Fatma Zahrotunnisa, STP, M.P. dosen jurusan Gizi Universitas Gadjah Mada.

Fatma Zahrotunnisa, STP, M.P. dosen jurusan Gizi Universitas Gadjah Mada.

Konsumsi daun singkong rebus mengurangi risiko kanker payudara.

Penggemar masakan padang tidak akan melewatkan lalapan rebusan daun singkong. Aroma khas dengan rasa sedikit pahit dan manis melengkapi segala olahan masakan padang yang kaya rempah. Di samping bermanfaat sebagai salah satu sumber serat, air rebusan daun singkong juga mencegah kanker payudara. Itu dibuktikan oleh penelitian Manik Nur Hidayati dari Jurusan Gizi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Daun singkong mengandung senyawa aktif linamarin yang bersifat antikanker.

Daun singkong mengandung senyawa aktif linamarin yang bersifat antikanker.

Manik meneliti daun singkong atau kasava lantaran masyarakat lazim mengonsumsi sayuran itu karena murah serta mudah ditanam. Sayuran itu juga kaya antioksidan seperti betakaroten dan vitamin C. Ia membandingkan khasiat ekstrak air daun singkong mentah dan rebus terhadap pertumbuhan invitro sel kanker payudara MCF-7. Manik merebus 6 g daun singkong dalam 250 ml air hingga mendidih selama 2 menit dengan tutup terbuka.

Ekstrak air
Untuk memperoleh ekstrak air, ia merebus daun singkong mentah dan yang sudah direbus dalam 60 ml air dalam suhu 65—70°C. Berikutnya ia menguapkan air rebusan dalam suhu 70°C hingga volumenya tinggal 15 ml. Manik dan rekan-rekannya membuat 6 konsentrasi larutan uji, dari yang terkecil 12,5 mg hingga 400 mg per ml larutan. Hasil penelitian menunjukkan, persentase kematian sel kanker tertinggi pada konsentrasi 200 mg.

Setelah 24 jam kematian sel kanker mencapai 89,5%. Tingkat kematian sel uji yang memperoleh ekstrak air daun singkong mentah lebih rendah, 87,4%. Nilai IC50—daya hambat terhadap 50% populasi sel kanker—ekstrak air daun singkong rebus 25,1 mg per ml, sedangkan IC50 ekstrak daun mentah 63,1 mg per ml.

Buah dan sayuran kaya antioksidan pencegah kanker.

Buah dan sayuran kaya antioksidan pencegah kanker.

Persentase kematian sel yang cukup tinggi menandakan ekstrak air daun singkong segar dan rebus memiliki aktivitas antikanker. Itu dikarenakan daun singkong memiliki antioksidan dan glukosida sianogenik yang tinggi. Antioksidan itu berupa karotenoid dan vitamin C. Karotenoid yang terdapat dalam daun singkong berbentuk betakaroten. Dalam 100 gram daun singkong segar mengandung 23—86 mg karotenoid. Selain itu daun singkong juga mengandung linamarin.

Baca juga:  Asyik Berbisnis Sayuran Hidroponik

Ketiga kandungan itu berperan sebagai antikanker. Periset menduga kerja antikanker melalui beberapa cara seperti induksi apoptosis, antiproliferasi, dan antiinflamasi. Dalam riset Hokosawa juga disebutkan salah satu golongan karotenoid mampu menekan ekspresi sitokin inflamasi. Akibatnya terjadi penghambatan karsinogenesis pada tikus yang mengalami kanker. Karotenoid juga mampu menurunkan level insulin growth factor (indikator munculnya kanker payudara) sehingga menghambat aktivitas sel kanker.

Herbalis dari Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi.

Herbalis dari Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi.

Dosen pembimbing tugas akhir Manik, Fatma Zahrotunnisa, STP, M.P., menjelaskan daun singkong mengandung linamarin.Senyawa aktif itu bersifat antikanker. Linamarin merupakan senyawa glukosida sianogenik yang berbahaya kalau dikonsumsi dalam jumlah besar. Untungnya kadar linamarin dalam daun singkong sangat kecil sehingga aman bagi manusia. Sudah begitu, perebusan juga berperan menurunkan kadar linamarin sehingga aman bagi tubuh, malah menghambat sel kanker yang rakus nutrisi dan pasokan oksigen.

Fatma menduga efektivitas daun singkong rebus lebih tinggi karena pemanasan mengaktifkan senyawa bioaktif. Penelitian memfokuskan kandungan gizi yang mencegah kanker. Manik mendapatkan daun singkong dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Menurut Fatma daun yang berkhasiat tidak hanya tumbuh di lokasi tertentu. “Variasi jenis dan lokasi penanaman mungkin menyebabkan perbedaan kandungan zat aktif, tetapi tidak signifikan,” kata Fatma.

Radikal bebas

Daun singkong biasa disajikan di rumah makan padang.

Daun singkong biasa disajikan di rumah makan padang.

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito, Yogyakarta, Prof. dr. Nyoman Kertia, SpPD, menyatakan pemicu kanker payudara antara lain faktor keturunan, kebersihan payudara, tidak pernah menyusui, dan pertambahan usia. Pemicu lain sel kanker adalah radikal bebas atau bahan karsinogenik. Tubuh manusia memproduksi antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

Baca juga:  Kunyit Rival Kanker

Namun, bila terlalu banyak radikal bebas sedangkan antioksidan yang diproduksi tubuh tidak mencukupi, terjadilah stres oksidatif. Stres oksidatif memicu kerusakan asam deoksiribo nukleat (deoxyribose nucleic acid, DNA) yang mengakibatkan terjadinya kanker. Makanan kaya antioksidan antara lain buah atau sayuran bisa mengurangi risiko terjadinya kanker.

571_ 115Herbalis dari Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, belum mengetahui secara pasti khasiat daun singkong untuk pencegahan kanker. Namun menurut Lukas, daun singkong mengandung serat yang berguna bagi tubuh. Selain itu, air rebusan daun singkong bermanfaat untuk memperbaiki pencernaan dan melancarkan buang air kecil. Lukas mengingatkan agar orang yang sensitif terhadap purin membatasi konsumsi daun singkong.

Daun singkong tinggi purin sehingga dapat memicu penimbunan asam urat,” kata Lukas. Untuk memperoleh manfaat antikanker, ambil 100 gram lalu rebus dalam 2 l air sampai dengan mendidih. Karena merupakan sayur, baik daun ataupun air bekas rebusannya dapat dikonsumsi setiap hari, niscaya mahkota kedua terlindung dari sel ganas. (Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d