Musuh Bebuyutan Kini Takluk 1
1.Bagian tanaman yang terinfeksi mengalami hiperplasia atau pembengkakan

1. Bagian tanaman yang terinfeksi mengalami hiperplasia atau pembengkakan

Daun pepaya mencegah pertumbuhan karat tumor pada sengon.

Cendawan Uromycladium tepperianum bak punya nyawa cadangan. Meski pekebun berkali-kali menyemprotkan fungisida, ia tetap bertahan hidup. Menurut Dra Illa Anggraeni, peneliti Perlindungan Hutan Tanaman Pusat Litbang Hutan Tanaman, karat tumor tetap merajalela. Celakanya penggunaan pestisida sintesis tidak efisien lantaran justru berdampak negatif bagi lingkungan sekitar, seperti pencemaran udara dan tanah.

Karat puru-penyakit akibat serangan cendawan Uromycladium tepperianum-menjadi pagebluk di berbagai sentra sengon di Bali, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Penyakit itu mengintai sengon sejak fase pembibitan hingga penanaman di lapang. Di Indonesia penyakit karat tumor pertama kali dilaporkan pada 1996 di Pulau Seram, Maluku. Menurut Dr Sri Rahayu, dosen Patologi Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, gejala serangan beragam.

Infeksi fungi pada semai umur 2-3 pekan menyebabkan daun mengeriting, melengkung, dan tidak berkembang secara normal. Selain itu, daun terasa kaku dan mudah rontok jika disentuh. Pada semai umur 6 pekan gejala tampak pada batang dan pucuk yang melengkung, agak kaku. Pada semai umur 3 bulan atau lebih kadang tumor mulai membesar. