Rangkaian bunga berbentuk tangga nada beserta notasinya karya Rachmi Perdanawati

Rangkaian bunga berbentuk tangga nada beserta notasinya karya Rachmi Perdanawati

Tangga nada dan alat musik jadi ide merangkai bunga.

Rahcmi Perdanawati ingin mempersembahkan kado bagi buah hati yang piawai bermain piano. Ia berkreasi dengan ranting kering, terung susu, dan daun andong. Ibu dari Atika Nisrina Dewi itu mempersembahkan rangkaian berbentuk tangga nada. Ami, sapaannya, menyusun stik akrilik bening yang bertingkat pada dua buah tangkai kering sebagai penyangga untuk meniru bentuk tangga nada.

Kemudian ia mengaitkan sebuah terung susu Solanum mammosum di setiap bilah stik membentuk notasi lagu. Pemilik toko bunga Bungaku Original di Tebet, Jakarta Selatan, itu meletakkan tangga nada itu pada balok kayu yang sudah berisi floral foam basah. Untuk menutup permukaan atas floral foam, ia memanfaatkan daun hanjuang hijau. Ia menata lembaran daun hanjuang membentuk gelombang dengan bantuan kawat agar letaknya ajek.

Rangkaian bunga harpa karya Teresa M. Inneke Turangan AIFD CFD

Rangkaian bunga harpa karya Teresa M. Inneke Turangan AIFD CFD

Sketsa
Ami menambahkan kuntum-kuntum mawar jingga dan justisia kuning senada dengan warna terung susu untuk mempercantik rangkaian. Hasilnya rangkaian bunga unik berpola tangga nada siap menjadi kejutan istimewa bagi sang buah hati. Menurut ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi Seni Merangkai Bunga dan Desain Flora National Framework Qualification, Teresa M. Inneke Turangan AIFD CFD, berjuta ide bisa diiwujudkan dalam rangkaian.

“Inspirasi merangkai bunga bisa datang dari benda-benda di sekitar atau dengan mengeksplorasi materi sederhana misalnya daun, buah, dan ranting,” ujar Inneke. Ia menuturkan seorang perangkai harus membuat sketsa dahulu dan menentukan materi flora yang akan digunakan sebelum kegiatan merangkai dimulai. Contohnya, ketika Inneke berencana membuat rangkaian berbentuk harpa.

Tanaman hias daun di pekarangan rumah pun bisa menjadi ide untuk membuat rangkaian bunga misalnya pandanus

Tanaman hias daun di pekarangan rumah pun bisa menjadi ide untuk membuat rangkaian bunga misalnya pandanus

Ia menggambar bentuk harpa yang diinginkan dalam selembar kertas sekaligus menentukan materi flora sebagai langkah awal. Selanjutnya ia menyusun potongan floral foam menyerupai gambar. Pemilik sekolah merangkai bunga Newline Floral Education Centre di Jakarta Selatan itu lantas menempelkan helaian daun Dracaena godseffiana ‘florida beauty’ di sekujur floral foam.

Baca juga:  Sang Penjaga Anggrek Nusantara

Ia menjatuhkan pilihan pada daun kerabat suji itu karena bermotif menarik, berwarna hijau cerah dengan bintik putih di seluruh permukaan daun. Pola harpa berselimut daun dracaena itu lantas disambungkan kembali dengan floral foam di bagian bawah sebagai dasar rangkaian. Inneke mengisi dasar rangkaian itu dengan mawar dan daun andong merah. Warnanya yang mencolok berkesan semarak. Ia juga menancapkan beberapa tangkai dracaena sebagai personifikasi senar agar bentuk harpa kian menonjol.

Rangkaian bunga berpadu dengan alat musik oleh Christina Sita Prananti

Rangkaian bunga berpadu dengan alat musik oleh Christina Sita Prananti

Daun
Musik juga memberikan inspirasi bagi Christina Sita Prananti di Jakarta Selatan. Pada 2014, ia mengunjungi sebuah gerai angklung di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. “Saya tertarik untuk menyandingkan angklung dengan aneka bunga dalam satu wadah,” ujarnya. Ia berencana meletakkan rangkaian bunga itu sebagai hiasan ruangan. Untuk membuatnya sangat mudah.

Sita, sapaannya, hanya perlu mempersiapkan angklung, lisianthus, anggrek tanah, dan asparagus. Ibu dua anak itu memadukan tiga unsur warna yakni putih, ungu, dan hijau yang memberikan kesan segar dan luwes dari materi flora yang digunakan. Itu sebabnya ia membiarkan daun anggrek tanah dan lisianthus tetap utuh. Berikutnya ia meletakkan tiga buah angklung di tengah rangkaian sebagai titik pusat perhatian.

Christina Sita Prananti, Teresa M. Inneke Turangan AIFD CFD, dan Rachmi Perdanawati (kiri ke kanan)

Christina Sita Prananti, Teresa M. Inneke Turangan AIFD CFD, dan Rachmi Perdanawati (kiri ke kanan)

Tanaman hias yang ada di pekarangan rumah juga bisa menjadi sumber merangkai bunga seperti janur, puring, palem, dan pandan-pandanan. Ambil saja daun-daun pandanus segar dan potong bagian pangkalnya agar rata. Gunakan pot sebagai wadah rangkaian dan isi dengan floral foam. Pada sisi belakang susun daun keluarga Pandanaceae itu tinggi rendah agar tercipta irama.

Baca juga:  Bunga untuk Kartini

Pilih daun andong merah, agapanthus ungu, dan echeveria untuk mengisi rangkaian. Caranya lipat daun andong merah lalu letakkan di bagian kanan dan kiri. Tancapkan dua tangkai agapanthus di bagian tengah. Warna kelopak bunga tanaman keluarga lili itu membuat tampilan rangkaian tampak anggun. Sebagai penyeimbang, tambahkan kembali sekuntum agaphantus di bagian bawah. Terakhir, tambahkan echeveria untuk melengkapi rangkaian. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d