Nanas albaar diduga mutasi dari nanas palembang.

Nanas albaar diduga mutasi dari nanas palembang.

Nanas berwarna merah putih itu manis, lembut tanpa serat.

Said Albar berjalan di antara hamparan kebun nanas di Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan. Pandangan matanya tertuju pada sosok buah nanas merah. Padahal, puluhan ribu nanas palembang itu berwarna hijau kuning. Selain itu nanas palembang yang “aneh” itu berukuran buah lebih besar daripada rata-rata buah di lahan itu. Daunnya yang berwarna hijau kemerahan pun berbeda dengan nanas lain di sekitarnya.

Duri di tepi daun lebih halus dibandingkan dengan duri nanas palembang. Itulah sebabnya Albar bergegas menemui pemilik kebun untuk meminta anakannya. Sayang, karena buah nanas itu belum matang sehingga Albar harus bersabar. Beberapa hari kemudian ia baru mendapatkan 4 anakan nanas merah plus satu mahkota buah. Pehobi tanaman buah di Palembang, Sumatera Selatan, itu segera menanamnya.

Harum dan manis
Tanaman berbuah perdana 4 bulan setelah penanaman. Buah lonjong berbobot 1,2 kg. Warna buah lebih merah cerah dan aroma lebih harum daripada nanas palembang. Rasanya pun lebih manis. “Mungkin karena saya memupuk secara rutin,” kata pensiunan Kementerian Perhubungan Itu. Aromanya semerbak dan tercium dari jarak 1 m. Daging buah kuning cerah dengan lubang mata kecil, tetapi berlekuk dalam. Itu khas nanas palembang.

Said Albaar menemukan nanas merah di antara nanas palembang.

Said Albaar menemukan nanas merah di antara nanas palembang.

Kandungan air buah sedikit sehingga daging agak kering. Di tengahnya ada empulur tipis dan agak lunak. Saat, daging buah dikunyah rasa sangat manis dan hampir tanpa serat. Yang menarik, anakan pun berbuah dengan hasil sama, buah merah, manis, dan harum. Dalam dua tahun nanas itu dua kali berbuah. Padahal beberapa nanas lain, baru mulai berbuah setelah berumur 2 tahun.

Baca juga:  Kiat Amankan Produksi Padi

Karena keistimewaan si merah, Said Albar memperbanyak tanaman dan memberi nama nanas albaara. Said Albar mengirim bibit ke Kota Depok, Jawa Barat, dan Jawa Tengah untuk uji adaptasi. Salah satu yang menanamnya ialah Jack, pemilik Jack Manggo di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Ia menanam bibit pada Februari 2017. Meski baru menanam beberapa pekan, bibit itu memunculkan daun baru dan warna tetap merah.

Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropis (Balitbu-Tropika), Ir. Sri Hadiati, MP, menduga nanas milik Said Albar tergolong kelompok nanas spanish. Ciri khas nanas spanish buah berbentuk kerucut atau silindris. Sri belum pernah melihat nanas merah berbentuk silindris seperti milik Said Albar. Apalagi rasa nanas spanish rasanya kurang enak dan berserat agak kasar. Nanas albaar justru sebaliknya. Sudah manis, lembut pula.

571_ 75Karena menemukan di hamparan nanas palembang dengan beberapa kemiripan, Said Albar pun menganggap nanas merah itu mutasi dari nanas palembang yang ada di kebun itu. “Dari puluhan ribu pohon, hanya itu satu-satunya berwarna merah,” kata Said. Nun jauh di Brasil, perusahaan Botanica Pop menghasilkan nanas merah dengan bentuk silindris, Nama nanas itu pua.

Sekilas sosok buah pua mirip dengan koleksi Said. Warna kulit merah cerah dan bentuk silindris. Yang menarik untuk menikmati nanas merah brasil itu tanpa harus mengupas kulitnya. Cukup memotong buah, selanjutnya tinggal memotes kulit buah, dan daging pun akan terikut sehingga dapat dikonsumsi langsung. Praktis, enak, dan lezat.

Nanas Balitbu

JM nanas merah asal Provinsi Jambi.

JM nanas merah asal Provinsi Jambi.

Nanas merah juga tumbuh di kebun percobaan Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu Tropika). Menurut Sri Hadiati kebun percobaan mereka mengoleksi 88 jenis nanas yang terkumpul pada periode 2003—2004 hingga sekarang. Di antaranyanya ada 2 jenis nanas berkulit merah, yaitu Ananas bracteatus dan juga A. comosus. Bahkan ia pun menyilangkan nanas merah dan menghasilkan individu baru.

Baca juga:  Biang Tahan 10 Tahun

Alumnus program Pascasarjana Universitas Padjadjaran itu antara lain menyilangkan hibrida-04X33(7A), hibrida-2401(4), JM-3, dan hibrida tanpa nama. Sayangnya, dari hasil persilangan itu, rasa nanas merah belum enak. Seratnya pun masih kasar. Menurut Sri Hadiati rasa nanas hibrida itu masih dipengaruhi oleh A. bracteatus, induknya. Oleh karena masih diperlukan persilangan lanjutan untuk mendapatkan hasil lebih baik, yaitu rasa manis dan serat halus. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d