Pandan Kontrol Hipertensi 1
Daun pandan, sumber antioksidan alami

Daun pandan, sumber antioksidan alami

Daun pandan wangi terbukti secara empiris normalkan tekanan darah tinggi.

Neng Nuraini kerap merasakan pusing luar biasa dan pundak terasa berat pada medio 2008. Akibatnya tidur malam Neng pun terganggu. “Waktu tidur saya rata-rata 2 jam,” kata Neng. Selain itu, ia juga tidak bisa ke toilet sendiri karena kepala terasa sangat berat. Oleh karena itu Asep Asrul Sani, suami Neng, memapah perempuan berumur 29 tahun itu ke kamar kecil. Jika suami sedang bekerja, Neng terpaksa berjalan sambil berpegangan pada tembok untuk ke kamar kecil.

Gejala itu Neng rasakan selama sepekan. Tadinya ia menduga itu hanya masuk angin. Ibu rumah tangga itu pun minta dipijat dan dikerok badannya. Untuk mengatasi sakit kepala ia mengonsumsi obat warung. Namun, kesembuhan tidak kunjung datang. Neng pun memeriksakan diri ke dokter di dekat rumah. Dokter yang memeriksa mendiagnosis Neng terkena hipertensi.

Neng Nuraini merasakan khasiat daun pandan sebagai antihipertensi

Neng Nuraini merasakan khasiat daun pandan sebagai antihipertensi

Daun pandan

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan tekanan darah Neng 180/100 mmHg. Tekanan darah normal 100/90 mmHg. Menurut ahli penyakit dalam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumahsakit Cipto Mangunkusumo, Prof Rully MA Roesli MD PhD FINASIM seseorang disebut hipertensi bila tekanan darah di atas 140/85 mmHg. Tekanan darah paling baik berkisar 120/70 mmHg. Sebab setiap kenaikan tekanan darah 20 mmHg/10 mmHg meningkatkan risiko komplikasi serangan jantung dan stroke 2 kali lebih tinggi.

Menurut Rully pemicu terjadinya hipertensi beragam. Sebut saja kegemukan, kurang olahraga, stres, serta, konsumsi berlebih alkohol dan garam dalam penganan. Neng memang kerap mengonsumsi ikan asin. Penganan itu menjadi menu harian ibu satu anak itu. Padahal, “Garam termasuk bahan pangan yang harus dikurangi untuk menghindari hipertensi,” kata Rully, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran itu.

Konsumsi garam masyarakat Indonesia terbilang tinggi yakni 15 gram per hari. Padahal konsumsi garam yang dianjurkan 6 gram atau 1 sendok teh per hari. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan 24,5% penduduk Indonesia di atas 10 tahun mengonsumsi satu kali atau lebih penganan asin saban hari.  Data itu juga menyebutkan perempuan lebih banyak menderita hipertensi ketimbang pria.

Konsumsi ikan asin berlebih salah satu pemicu hipertensi

Konsumsi ikan asin berlebih salah satu pemicu hipertensi

Lazimnya hipertensi diderita seseorang yang berusia lebih dari 50 tahun. Namun, kini penderita hipertensi juga dialami orang di bawah usia 50 tahun seperti Neng (29 tahun). Musababnya? “Kemungkinan karena perubahan pola makan dan gaya hidup. Dahulu jajanan anak-anak Indonesia terbilang menyehatkan seperti gado-gado. Kini anak-anak lebih menyukai penganan tinggi garam seperti mi,” tutur Rully.

Baca juga:  Taman Dinding Hemat 50%

Menurut data Riskesdas 2007 prevalensi hipertensi di Indonesia sangat tinggi yaitu 31,7% dari total penduduk dewasa. Artinya 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia menderita hipertensi. Menurut Rully hipertensi menjadi masalah kesehatan besar dan serius di dunia. Prevalensi hipertensi di Amerika dan Eropa berkisar 28%—44% dari jumlah penduduknya.

Jika tidak segera ditangani hipertensi bisa memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke. Hipertensi ikut andil dalam peningkatan proporsi kematian akibat penyakit tidak menular dari 9,1% (1986) menjadi 26,3% (2001). Peringkat jantung koroner sebagai penyebab kematian meningkat dari urutan 11 (1972) menjadi urutan 1 (2001).

Dokter yang memeriksa Neng memberikan obat penurun tekanan darah. Setelah 2 hari konsumsi ia menghentikan penggunaan obat dari dokter karena tidak ada perubahan. Seorang teman menyarankan Neng berkonsultasi dengan herbalis di Caringin, Kabupaten Bogor, Ujang Edi. Lalu Ujang menganjurkan Neng mengonsumsi air rebusan daun pandan wangi Pandanus amaryllifolius selama sepekan. Neng yang berharap kesembuhan mematuhi saran Ujang. Neng merebus 20 daun pandan dengan 5 liter air hingga mendidih.

Takaran itu untuk persediaan selama 3 hari. Simpan persediaan air daun pandan di lemari es. Ia mengonsumsi air rebusan itu 3 kali sehari setelah makan. Dua hari berselang Neng merasakan perubahan. “Kepala dan pundak saya tidak terasa berat lagi,” kata perempuan kelahiran Bogor itu. Sepekan setelah rutin mengonsumsi daun pandan Neng sudah beraktivitas normal. Gejala hipertensi yang ia rasakan hilang sama sekali.

Prof Rully MA Roesli MD PhD FINASIM, “Satu dari tiga orang dewasa di Indonesia menderita hipertensi.”

Prof Rully MA Roesli MD PhD FINASIM, “Satu dari tiga orang dewasa di Indonesia menderita hipertensi.”

Ia lalu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan tekanan darahnya normal. Ternyata dugaan tepat. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah Neng normal 100/90 mmHg. Sampai saat ini Neng masih mengonsumsi air rebusan daun pandan tiap 3 hari sekali. “Itu untuk menjaga agar tekanan darah saya tetap normal,” kata Neng.

Baca juga:  Kendalikan Iklim dari Laut

Tidak hanya Neng yang merasakan khasiat antihipertensi daun pandan. Ibu mertua Neng, Julaeha, memiliki tekanan darah tinggi 230/120 mmHg. Sepekan mengonsumsi air rebusan daun pandan tekanan darah Julaeha berangsur normal hingga 100/90 mmHg. Bagaimana duduk perkara daun pandan menurunkan tekanan darah tinggi?

Antioksidan

Hingga kini belum ada riset ilmiah yang mengungkap khasiat pandan mengatasi hipertensi. Namun, dalam American Journal of Nephrology Prof R Davis Manning Jr Phd dan rekan dari University of Mississippi Medical Center Jackson, Amerika Serikat, menyebutkan spesi oksigen reaktif atau reactive oxygen species (ROS) meningkat pada penderita hipertensi. Selain itu, kapasitas antioksidan penderita hipertensi juga menurun.

Riset Wang Hui dan rekan dari Chinese Academy of Tropical Agricultural Sciences mengungkap daun pandan sumber antioksidan alami. Herbalis di Kota Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, menuturkan terdapat hubungan antara antioksidan dan tekanan darah tinggi. Antioksidan berperan menurunkan kadar kolesterol dan asam lemak jenuh penyebab hipertensi.

Valentina juga meresepkan daun pandan untuk hipertensi sejak 7 tahun silam. Penggunaan daun pandan dipadu dengan herbal lain seperti bunga rosela Hibiscus sabdariffa, daun seledri Apium graveolens, dan daun kepel Stelechocarpus burahol. Cepat lambatnya penyembuhan hipertensi tergantung dari pola makan, stres, dan tingkat kebugaran tubuh. Menurut Valentina daun pandan multikhasiat. Tanaman yang diidentifikasi William Roxburgh itu juga memperlancar peredaran darah, melarutkan asam urat dan asam lemak jenuh, dan sebagai antioksidan. Daun pandan datang, hipertensi hilang. (Riefza Vebriansyah)

Antioksidan dalam daun pandan berperan menurunkan kadar kolesterol dan asam lemak jenuh penyebab hipertensi

Antioksidan dalam daun pandan berperan menurunkan kadar kolesterol dan asam
lemak jenuh penyebab hipertensi

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments