Trubus Edisi Juli 2018 Highrest.pdf

Jus mengkudu membantu penderita jantung.

 

Di balik rupa buruk buah mengkudu terkandung khasiat super bagi penderita jantung.

Pada 8 Januari 2014, Usy Nur Endah tengah asyik di depan komputer. “Saat itu saya sedang mengoreksi nilai ujian mahasiswa. Tak diduga, tiba-tiba ada rasa nyeri di dada,“ ujar dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya itu. Ia segera menenggak obat jantung yang rutin dikonsumsi. Sayang, rasa sakit tak kunjung reda hingga pagi menjelang.

Keesokan pagi, Usy-sambil menahan nyeri di dada-melanjutkan aktivitas rutinnya. Namun, rasa sakit yang mendera malah makin intens. Akhirnya ibu 3 orang anak itu pun menyerah. Ia pun dilarikan dengan ambulan ke salah satu rumahsakit di Kota Palembang, Usy lantas menjalani serangkaian pemeriksaan. Selain pemeriksaan darah, uji lainnya yakni elektrokardiografi (EKG) untuk mengecek aktivitas listrik di jantung; ekokardiografi berhubungan dengan anatomi dan morfologi jantung; serta foto rontgen untuk pencitraan kelainan bentuk jantung. Beberapa hari kemudian juga dilakukan uji jantung melalui kateterisasi.

Makanan tidak sehat dapat mengakibatkan sakit jantung

Makanan tidak sehat dapat mengakibatkan sakit jantung

Sebuah selang kateter dimasukkan ke pembuluh jantung melalui pangkal paha. Itu untuk mengetahui letak penyumbatan pada pembuluh jantung. Terakhir, pemeriksaan nuklir melalui penyuntikan bahan radioaktif ke dalam pembuluh vena. Hasil kateterisasi dan nuklir diamati dengan kamera digital.

Operasi by-pass

Seluruh uji itu menemukan 3 penyumbatan pembuluh jantung sebesar 90%, 80%, dan 70—80%. Besarnya persentase menunjukkan bagian pembuluh yang tertutup lemak penyebab penyempitan. Vonis dokter pun dijatuhkan, Usy harus menjalani operasi by-pass. Dengan tabah, akhirnya wanita berusia 45 tahun itu memasuki ruang operasi pada 30 Januari 2014.

Untunglah, operasi Usy berjalan lancar. Tepat 2 minggu setelah operasi, ia diperbolehkan pulang. Selama 2 bulan kemudian, hobiis tabulampot itu menjalani rehabilitasi dan fisioterapi. Saran dokter, ia mesti menjalani gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, banyak mengonsumsi sayuran dan buah, juga menghindari makanan berlemak, kopi, serta stres.

Skopoletin

Usy Nur Endah, penderita jantung berangsur membaik dengan konsumsi mengkudu

Usy Nur Endah, penderita jantung berangsur membaik dengan konsumsi mengkudu

Paska operasi, kondisi jantung istri dari Koesdian itu belum sepenuhnya pulih. Sebuah harapan muncul pada November 2014. Seorang teman, Ari Purnomo, menyarankan Usy untuk mengonsumsi jus mengkudu. Berharap kesembuhan, wanita asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu pun mulai mengonsumsi 30 ml jus mengkudu 3 kali sehari. Asupan pertama menyegarkan tubuh. Tiga pekan kemudian, Usy mampu tidur nyenyak pada malam hari. Padahal sebelumnya ia mengalami insomnia alias susah tidur. “Dulu tidur beberapa jam saja merupakan suatu anugerah,” tutur alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya itu.

Baca juga:  Seri Walet (210): Liur Emas di Antara Riuh

Genap sebulan, keluhan Usy seperti nyeri dada dan sesak napas, hilang. Kini ia tak khawatir menjalani aktivitasnya mengajar dan kegiatan sosial lainnya. Untuk mempertahankan kesehatan, ia tetap mengonsumsi 30 ml jus mengkudu 3 kali sehari.

Neil Solomon MD PhD, ahli fisiologi dari Universitas John Hopkins, Amerika Serikat, mengungkapkan kandungan skopoletun pada mengkudu. Fungsi senyawa itu melebarkan saluran pembuluh darah ke jantung yang mengalami penyumbatan. Aliran darah yang lancar menyebabkan jantung tak perlu bekerja keras memompa darah. Efeknya, tekanan darah menjadi normal.

Pola makan sehat menghindari kita dari berbagai macam penyakit.

Pola makan sehat menghindari kita dari berbagai macam penyakit.

Menurut dr Oetjoeng Handajanto, dokter di Bandung, Jawa Barat, mengkudu juga kaya senyawa aktif xeronine. Senyawa aktif itu berasal dari alkaloid proxeronine yang terdapat dalam tubuh. Proxeronine diikat oleh enzim proxeroninase menjadi xeronine. Xeronine ini mampu menembus inti sel. Oetjoeng menggambarkan, “Sel ibarat gelas tertutup, xeronine mampu membuka tutup itu,” ujarnya.

Xeronine bekerja membersihkan sel dan memperbaiki sel rusak. Mekanisme itulah yang memulihkan fungsi ginjal Usy. Xeronine juga mampu membongkar lapisan lemak penyumbat aliran darah ke jantung. Belum lagi kandungan nitrit oksida dalam mengkudu, sangat bermanfaat bagi jantung. Senyawa itu memperlebar pembuluh darah dan memperlancar pasokan oksigen ke jantung. Satu herbal itu membantu mengobati 2 penyakit maut sekaligus.

