Panduan Singkat Budidaya kambing (+ Video Kandang Kambing Anti Bau)

  • Home
  • Peternakan
  • Panduan Singkat Budidaya kambing (+ Video Kandang Kambing Anti Bau)

Hewan kambing adalah salah satu ternak besar selain sapi. Tidak seperti budidaya sapi, di Indonesia budidaya kambing masih dibudidayakan secara tradisional.

Ada dua fokus utama dalam peternakan kambing, yakni bertujuan untuk mengambil daging dan mengambil susu. Beberapa jenis kambing seperti jenis etawa termasuk produktif dalam memproduksi susu. Produk susu kambing dinilai lebih tinggi daripada sapi.

Hanya saja produksi susu kambing tidak seintensif sapi perah. Sebagian besar masih diperlakukan sebagai produk sampingan. Di mana tujuan utama masih memproduksi daging.

Mengenal jenis-jenis kambing

Secara umum kambing dibedakan berdasarkan jenis lokal dan kambing luar. Namun sebenarnya banyak diantaranya yang berjenis campuran, alias tidak benar-benar murni.

Kambing lokal

Jenis kambing lokal yang paling banyak dikenal masyarakat adalah kambing kacang. Meskipun posturnya kecil bila dibandingkan kambing luar, kambing kacang termasuk hewan ternak yang tangguh. Kemampuan adaptasinya terhadap penyakit dan iklim tropis tak diragukan lagi.

Kambing kacang juga tidak rewel, dengan perawatan seadanya kambing ini masih bisa berkembang dengan baik. Reproduksinya gampang dan cukup produktif. Pakannya pun tidak sulit, kambing ini menyukai banyak jenis hijauan.

Jenis ini sangat cocok dengan kebiasaan para petani/peternak tradisional yang memelihara kambing sebagai sampingan. Tidaklah heran bila kebanyakan petani memilih budidaya kambing kacang.

Kambing impor

Kambing impor atau kambing luar merujuk pada jenis kambing yang didatangkan dari luar negeri. Biasanya didatangkan untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya kambing. Ada yang didatangkan secara resmi oleh pemerintah, ada juga yang dilakukan para peternak atau pehobi.

Jenis-jenis kambing impor yang banyak terdapat di Indonesia diantaranya kambing etawa yang didatangkan dari India, kambing boer yang didatangkan dari Afrika Selatan dan kambing saanen didatangkan dari Swis.

Kambing-kambing ini memiliki postur tubuh yang relatif lebih besar dibanding kambing lokal. Beberapa diantaranya seperti kambing etawa dan kambing saanen merupakan penghasil susu yang produktif.

Kelemahan kambing-kambing impor ini daya adaptasinya terhadap iklim di Indonesia kurang begitu baik. Keadaan ini banyak disiasati dengan mencoba menyilangkannya dengan kambing lokal.

Kambing campuran

Kambing campuran merupakan hasil persilangan antara kambing lokal dengan kambing impor.  Para peternak dan balai-balai penelitian pemerintah mencoba menyilangkan kambing-kambing ini dengan tujuan mendapatkan sifat unggul dari kambing impor dan ketahanan kambing lokal.

Jenis-jenis kambing campuran yang paling banyak dikenal masyarakat antara lain peranakan etawa (PE) dan kambing jawarandu. Kambing peranakan etawa didapatkan dari hasil silangan kambing etawa dengan kambing kacang. Sedangkan kambing jawarandu merupakan hasil silangan antara peranakan etawa dengan kambing kacang.

Baru-baru ini Puslitbangnak Kementerian Pertanian merilis hasil silangan antara kambing boer dengan kambing kacang yang dinamakan kambing Boerka. Kambing jenis ini diklaim memiliki tubuh yang bongsor seperti kambing boer dan daya adaptasi sebaik kambing kacang.

Peternak pun tidak perlu risau dengan masalah perawatan, karena merawat kambing ini semudah merawat kambing kacang.

Kambing Boerka

Kambing Boerka hasil silangan kambing boer dan kambing kacang. (Puslitbangnak)

Menyiapkan kandang kambing

Terdapat dua tipe kandang untuk beternak kambing, yakni kandang tipe koloni dan tipe individual. Pada tipe kandang koloni kambing disekat dalam suatu kamar-kamar yang besar. Masing-masing kamar diisi oleh 3-10 ekor kambing. Sedangkan tipe individual dalam satu kamar hanya diisi oleh satu kambing. Tipe individual biasanya bertujuan untuk pemeliharaan intensif.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x