Palem Roti Mutasi 1
E. whitelockii bermutasi menjadi kerdil, koleksi Andy Darmawan

E. whitelockii bermutasi menjadi kerdil, koleksi Andy Darmawan

Encephalartos mutasi tengah diburu lantaran keunikan karakter tanamannya.

Meski berumur 5 tahun, encephalartos itu hanya setinggi 30 cm. “Lazimnya pada umur itu, sudah mencapai 1 m,” ujar Andy Darmawan. Sosok kerdil Encephalartos whitelockii itulah yang memesona Andy, pehobi di Jakarta Barat. Sudah kerdil, berdaun sempit pula. Jumlahnya hanya lima helai. Jenis whitelockii merupakan tipe berdaun lebar. Tanaman itu berasal dari Afrika. Andy tak berpikir panjang untuk memboyong tanaman yang bentuknya mengalami kelainan atau mutasi bentuk itu ke Indonesia.

Ayah 2 anak itu pun tak ragu membayarnya   50 kali lipat dari harga E. whitelockii normal. Jenis sama pada kondisi normal hingga Rp20-juta. Mengapa ia berani? “E. whitelockii termasuk spesies yang sudah lama dikenal di Indonesia, tetapi dengan keadaannya yang kerdil, mungkin hanya satu-satunya di Indonesia, atau bahkan dunia,” ujar Andy. Harap maklum, kejadian mutasi pada tanaman hias di alam hanya 1 : 1.000 atau bahkan lebih.

E. horridus dengan daun lebih lebar dan meliuk di ujung, koleksi Andy Darmawan

E. horridus dengan daun lebih lebar dan meliuk di ujung, koleksi Andy Darmawan

Satu-satunya

Whitelockii  berdiameter bonggol 3 cm itu bukan satu-satunya koleksi Andy. Pehobi itu encephalartos juga mengoleksi E. horridus kipas. Disebut demikian lantaran bentuk daun mirip kipas. Daun-daun encephalartos kesayangan Andy menyatu alias tak berjarak. “Bentuknya jadi seperti kipas karena daun-daunnya menyatu,” ujar Andy. Jenis itu memang banyak tersebar di Indonesia. Namun lagi-lagi, koleksi Andy itu menjadi tak umum lantaran mengalami mutasi. Daun-daun E. horridus seharusnya berjarak 1—2 cm antardaun.

Jenis lain encephalartos unik karena mutasi adalah Encephalartos lehmanii. Koleksi Danny Chandra—bukan nama sebenarnya—itu memiliki bentuk daun maupun bonggol belang berwarna hijau kuning atau biasa disebut variegata. Semula warna daun tanaman itu hijau kebiru-biruan. Menurut Danny perubahan warna daun menjadi variegata pada daun Encephalartos yang dideskripsikan botani Jerman, Johann Georg Christian Lehmann pada 1834 itu ia datangkan dari Amerika pada 2003.

E. lehmanii variegata, koleksi Dany Chandra

E. lehmanii variegata, koleksi Dany Chandra

Kini ence belang nan elok itu sudah cukup besar dengan diameter bonggol 20 cm. Adapun panjang tangkai daun hingga 2 meter. Menurut Danny beberapa pehobi juga terpesona dan ingin memiliki encephalartos mutasi itu. Namun belum ada kolektor yang berani menawarnya. Koleksi encephalartos mutasi Danny relatif banyak, 10 tanaman. Koleksi lain yang tak kalah menarik adalah Encephalartos hirsutus variegata. Encephalartos endemik Afrika Selatan itu juga tampil seronok lantaran warna kuningnya yang tajam berlapis hijau kebiru-biruan. Danny mendapatkannya sudah dalam keadaan variegata.

Andy Chandra mengoleksi encephalartos sejak 2005

Andy Chandra mengoleksi encephalartos sejak 2005

Di Sidoarjo, Jawa Timur, ada Andy Chandra yang juga mengoleksi encephalartos mutasi. Kolektor sejak 2005 itu mengoleksi E. pterogonus mutasi. “Sosoknya mengalami mutasi pada daunnya yang lebih menebal dan muncul seperti tulang pada daun sehingga mirip tulang ikan,” ujarnya. Ia mendatangkannya dari Afrika pada awal 2014. Menurut Chandra ketika membeli jenis itu ukuran bonggol baru 2 cm, sementara tinggi tanaman hanya 10 cm.

E. Delucanus masih jarang di Indonesia, koleksi Amri P Siregar

E. Delucanus masih jarang di Indonesia, koleksi Amri P Siregar

Selain jenis mutasi, di tanahair muncul spesies baru. Andy Darmawan misalnya mengoleksi E. horridus female. “Ence itu varian baru yang masih jarang di Indonesia,” ujar Andy. Karakter E. horridus female memiliki daun lebar dan panjang. Dibandingkan dengan E. horridus—tanpa embel-embel female—maka daun female lebih lebar.

Baca juga:  Sepanjang Jalan Penuh Aral

Amri P Siregar di Medan juga mengoleksi encephalartos yang masih asing di Indonesia. Ia mengoleksi Encephalarthos delucanus. Tanaman dari Tanzania itu memiliki penampilan menarik pada ujung daunnya yang berduri dengan warna daun hijau segar, sehingga terkesan garang. Menurut Andy Darmawan, E. delucanus masih jarang di Indonesia. Namun mereka semua sepakat, semakin unik encephalartos, maka semakin tinggi pula harganya. “Untuk  ence jenis mutasi dengan penampilan menarik, sang pemilik bebas menentukan harga,” kata Andy Chandra. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *