Hannibal, mengalami alergi makanan setelah memasuki usia dewasa.

Hannibal, mengalami alergi makanan setelah memasuki usia dewasa.

Pemberian pakan yang tepat dapat mencegah serangan penyakit pada kucing.

Fajar Rochyadi cemas melihat perilaku aneh kucing klangenannya. Pasalnya, Jhonny, anak kucing persia bulu pendek umur 4 bulan miliknya, kerap diare saat buang air besar. Itu terjadi berkali-kali. Menurut pehobi yang memelihara 8 kucing itu, kitten atau anak kucing lebih rentan mengalami diare. “Terkadang ada salah satu kucing yang tidak cocok dengan makanan tertentu, tapi kucing lain cocok dengan jenis makanan yang sama” kata Fajar.

Setiap kucing memiliki kecocokan tersendiri dengan pakannya.

Setiap kucing memiliki kecocokan tersendiri dengan pakannya.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, Fajar memberi pakan berupa makanan kucing kering. “Khusus untuk akhir pekan saya berikan rebusan daging ayam yang disuwir atau jantung ayam dicampur kuning telur,” katanya. Fajar memilih makanan kucing kering sebagai makanan utama karena lebih praktis. “Setiap hari Senin—Jumat saya bekerja. Jadi lebih praktis jika memberikan makanan kucing kering,” katanya.

Mineral
Pehobi lain yang klangenannya juga diare karena pakan adalah Ririn Subroto. Hannibal, salah satu klangenannya, tiba-tiba kerap menggaruk bagian lehernya seperti merasakan gatal setelah diberi makan. Gejala lain yang terlihat adalah bersin, batuk, dan seperti menderita bengek. Akibatnya, bulu sekitar leher pun rontok akibat terus-menerus digaruk. Perempuan asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau, itu lalu bergegas membawa klangenannya ke dokter hewan.

Hasilnya pemeriksaan laboratorium menunjukkan kucing persia berumur satu tahun itu mengalami alergi terhadap makanan kering. Ririn pun harus mengganti makanan kering dengan rebusan daging cincang atau suwiran daging ayam. “Padahal waktu kecil dulu Hanibal tidak alergi makanan. Setelah dewasa tiba-tiba menjadi alergi,” kata ibu tiga anak itu.

Richard Kischner atau Jackson Galaxy dijumpai saat kunjungan ke Indonesia.

Richard Kischner atau Jackson Galaxy dijumpai saat kunjungan ke Indonesia.

Menurut Richard Kirschner, yang dikenal dengan nama Jackson Galaxy, ahli kucing dari Amerika Serikat, pakan kucing sebaiknya diberikan dalam bentuk makanan basah. Pasalnya, sebanyak 75% air yang dibutuhkan kucing justru berasal dari makanan. “Jangan paksakan kucing Anda memakan sesuatu yang tak diinginkan. Secara alamiah kucing memiliki naluri memilih makanan untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya,” kata pengisi acara televisi My Cat From Hell asal kota Manhattan, Amerika Serikat, itu.

Baca juga:  Pencetak Anthurium Kampiun

Menurut Novi Wulandari, menejer hubungan publik PT Royal Canin Indonesia, kucing adalah adalah hewan karnivora, sehingga komponen nutrisi  terbesar yang dibutuhkan adalah protein, kemudian diikuti lemak dan karbohidrat dalam jumlah kecil. Nutrisi untuk kucing harus lengkap dan seimbang serta perlu nutrisi esensial seperti taurin, asam arakidonat, beta karoten, dan vitamin A.

Usia
Novi menambahkan, kebutuhan nutrisi berbeda antara anak kucing dan kucing dewasa. “Anak kucing butuh protein lebih banyak, kalori lebih banyak ,DHA untuk syaraf, mudah dicerna, prebiotik, mos & antioksidan untuk kekebalan alami,” kata Novi. Sementara kucing dewasa membutuhkan kalori seimbang dan mineral terkontrol, untuk kesehatan kulit, rambut, dan saluran kemih agar menurunkan resiko pembentukan batu urin. Senada dengan Novi, Menurut drh Hendwinanda Novarianto Kusuma Wibowo, pemberian pakan juga harus memperhatikan umur kucing. “Jika kucing masih anakan, umur 2—12 bulan, sebaiknya berikan makanan kucing berprotein tinggi yang diperlukan untuk pertumbuhan,” tuturnya.

Fajar Rochyadi dengan Jhonny klangenan miliknya.

Fajar Rochyadi dengan Jhonny klangenan miliknya.

Untuk kucing dewasa, umur 1—7 tahun, sebaiknya berikan pakan yang mengandung protein lebih rendah dari pakan untuk kitten. Sementara untuk kucing berumur lebih dari 7 tahun berikan pakan kucing khusus, yaitu pakan kucing untuk senior. “Pada umur itu kondisi organ tubuh kucing, khususnya ginjal, sudah mengalami penurunan fungsi. Karena itu berikan pakan yang mengandung protein sangat rendah,” kata kolektor figur aksi Saint Seiya itu.

Siap sedia
Apa penyebab kucing alergi? Menurut Hendwinanda ada 2 faktor penyebab alergi, yaitu faktor individu kucing itu sendiri dan genetik atau keturunan. “Penyebab yang lebih dominan individu dari setiap kucing,” katanya. Gejala yang kerap dialami kucing akibat tidak cocok makanan di antaranya muntah, diare, bahkan ada yang sampai tidak berurine.

Baca juga:  Peralatan Hidroponik

“Sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan untuk memastikan kondisi kucing,” kata Hendwinanda. Jika sudah dipastikan penyebab alergi karena pakan yang tidak cocok, maka pakan harus diganti. “Sebaiknya ganti dengan makanan yang berkualitas lebih bagus daripada yang sebelumnya,” papar pria kelahiran Jakarta, 6 November 1978 itu.

drh Hendwinanda NKW di kliniknya di Jakarta Selatan.

drh Hendwinanda NKW di kliniknya di Jakarta Selatan.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah hindari memberikan makanan manusia kepada kucing. Ada kalanya ketika pemilik kucing sedang makan, ia memberikan sedikit makanannya ke kucing. Padahal, bumbu untuk makanan manusia ternyata tidak boleh dimakan kucing. “Biasanya menimbulkan gejala ringan seperti muntah dan diare sesaat. Namun, ada juga yg muntah dan diare berlebihan, keracunan, bahkan bisa menyebabkan kematian,” paparnya.

Makanan lain yang “haram” untuk Felis silvestris adalah cokelat, buah-buahan yang sudah terfermentasi, beraroma tajam, singkong, talas, ubi jalar, dan umbi-umbian lainnya. “Pakan yang paling aman jika sedang kehabisan pakan kucing pabrikan adalah rebusan atau kukusan daging ayam atau ikan segar,” kata Hendwinanda. Karena itu para pemilik kucing upayakan makanan kucing selalu tersedia di rumah. Pastikan persediaan pakan dan cadangannya selalu tersedia agar felis tak meringis. (Muhamad Fajar Ramadhan)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d