Mutasi Aglaonema Makin Jadi

Perawatan intensif membuat aglaonema mutasi tetap cantik.

Penampilan aglaonema cochin koleksi Jodi Santoso itu terlihat unik. Warna daun cochin semestinya berwarna merah menyala dengan corak batik berwarna hijau di bagian tepi daun. Namun, cochin koleksi pehobi di Durikosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, justru dominan berwarna merah muda.

Hanya ada dua daun yang masih menyisakan corak batik berwarna hijau. Bentuk daunnya pun berubah menjadi seperti berkerut dan beberapa daun bahkan menekuk seperti mangkuk. Menurut Jodi cochin koleksinya itu mengalami mutasi warna dan bentuk daun.

Aglaonema mutasi koleksi Jodi lainnya adalah jenis hot lady. Tanaman anggota famili Arecaceae itu semestinya berwarna hijau yang berpadu dengan corak batik berwarna merah. Corak merah hot lady koleksi Jodi nyaris tak terlihat karena berubah menjadi putih.

Warna stabil

Aglaonema hot lady hijau merah bermutasi menjadi putih.

Aglaonema hot lady hijau merah bermutasi menjadi putih.

Jodi juga mengoleksi tiga aglaonema widuri yang mengalami mutasi. Aglaonema widuri normal biasanya dominan merah dengan corak batik berwarna hijau. Namun, dua widuri mutasi koleksi alumnus Teknik Sipil Universitas Trisakti itu menjadi dominan putih. Ada pun widuri mutasi lainnya menjadi dominan hijau.

Menurut Jodi pada aglaonema terdapat dua jenis mutasi, yaitu mutasi alami dan mutasi rekayasa. Mutasi alami terjadi secara genetik atau kerap disebut jumping gen, sedangkan mutasi rekayasa terjadi karena adanya perlakuan tertentu.

Contohnya dengan perlakuan penjemuran di bawah terik matahari dan pemberian obat. Menurut Jodi pemberian obat termasuk menyakiti aglaonema. “Aglaonema yang mengalami mutasi alami biasanya stabil dan tidak mudah berubah,” ujarnya.

Aglaonema cochin milik Jodi bermutasi warna dan bentuk dari hijau merah motif batik menjadi merah muda.

Aglaonema cochin milik Jodi bermutasi warna dan bentuk dari hijau merah motif batik menjadi merah muda.

Sebaliknya mutasi rekayasa bersifat labil. “Aglaonema yang mengalami mutasi rekayasa jika dijemur warna bisa memudar,” tuturnya. Jodi menuturkan, aglaonema mutasi biasanya memiliki akar yang lebih sedikit dan halus.

Namun, meski aglaonema mutasi terdapat kekurangan, tapi di tangan Jodi aglaonema abnormal itu tetap tumbuh subur. Menurut Jodi ada empat faktor penting untuk mempertahankan mutasi pada aglaonema.

Aglaonema goliath kuning bermutasi menjadi hijau tua.

Aglaonema goliath kuning bermutasi menjadi hijau tua.

Keempat hal itu adalah “Sinar matahari yang cukup, sirkulasi udara baik, mengurangi pupuk kimia, serta penyemprotan fungisida, bakterisida, dan insektisida,” ungkap kontraktor bangunan di Jakarta itu.

Jodi menanam aglaonema mutasi di pot berisi media tanam berupa sekam bakar, pasir malang, sekam mentah, dan zeolit dengan perbandingan 7:1:1:1/4 (lihat ilustrasi: Ratu Daun Tetap Molek).

Aglaonema tiara merah hijau bermutasi menjadi merah polos.

Aglaonema tiara merah hijau bermutasi menjadi merah polos.

Selain melakukan perawatan, Jodi juga selalu bersemangat mengajak bicara sang ratu daun. “Suara dapat mengalirkan energi positif untuk aglaonema agar tumbuh sehat,” jelas Jodi. Menurut kolektor aglaonema mutasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, Esther Tan, sebaiknya lakukan juga penggantian media setiap 3 bulan sekali.

Sebagai sumber nutrisi, ia juga menyarankan untuk rutin memberikan pupuk NPK 13:13:13 lambat urai.

Cara Merawat Tanaman Aglaonema

Cara merawat tanaman aglaonema

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x