Multikhasiat

Belakangan manfaat mengkudu terfokus pada khasiatnya sebagai obat. Riset Dr. Ralph M. Heinicke dari Hawaii University terhadap 8.000 responden membuktikan, terapi mengkudu mengatasi beragam penyakit dengan tingkat kesembuhan 66— 91%. Di antaranya masalah otot, kesehatan fisik dan mental, stres, ginjal, arthritis, hipertensi, diabetes, stroke, jantung, gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, dan kanker.

dr. Oetjoeng Handajanto, dokter asal Bandung, Jawa Barat.

dr. Oetjoeng Handajanto, dokter asal Bandung, Jawa Barat.

Menurut Ari Purnomo yang merupakan alumnus Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, mengkudu yang mengandung senyawa skopoletin memiliki efek melebarkan pembuluh darah (vascodilator) dan memperlancar peredaran darah. Ia efektif menurunkan tekanan darah dan kadar asam urat darah. Selain itu ia juga mengandung senyawa antraquinon yang memiliki efek antiinflamasi. “Salah satu khasiatnya untuk mengatasi radang sendi atau rematik,” kata Ari.

Mengkudu mengandung banyak senyawa berkhasiat obat. Selain skopoletin dan antraquinon yang memiliki efek antihipertensi dan antiradang, ia juga mengandung asam askorbat, damnacanthal, xeronine, proxeronine, dan serotonin. Damnachantal dikenal sebagai senyawa antikanker, xeronine mengaktifkan enzim dan mengatur fungsi protein di dalam sel. Serotonin mengatasi stres, migrain, memperbaiki metabolisme, dan menenangkan perasaan. Ia juga berefek diuretik.

Menurut dokter di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Prof Dr dr Budi Setianto SpJP(K), penyakit jantung koroner berhubungan dengan pembuluh darah koroner. Fungsi pembuluh itu mengalirkan darah ke otot-otot jantung. Pada manusia usia 20 tahun, mulai timbul gurat-gurat lemak di pembuluh organ itu. Semakin bertambah umur, tumpukan lemak juga bertambah. Dampaknya lapisan dalam pembuluh darah rusak.

Baca juga:  Pangan Kaya Gizi

Penumpukan lemak di dinding pembuluh darah jantung alias koroner diikuti proses penimbunan jaringan ikat, pembekuan darah, hingga perkapuran. Semua gangguan itu mempersempit atau menyumbat pembuluh darah. Maka otot jantung di daerah itu kekurangan darah. Pada fase itulah terasa nyeri dada sampai infark jantung atau lebih dikenal sebagai serangan jantung yang menyebabkan kematian mendadak.

Pola makan

Gejala nyeri dada dan sesak napas akibat terganggunya kerja jantung dalam memasok darah ke otak. Detak jantung kemudian menjadi terlalu lemah atau terlalu kencang. Terlalu lemah berakibat jantung gagal memompa darah ke otak. Dampaknya otak kekurangan oksigen dan sering pusing. Kekurangan oksigen dalam darah pada tubuh bagian lain berakibat timbulnya rasa sakit di bagian itu.

Banyak faktor pemicu penyakit jantung koroner dan seluruhnya saling terkait. Faktor gaya hidup—seperti pola makan—banyak berperan meningkatkan kadar kolesterol, menaikkan tekanan darah, dan memicu diabetes melitus. Pun kebiasaan merokok, kurang olahraga, dan stres tinggi. Asap rokok mempercepat pembekuan darah dan penumpukan lemak pada dinding jantung sehingga menghambat pasokan oksigen ke jantung.

Karakter Usy Nur Endah yang mudah stres bila sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, turut andil. Itulah yang terjadi saat serangan jantung pertama 4 tahun silam. Saat itu, ia tengah berduka karena kehilangan ayahnya. Saat emosi meningkat, denyut jantung semakin cepat. Itu sekaligus menyebabkan naiknya tekanan darah.

Menurut dr Oetjoeng, serangan jantung koroner terjadi bila saluran pembuluh darah yang menuju ke jantung tersumbat. Penyebabnya adalah lemak jahat (low density lipoprotein alias LDL) dalam darah yang mengendap lalu menggumpal di sepanjang dinding arteri. Dalam bahasa medis penggumpalan itu disebut aterosklerosis. Lemak yang mengental dan mengeras—yang disebut plak—mempersempit saluran arteri.

Pada kondisi itu yang paling mudah dideteksi adalah tekanan darah meningkat karena laju aliran darah ke jantung dan organ lain terhambat. Kerja jantung menjadi lebih keras karena darah banyak mengandung lemak jahat. Plak dalam saluran juga mengurangi jumlah oksigen untuk memasok jantung dan organ lain. “Bila plak menutupi seluruh saluran, terjadi serangan jantung. Pasokan oksigen dan darah terhenti,” kata Oetjong. Bila pembuluh darah kemudian pecah karena tekanan yang kuat, maka terjadi stroke.

Jika penyumbatan pembuluh darah mencapai 50—70% pasien mesti menjalani pemasangan stent. “Jika di atas itu dan pembuluh koroner cabang depan, cabang belakang, dan cabang yang memutari jantung sudah tersumbat maka harus operasi by pass,” kata dr Budi. Jika penyumbatan di bawah 50% pasien cukup mengonsumsi obat yang bekerja memperlebar pembuluh darah. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d