Panen 12 Ton per Hektare 1

Padi baru berproduksi tinggi dan toleran kekurangan air, penunjang swasembada beras.

Padi intani 602 di lahan Mukhamad Muslim (kiri), lebih tahan serangan hama dibandingkan dengan lahan sebelahnya.

Padi intani 602 di lahan Mukhamad Muslim (kiri), lebih tahan serangan hama dibandingkan dengan lahan sebelahnya.

Petani padi di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Mukhamad Muslim, girang bukan kepalang. Pasalnya, pada Juli 2017 ia berhasil memanen 4,1 ton gabah kering giling (GKG) di lahan 6.000 meter persegi. “Dulu hasil panen di sawah saya hanya 3,4 ton GKG,” kata Muslim. Produksi meningkat hingga 20%.

Menurut Muslim yang menjadi pembeda adalah dari segi benih. Pria 39 tahun itu menggunakan benih intani 602 di sawahnya pada awal 2017. Petani padi sejak 1997 itu tertarik menggunakan benih padi anyar itu karena melihat demplot padi baru di dekat sawahnya. “Menurut saya bentuk tanamannya bagus, potensi hasilnya pun bagus. Kelihatan juga tahan kekeringan, hama dan penyakit, sehingga saya tertarik mencoba,” katanya.

Hasil tinggi

Pilihan Muslim tepat. Ketika sawah di lahan sebelahnya terserang wereng, padi di lahan Muslim lebih tahan hama dan mulus hingga panen. Muslim akhirnya mampu panen, sedangkan para tetangga gagal panen. “Rata-rata kebutuhan benih 15 kg per hektare, untuk luasan sawah saya hanya memerlukan benih 9 kg,” kata Muslim.

Masa panen 100—110 hari setelah tanam. Menurut Manajer Pengembangan Pasar PT Bisi International, Doddy Wiratmoko, benih intani 602 diuji multilokasi di berbagai daerah di tanah air.

Hasil uji multilokasi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Nanggroe Aceh Darussalam, membuktikan panen rata-rata 9,9 ton GKG per hektare. Panen paling optimal 12,79 ton GKG diperoleh di Kediri, Pagu, dan Kambingan, Jawa Timur. Rendemen GKG mencapai 20% dari gabah kering panen. Hasil itu lebih tinggi dibandingkan dengan varietas ciherang yang ditanam di tempat sama yakni hanya 6,21 ton GKG per hektare.

Padi M400 panen pada umur 90 hari setelah tanam.

Padi M400 panen pada umur 90 hari setelah tanam.

Ciri padi intani 602 memiliki malai panjang, rata-rata 180—230 bulir per malai. “Bulir terisi penuh,” kata Doddy. Batang tanaman besar dan kuat sehingga tidak mudah roboh meski angin bertiup kencang. Adapun bentuk daun bendera tegak tinggi bermanfaat menahan burung agar tidak masuk ke dalam tanaman. PT Bisi melepas varietas baru itu ke pasaran pada 2016.

Baca juga:  Pasar Mancanegara Incar Moringa

Doddy mengatakan, pada hibrida asal indukan asli dalam negeri itu juga memiliki ketahanan penyakit blast dan hawar daun. “Bentuk gabah dan beras bertipe ciherang. Itulah sebabnya petani pun mudah memasarkan karena sesuai dengan keinginan konsumen. Selain itu randemen beras dari gabah cukup tinggi mencapai 66%,” katanya. Nasi pun beraroma wangi khas dan rasa enak.

Panen 70 hari

Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tengah menguji padi organik di lahan seluas 40 hektare di Kecamatan Kedungpring. Dua jenis padi yang sedang diuji itu belum mempunyai nama, hanya diberi kode M70D dan M400. Uji coba padi M70D di lahan seluas 20 hektare di Desa Nglebur dan padi M400 di lahan 20 hektare di Desa Majenang, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Foto-foto: Koleksi Mukhamad Muslim Padi baru M70D bersifat genjah, umur panen hanya 70 hari. Petani bisa 4 kali menanam dalam setahun.

Foto-foto: Koleksi Mukhamad Muslim
Padi baru M70D bersifat genjah, umur panen hanya 70 hari. Petani bisa 4 kali menanam dalam setahun.

Semula anggota staf Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lamongan, Heri Pranoto hanya mendapat benih induk M70D sekitar 1 kilogram. Setelah memperbanyak benih, maka ia menguji coba di lahan 1 ha. Varietas M70D merupakan padi yang dikembangkan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Sebelumnya varietas yang sama juga diuji coba di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan menghasilkan rata-rata sebesar 9,6 ton per hektare.

Pemulia menyematkan nama M70D karena padi itu genjah, panen hanya dalam 70 hari masa tanam. Itulah sebabnya petani bisa empat kali tanam dalam satu tahun. Itu berbeda dengan benih padi lain yang panen pada umur 150 hari. Adapun varietas M400 panen dalam waktu 90 hari, dengan kualitas padi yang hampir sama yaitu 210—220 bulir per malai. M70D dan M400 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan beras nasional hingga 60%. Peningkatan produktivitas di Indonesia masih berpotensi untuk terus dikembangkan. (Tiffani Dias Anggraeni/Peliput: Muhamad Fajar Ramadhan)

Baca juga:  Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *