padang di Kota Padang, Sumatera Barat, berderet rapi tanaman cabai keriting yang tumbuh di polibag. Jumlahnya 1.000 polibag. Menurut Komandan Kodim 0312/Padang, Letkol (TNI) Arm Wahyudi Dwi Santoso, “Itu dalam rangka program penghijauan perkantoran.” Pada 11 Juni 2015 Letkol Wahyudi memanen perdana cabai dalam polibag itu.

Dari setiap polibag ia menuai rata-rata 60—70 buah cabai keriting. Satu kilogram cabai biasanya berisi 110 buah atau berbobot rata-rata 9 g per buah. Artinya, pada panen perdana itu Wahyudi memetik 540—630 g cabai merah dari setiap polibag. Sementara cabai yang berwarna hijau masih banyak. Beberapa di antaranya bahkan ada yang masih pentil. Dengan begitu panen cabai akan terus berlanjut hingga seluruh buah habis.

Letkol (TNI) Arm Wahyudi Dwi Santoso (paling kanan) panen perdana cabai organik yang ditanam dalam polibag di halaman Kodim 0312/Padang.

Letkol (TNI) Arm Wahyudi Dwi Santoso (paling kanan) panen perdana cabai organik yang ditanam dalam polibag di halaman Kodim 0312/Padang.

Budidaya organik
Letkol Wahyudi menuturkan hasil panen perdana cabai itu sangat memuaskan. Ia membudidayakannya secara organik. Lulusan Akademi Militer pada 1993 itu menanam cabai keriting pada media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kotoran ayam yang telah terurai dengan perbandingan sama. Sebagai sumber nutrisi, ia mengandalkan ramuan organik untuk tanaman (rotan), pupuk organik cair, dan larutan yang mengandung trichoderma.

Sementara untuk mengatasi serangan hama dan penyakit ia mengandalkan ramuan organik untuk hama yang terbuat dari aneka rempah bahan alam. Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjen (TNI) Widagdo H Sukoco, bergembira dengan hasil itu. Kesuksesan itu menjadi bukti bahwa lahan yang terbatas bukan halangan untuk memelihara tanaman. “Di markas Korem 032/Wirabraja menanam 5.400 tanaman cabai keriting dalam polibag,” katanya.

Baca juga:  Berebut Bibit Naga Kuning

Brigjen Widagdo juga mewajibkan seluruh Kodim di Sumatera Barat untuk menanam cabai dalam polibag. Ia memilih cabai sebagai komoditas yang ditanam karena kebutuhannya tinggi. Apalagi dalam masakan khas Sumatera Barat cabai menjadi bumbu utama. Letkol Wahyudi berharap masyarakat dapat mengikuti jejaknya menanam cabai dalam polibag di halaman untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kalau setiap rumah tangga memiliki 10 polibag tanaman cabai saja dan dirawat dengan baik, maka dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari,” ujarnya. Apalagi dalam waktu tertentu harga cabai melambung tinggi, seperti pada menjelang Ramadan dan Hari Idul Fitri. (Imam Wiguna/Peliput: A. Arie Raharjo)

COVER 1.pdf

Tags: budidaya cabai, budidaya cabai organik

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *