Palem Kuno Tetap Bugar 1
Encephalartos horridus, jenis paling populer

Encephalartos horridus, jenis paling populer

Rambu-rambu rawat encephalartos

Sebagai pehobi baru, Rony Manoppo memilih Encephalartos horridus berukuran bonggol 3 cm. Enam bulan kemudian, satu demi satu anak daun berubah cokelat, seperti terbakar. Memang tidak semuanya, tetapi terjadi pada beberapa helai anak daun di setiap tangkai. Padahal, semula ia tertarik memelihara tanaman kuno itu lantaran sosoknya keras berkesan maskulin, penampilan menarik, dan berwarna biru-hijau silver. Sayang, sosok ideal itu seperti lenyap.

Menurut Andy Darmawan, pehobi encephalartos di Grogol, Jakarta Barat, daun encephalartos berubah menjadi cokelat karena terserang cendawan atau bakteri. Penyebabnya antara lain karena tempat tumbuhnya terhalang sehingga sinar matahari yang diterima terbatas. “Kalau full sun, biasanya tidak ada cendawan,” ujar kolektor 70-an encephalartos itu. Selain itu, pemula biasanya terlalu rajin menyiram karena ingin melihat tanamannya cepat besar. Pot tinggi

Andy Darmawan menyarankan bila encephalartos bermasalah, segera bongkar bonggol. Buang bagian yang busuk, keringkan 2—4 pekan, lalu tanam lagi. Jika perlu tambahkan obat anticendawan dan antibakteri sebelum penanaman. Setelah itu, semprot zat perangsang akar agar akar cepat “Pilihlan encephalartos yang pertumbuhannya cepat karena harganya lebih murah dibandingkan dengan encephalartos yang pertumbuhan lambat,” kata mantan manajer di sebuah perusahaan kimia wilayah Asia Pasifik itu.

Contoh encephalartos yang harganya relatif terjangkau ialah E. ferox, E. natalensis, E manikensis, dan E. horridus. Itu pun harus jenis normal berdaun hijau. Bukan jenis mutasi warna atau bentuk. Adapun encephalartos yang pertumbuhan lambat dan dan langka ialah E. woodii, E. latifrons, N. umgenii dan N. jolyfet. Pehobi pemula umumnya memilih E. horridus sebagai klangenan perdana. Jenis itu memang paling populer dan harga terjangkau.

Harga bibit horridus berdiameter bonggol 1—2 cm “hanya” Rp1-juta—Rp2-juta. Pehobi juga menyukai sosoknya karena unik, daun berduri, dan ukurannya pendek. Warna daun biru keperakan membuatnya tampak menarik. Pehobi di Jakarta Selatan, Iwan Hendrayanta, menyarankan pemula memilih encephalartos berukuran bonggol 5—6 cm yang memiliki 5—6 daun. “Bila memulai dari bibit 1—2 tahun, pemula bisa bosan merawat karena pertambahan diameter batang tidak nyata. Dalam     1 tahun hanya tambah 1 cm,” ujar Iwan.

Baca juga:  Biang Kerok Panen Anjlok

Menurut pemilik Nurseri Chiara-Chianti di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu wadah sebaiknya proporsional dengan ukuran tanaman. Bila pot terlalu besar dibanding bonggol tanaman, media akan cenderung lembap sehingga membahayakan perakaran. Idealnya gunakan wadah tinggi karena di alam, akar encephalartos panjang menghunjam ke bawah untuk mencari air. Sisi pot bagian bawah diberi lubang agar pembuangan air lebih lancar.

Media porous

Dari pengalaman Andy, encephalartos tidak suka bila medianya tergenang air. Oleh karena itu ia menyiapkan sendiri bahan media agar mudah mengatur komposisi yang porous. Ia menggunakan media adenium yang sudah jadi, pasir, batu apung, dan andam dengan perbandingan 1:1:1:1. Lalu ia tambahkan sedikit perlit untuk meningkatkan porositas sekaligus menahan kelembapan. Menurut pria berkacamata itu komposisi media di atas, sesuai untuk musim panas dan hujan sekaligus, tanpa harus mengganti.

Dengan media porous itu maka air siraman cepat terbuang. Selain itu media pun tidak cepat kering karena andam dan perlit sudah menangkap sebagian air siraman. Andy lantas meletakkan encephalartos— termasuk bibit di tempat terbuka. Penyiraman 2 kali per pekan. Ia meletakkan tanaman di teras hanya untuk tanaman yang menjalani pemulihan atau tanaman baru. Penyiramannya hanya secukupnya sekali per pekan agar tidak mengalami pembusukan akar. Bonggol encephalartos tahan kering hingga 1–2 bulan dan tidak mati.

Bibit kecil bisa membuat bosan menunggu pertambahan ukuran

Bibit kecil bisa membuat bosan menunggu pertambahan ukuran

Minim hara

Di habitatnya, encephalartos tumbuh di lahan kering minim hara. Menurut Iwan Hendrayanta, kebiasaan itu ternyata juga berlaku di luar habitatnya. Bila media mengandung banyak hara, tanaman kuno itu tetap hanya mengambil sesuai keperluan. “Jadi banyak pupuk yang terbuang percuma,” ujar Iwan mantan ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia (PFI). Berikan pupuk lambat urai dengan kandungan NPK seimbang 20:20:20 berdosis satu sendok teh per pot. Berikan setiap     3 bulan.

Baca juga:  Pucuk Generasi Penerus

Andy Dharmawan masih menambahkan pupuk kimia growmore dengan kandungan NPK seimbang, atau miracle grow plus super threave untuk merangsang pertumbuhan. “Siramkan ke tanaman sepekan sekali dengan dosis 1,5 cc per liter air. Dengan kondisi sehat, batang akan memunculkan daun 1—2 kali setahun. Bahkan untuk encephalartos berdaun hijau bisa flush 2—3 kali setahun.   “Semakin tua umurnya, encephalartos semakin cepat besar. Semakin banyak daun, juga tanaman semakin cepat besar,” kata Andy.

Secara umum, palem roti tahan terhadap hama dan penyakit. Namun, saat terbentuk daun muda, belalang kerap menggerogotinya. Penyakit yang kerap menyerang ialah cendawan seperti yang dikeluhkan Ronny Manoppo di atas. Soal penggantian pot tergantung proporsi bonggol dengan wadah. Bila bonggol hampir sama besar dengan pot, maka wadah itu segera diganti. Jika harus mengganti pot, sebaiknya hindari bola akar rusak karena membuatnya stres.

Akibat akar rusak pertumbuhan berhenti sementara untuk memulihkan kondisi. Jadi lebih baik wadah yang dirusak ketika proses pergantian wadah. Dengan mengetahui cara rawat yang tepat, encephalartos menjadi koleksi yang membanggakan sekaligus menjadi investasi karena nilai jual selalu naik seiring pertambahan ukuran batang. (Syah Angkasa)

538_ 43-3

  1. Pilih media adenium, pasir, batu apung, dan andam dengan perbandingan : 1:1:1:1. Tambahkan sedikit perlit
  2. Gunakan wadah tinggi sebab akar encephalartos cenderung memanjang ke bawah.
  3. Tempatkan di tempat terbuka sehingga terkena sinar matahari sepanjang hari
  4. Penyiraman 2 kali sepekan
  5. Berikan satu sendok teh pupuk lambat urai setiap 3 bulan. Tambahkan pupuk cair (misal growmore, hiponex) yang dicampur super threave dengan dosis 1,5 cc per liter air. Semprotkan tiap pekan.
  6. Hama encephalartos ialah belalang, semprotkan insektisida berbahan aktif tembaga sulfat atau cendawan Beauveria bassiana.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *