Erik Yuei Yanto, “Penggunaan prebiotik mempercepat masa panen pada ayam pedaging organik”

Erik Yuei Yanto, “Penggunaan prebiotik mempercepat masa panen pada ayam pedaging organik”

Budidaya ayam organik dengan prebiotik dan ramuan herbal.

Ini rutinitas Chung Boom Soo setiap pagi. Peternak di Bekasi, Jawa Barat itu pergi ke kandang  berukuran 6 m x 4 m untuk memeriksa kotoran 300 ayam broiler organik. Secuil kotoran ayam diambil lantas ia mencium aromanya. “Bila baunya menyengat, tanda kualitas pakan tidak bagus,” kata pria keturunan Korea Selatan itu. Bila sudah begitu Chung akan memberikan larutan prebiotik 3 : 10 melalui air minum. Artinya ia menambahkan 3 bagian prebiotik pada 10 bagian minuman ayam.

Hal serupa dilakukan Erik Yuei Yanto, peternak ayam organik di Cisauk, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.  Setiap 50 kg pakan ia menambah 2,5 kg prebiotik yang mengandung 15 asam amino esensial hasil demineralisasi endapan lava Gunung Krakatau dan jasad renik.  Dengan cara itu Erik mampu meraih food convertion ratio (FCR) 1,3. Artinya, untuk menghasilkan 1 kg daging hanya perlu pakan 1,3 kg. Dalam beternak ayam FCR berkisar 1,5.

 

Daun sirih berfungsi sebagai antibiotik alami dalam budidaya  ayam organik

Daun sirih berfungsi sebagai antibiotik alami dalam budidaya ayam organik

Prebiotik

Menurut Ir Kundrat Hidajat MSc dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, prebiotik mampu menurunkan konsumsi pakan melalui perbaikan sistem metabolisme ayam. Saripati pakan akan diserap maksimal oleh tubuh. Indikator kualitas pakan memang dapat diketahui dari bentuk dan aroma kotoran.  “Bila padat dan tanpa aroma reaksi penyerapan dan penguraian pakan berlangsung baik sehingga zat beracun seperti  amonia dan asam sulfida minim,” kata Kundrat.

Kundrat menjelaskan prebiotik pakan sebenarnya pakan tambahan yang berbentuk substansi organik dengan bahan dasar senyawa mineral. Prebiotik mampu membantu penyerapan sari makanan baik secara enzimatis atau melalui bantuan bakteri pengurai. Asam amino esensial di dalam prebiotik memang penting untuk menjaga reaksi enzimatis. “Prebiotik dengan penambahan herbal dan enzim merupakan aplikasi dari prebiotik itu sendiri,” kata Kundrat.

Baca juga:  Kista Tumor Jinak

Pemakaian prebiotik membuat peternak cepat panen. “Panen bisa maju sepekan, pada ternak ayam pedaging  yang  rata-rata 28 hari,” kata  Erik yang dapat memperoleh bobot ayam organik 1 kg  dalam 24 hari itu. Prebiotik juga mempengaruhi kualitas mutu daging ayam organik karena kadar air dan lemak ayam berkurang. “Sebab itu ayam organik memiliki tekstur daging kenyal,” kata Kundrat. Kadar air rendah  juga membuat ayam organik lebih cepat matang saat dimasak ketimbang nonorganik. “Lebih hemat bahan bakar saat mengolahnya,” ujar praktikus budidaya ayam rendah lemak itu.

Sejatinya permintaan ayam organik semakin meningkat. Chung menyebutkan ia  mampu menjual rata-rata 2.000 ayam per bulan. “Permintaan rata-rata mencapai 5.000 ekor per bulan,” ujar alumnus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu. Chung menjual ayam organik  seharga Rp45.000 per kg (karkas) ke ritel dan restoran. Berbeda dengan Erik yang menjual ayam hidup dengan harga Rp28.000 per kg  dan Rp35.000 (karkas). Menurut pria alumnus Sekolah Desain Billy Blue, North Sydney, Australia, itu harga jual yang berbeda tipis dengan ayam pedaging nonorganik itu sebagai upaya membuka pasar. “Pembeli utamanya mayoritas kalangan yang menyadari pentingnya kesehatan seperti dokter, pelaku diet sehat, atau lanjut usia,” kata Erik.

 

Ayam organik memiliki kepadatan daging tinggi dengan  kadar air dan lemak rendah

Ayam organik memiliki kepadatan daging tinggi dengan kadar air dan lemak rendah

Kendala

Meski beternak ayam organik menarik, menurut Erik kendala juga menghadang. Peternak perlu mewaspadai perubahan cuaca. Erik memiliki pengalaman buruk pada Agustus 2013, 140 ekor dari 1.110 ayam yang dipelihara sakit dan harus dimusnahkan. Harap mafhum, salah satu syarat organik adalah menghindari pemakaian vaksin dan antibiotik. “Kelulusan hidup ayam organik yang dipelihara semula 95% turun menjadi 90%,” kata Erik. Walhasil, survival rate (SR) ayam organik turun 5%.

Baca juga:  Akhiri Pesta Marumba

Sebagai pengganti vaksin dan antibiotik Erik memberi ramuan herbal sejak ayam berumur sehari. Ramuan itu terdiri atas daun sirih, rimpang kunyit, jahe, temuhitam, temuputih, dan pasak bumi. Ia fermentasi bahan itu selama hari. Setiap 100 ml ekstrak fermentasi itu dicampurkan dengan 700—720 ml air di wadah minum. Dengan cara itu terbukti tingkat kematian bisa ditekan sampai 0%. “Padahal sebelumnya setiap pekan 7—15 anak ayam selalu mati,” katanya. Daun sirih  berfungsi sebagai antibiotik, jahe sebagai penghangat tubuh, sedangkan kunyit dan kencur untuk penambah nafsu makan, serta pasak bumi sebagai penjaga stamina.

Chung memiliki cara lain menghindari ayam dari penyakit. Ia membuat lapisan tanah di dalam kandang. Tanah itu dicampur dengan beberapa campuran seperti sekam  dan serbuk gergaji. Tujuannya supaya ayam organik tumbuh alami. Banyak peternak khawatir menggunakan tanah sebagai alas kandang karena khawatir penyakit mudah menyebar melalui kotoran.

“Hal itu bisa dihindari dengan  rutin mengganti tanah setiap seminggu sekali,” kata Chung. Kepadatan  populasi juga diatur 10 ekor/m2. “Dengan aplikasi itu survival rate ayam organik bisa 97%,” kata Chung yang memperoleh sertifikasi organik dengan kualitas daging ayam tertinggi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi DKI Jakarta. (Nurul Aldha Mauliddina Siregar)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d