Nyaris Tanpa Kolesterol 1
Telur asin produksi Ambar terbukti berkadar kolesterol rendah berdasarkan uji di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Institut Pertanian Bogor

Telur asin produksi Ambar terbukti berkadar kolesterol rendah berdasarkan uji di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Institut Pertanian Bogor

Kadar kolesterol telur asin umumnya 100 mg/dL, dengan herbal cuma 4 mg/dL.

“Saya boleh makan telur asin, tapi kata dokter tidak boleh sering-sering dan konsumsinya juga harus sedikit,” kata H Nemit di Bekasi, Jawa Barat. Maklum, konsumsi telur asin meningkatkan kandungan kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, penderita kolesterol tinggi seperti Nemit sangat membatasi konsumsi telur asin. Kini penderita kolesterol tinggi tak perlu lagi takut mengonsumsi telur asin. Ambar Turatminah di Semper Timur, Jakarta Utara, memproduksi telur asin rendah kolesterol.

Perempuan kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, Desember 1954 itu, sukses menurunkan kadar kolesterol pada telur, yakni hanya 4 mg/dL. Lazimnya kadar kolesterol telur asin biasa mencapai 100 mg/dL. Selain rendah kolesterol, telur asin produksi Ambar juga rendah lemak, 5,24 g, pada umumnya, 13,6 g. Ambar memproduksi telur asin rendah lemak dan kolesterol itu berkat penggunaan beragam tanaman herbal seperti akar alang-alang, kayu secang, daun dewa, daun jambu biji, dan daun salam (lihat infografis).

Menurut herbalis di Plumpang, Jakarta Utara, Ning Harmanto, akar alang-alang, kayu secang, daun jambu biji, dan daun salam memang berkhasiat menurunkan kandungan kolesterol. Sementara daun dewa berfungsi sebagai anticendawan sehingga mencegah tumbuhnya cendawan di telur. “Jahe berfungsi menghilangkan bau amis telur,” kata Ambar. Ia mengetahui manfaat tanaman herbal bagi kesehatan itu dari Suku Dinas Pertanian Jakarta Utara.

“Waktu itu saya berpikir kalau garam saja bisa meresap ke dalam telur, maka air hasil rebusan herbal juga bisa meresap ke dalam telur,” kata ibu 2 anak itu. Ambar memproduksi telur asin rendah kolesterol sejak 2008.

Ambar Turatminah produksi telur asin herbal sejak 6 tahun silam. Penjualan saat ini 85.000 telur per bulan

Ambar Turatminah produksi telur asin herbal sejak 6 tahun silam. Penjualan saat ini 85.000 telur per bulan

Banjir pesanan

Baca juga:  Palem Kuno Tetap Bugar

Konsumen menggemari telur rendah kolesterol bikinan Ambar. Padahal, sebelumnya ia kesulitan menjual. “Setiap ikut pameran telur asinnya kurang laku hingga harus dibawa pulang kembali untuk konsumsi sendiri,” kata ketua Kelompok Tani Candi Jaya itu. Kejadian itu berlangsung hingga 3 bulan.

Akhirnya Ambar berinovasi. “Kalau telur asin saya mau laku maka harus berbeda dengan yang ada di pasaran,” ujar alumnus D1 Matematika Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) Santa Maria, Purworejo itu. Saat itulah ia mempunyai ide membuat telur asin rendah kolesterol.

Dengan bantuan Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan serta Suku Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Jakarta Utara, Ambar memasarkan telur asin rendah kolesterol dengan kemasan menarik dari pameran ke pameran. “Dinas Peternakan Jakarta Utara memfasilitasi untuk memperoleh informasi mengenai kemasan yang menarik dan aman,” kata Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta Utara, Sri Wahyuni.

Penjualan telur asin Ambar pun semakin meningkat. Semula produksinya hanya 200 butir per bulan kini menjadi 2.000 – 3.000 butir per hari. Selain menjual di pameran, Ambar pun memasok beberapa pasar swalayan besar di Jakarta dan sekitarnya. Untuk pasar swalayan, “Permintaan mencapai 35.000 butir per bulan,” katanya. Sejatinya permintaan dari pasar swalayan selalu meningkat. Namun, Ambar belum bisa memenuhi lantaran kesulitan bahan baku. “Mereka mensyaratkan bobot telur 65 – 70 g per butir,” ujar Ambar.

Saat ini Ambar menjual telur asin rata-rata 85.000 butir per bulan atau sekitar 1-juta telur per tahun. “Dalam setahun didapat omzet sekitar Rp818-juta. Dari situ saya mendapat keuntungan sekitar 8 – 10%,” kata Ambar yang mendapat pasokan dari peternak itik di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara dan Indramayu, Jawa Barat. “Pasokan dari peternak di Rorotan 15.000 telur per pekan, sedangkan dari Indramayu 10.000 – 15.000 telur per 2 minggu,” katanya.

Baca juga:  Perbaiki Kaki Burung

Ia memilih peternak itu karena mereka memberikan pakan berupa kepala dan kulit udang. Dengan begitu telur asin yang dihasilkan rasanya gurih seperti udang. Keistimewaan lain, telur asin berwarna menarik. “Kuning telurnya berwarna kemerahan,” ujar istri Subarkah itu. Kandungan betakaroten telur asin juga tinggi, 3,8 g. Dibarengi pengolahan menggunakan herbal, jadilah telur asin yang aman dikonsumsi penderita hipertensi. (Rosy Nur Apriyanti)

Telur Herbal

535_ 140

  1. Siapkan herbal segar: akar alang-alang, daun dewa, daun panjang nyawa, daun jambu biji, daun tolesom, dan daun salam masing-masing 100 gram. Tambahkan 50 g kayu secang, 20 g daun teh hijau, 20 g ketumbar, dan 1 rimpang setara 50 g jahe (ilustrasi dari kiri ke kanan).
  2. Rebus bahan herbal dengan 3 liter air hingga mendidih dan tersisa setengahnya kemudian saring untuk memperoleh air rebusan.
  3. Campur air herbal dengan 1 kg tanah merah, 1 kg garam dapur halus beryodium, gula merah, abu gosok, dan bubuk batubata masing-masing 250 g sebagai bahan pelapis telur. Campuran bahan pelapis itu untuk 100 telur.
  4. Ambil telur itik terpilih: berumur maksimal 4 hari setelah ditelurkan, kuning telur berada di tengah, dan tidak ada noda hitam. Cuci dengan air mengalir hingga bersih.
  5. Gulingkan telur dalam bahan pelapis hingga rata lalu letakkan di wadah dengan bagian telur yang runcing di bawah agar rongga udara berada di atas. Diamkan selama 10—15 hari.
  6. Rendam 50 telur dalam larutan air sitrun berkonsentrasi 15 cc sitrun per 25 l air selama 3—5 menit. Kemudian cuci telur dengan air mengalir hingga bersih. Rebus telur hingga matang dan dinginkan. Telur asin rendah kolesterol siap dinikmati. (Rosy Nur Apriyanti)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments