Penangkaran nemo di Balai Perikanan Budidaya Laut, Ambon.

Penangkaran nemo di Balai Perikanan Budidaya Laut, Ambon.

Ikan nemo baru dengan kombinasi warna dan corak lebih beragam dan seronok.

Film “Finding Nemo” melambungkan popularitas ikan giru yang sohor dengan sebutan ikan badut. Sosok nemo Amphiprion ocellaris memang khas dengan tubuh belang-belang. Balai Perikanan Budidaya Laut, Ambon, Provinsi Maluku, sukses menangkarkan nemo yang memiliki warna dan corak lebih beragam dan seronok. Semula ikan karang yang hidup di kedalaman 50 meter itu berwarna kombinasi putih dan jingga.

Balai Perikanan Budidaya Laut melakukan hibridisasi dari 12 pasang nemo yang menghasilkan warna, corak, dan ukuran yang sangat beragam. Warna jingga, kuning, putih, dan hitam dengan berbagai macam corak berbeda dengan yang ada di alam. Nemo hasil persilangan antara snowflake dengan picasso menghasilkan burayak yang eksotis sehingga menambah keragaman ikan giru.

Salah satu corak hasil hibridisasi nemo picasso.

Salah satu corak hasil hibridisasi nemo picasso.

Beragam warna
Tingkat keragaman hasil persilangan snowflake dengan picasso relatif tinggi, yaitu 25—45% memiliki corak dan warna mirip dengan snowflake, 10—20% berwarna belang jingga tua dan putih dengan warna hitam sebagai lis. Selebihnya, 5—10% berwarna dominan putih dengan kepala berwarna jingga dan 20—25% berwarna dominan putih dan kepala berwarna kuning.

Adapun hibridisasi antara black photon dengan nemo biak menghasilkan 40% nemo berwarna dominan hitam mirip black photon dan 6% berwarna dominan jingga dibandingkan kedua induknya. Selain kedua pasang silangan itu, BPBL Ambon melakukan 10 persilangan lainnya. Hibridisasi itu dilakukan untuk meningkatkan nilai jual ikan omnivora itu.

Baca juga:  Merpati Tercantik

Semula pada 2013—2014, BPBL Ambon melakukan pembenihan lima jenis nemo, yaitu pelet, nemo jingga, nemo giro pasir, nemo balong padang, dan nemo biak. Namun, corak yang tidak menarik membuat harga jual nemo saat itu murah. Harga jual benih ikan nemo berumur 42 hari berukuran 2 cm hanya Rp 2.000. Selain corak, harga jual juga dipengaruhi oleh warna dan ukuran.

Simbiosis mutualisme anemon dan nemo.

Simbiosis mutualisme anemon dan nemo.

Semakin besar ukuran maka semakin mahal harga jual. Setelah dilakukan hibridisasi, harga jual bibit nemo paling tinggi, yaitu Rp20.000 dengan corak warna dominan putih, garis, dan totol hitam di bagian belakang tubuh dan kepala berwarna jingga. Permintaan paling banyak dari jenis black poton dan picaso. Permintaan benih sampai September 2015 yaitu nemo black photon 17.792 ekor dan picasso 17.642 ekor.

Budidaya
BPBL Ambon membudidayakan nemo di kolam berukuran 50 cm x 50 cm x 45 cm. Tingkat salinitas 30—31 ppm. Air yang berasal dari air laut dipompa dan masuk ke tandon atau penampungan untuk diendapakan selama sehari. Setelah itu air masuk ke filter lalu mengalir ke akuarium. Dalam akuarium hanya satu pasang nemo yaitu jantan dan betina.

Sebanyak 10-20% hasil hibridisasi picasso berwarna dominan putih.

Sebanyak 10-20% hasil hibridisasi picasso berwarna dominan putih.

Untuk membudidayakan nemo memerlukan beberapa tahap, pertama adalah seleksi induk. Seleksi dilakukan untuk mendapatkan induk unggul, sehat, tidak cacat, dan ukuran sesuai dengan standar induk. Pengamatan dilakukan secara visual dan mengukur panjang nemo dengan alat ukur. Indukan ideal berumur kurang lebih 4 bulan berukuran 4—5 cm untuk pejantan, sedangkan untuk indukan betina berumur 2 tahun dengan panjang 7 cm.

Baca juga:  Elok Buket Tiada Tara

Tidak semua nemo dapat dipasangkan, karena induk betina lebih agresif dalam mendapatkan pasanganya. Dalam tahapan itu juga dilakukan pengontrolan kesehatan induk. Caranya dengan megganti air selama pemeliharaan, perendaman air tawar, dan pembersihan akuarium.

Nemo australis (atas) dan biak (bawah).

Nemo australis (atas) dan biak (bawah).

Setelah mendapatkan pasangan calon induk yang sehat maka dilakukan proses pemijahan dengan cara pemberian pakan hidup dan pelet yang berkualitas. Pakan sangat berpengaruh terhadap kematangan gonad atau kelenjar kelamin ikan nemo. Pakan berupa udang kecil, cacing, dan pelet. Sebelum pemijahan bagian perut induk betina membesar ke samping.

Pemijahan berlangsung pada siang hari, induk betina menempelkan telur pada kolektor kemudian diikuti dengan induk jantan mengeluarkan sperma langsung pada telur. Induk betina mengeluarkan telur setelah gonad ikan berumur berkisar 7—8 hari. Jumlah telur dalam sekali pemijahan sekitar 500—1.000 butir dan tingkat penetasan sebesar 90—95%.

Indukan nemo snowflake (kiri) dan frosbite (kanan).

Indukan nemo snowflake (kiri) dan frosbite (kanan).

Telur menetas setelah dierami oleh induk nemo selama 7 hari atau 168 jam. Larva alias anak nemo diberikan pakan hidup berupa rotifer. Interval pemberian pakan sekali sehari dengan kepadatan 5—10 individu per ml. Pakan berubah setelah larva berumur kurang lebih 9 hari, yakni naupli artemia dengan kepadatan 5 individu per ml. Setelah berumur 21 hari, larva berubah menjadi benih berukuran panjang 1 cm dan dilakukan pendederan. Pindahkan benih ke akuarium volume sekitar 80 liter dengan kepadatan 250– 300 ekor.

Pakan untuk benih berupa pakan hidup berupa naupli artemia dengan kepadatan 5—10 individu per ml. Frekuensi pemberian 3 kali sehari. Selain itu benih juga mengonsumsi 5 gram pakan pelet 3 kali sehari. Setelah berumur 21 hari di akuarium pendederan, lakukan penggolongan dengan cara memisahkan nemo yang bercorak dan warna serta ukuran yang seragam. Kemudian nemo siap dipasarkan atau dapat dibesarkan di keramba jaring apung dan di akuarium. (Imanuael Gidon Pattipeilohy/perekayasa nemo dan Abdul Gani/pengawas budidaya ikan di Divisi Ikan Hias Balai Perikanan Budidaya Laut, Ambon).

Baca juga:  Seteru Batu Empedu

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d