Pemanfaatan lada tidak melulu sebagai bumbu masak, tapi juga untuk parfum dan farmasi.

Pemanfaatan lada tidak melulu sebagai bumbu masak, tapi juga untuk parfum dan farmasi.

Alur hidup pekebun lada: bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Keputusan Nurjaya mengebunkan lada di lahan kosong miliknya memang tepat. Kini pekebun di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu menuai laba lada. Penantian selama 4 tahun berbuah manis. Pada 2014 Nurjaya memanen perdana buah Piper nigrum. Saat itu ia mendapat 50 kg merica kering seharga Rp150.000 per kg sehingga omzetnya Rp7,5-juta.

Setahun kemudian, pria kelahiran 1971 itu kembali menuai pedes, sebutan lada oleh masyarakat Jawa Barat. Hasil panen saat itu melonjak 200% karena ia memperoleh 150 kg lada kering. Dengan harga lada Rp150.000 per kg, maka omzet Nurjaya Rp22,5-juta. Kebun yang berproduksi 1 ha dan panen diperoleh dari 3.000 tanaman.

“Ongkos produksi Rp25.000 per tanaman,” kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya itu. Sejatinya ia memiliki 6 ha kebun lada. Belum semua lahan ditanami karena penanaman setiap tahun secara bertahap. Jika semua tanaman berbuah, rekening tabungan Nurjaya semakin membengkak. (Riefza Vebriansyah)

Untung Ada Lada
Asumsi
• Panen pertama 0,5 kg per tanaman dan meningkat 0,25 kg per tanaman per tahun.
• Harga komponen pupuk dan tenaga kerja konstan selama 10 tahun.
• Harga jual konstan selama 10 tahun
• Sumber: Ir Nurjaya MM

analisa-usaha-lada1

 

analisa-usaha-lada2

Tags: analisa usaha lada, budidaya lada, laba lada

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d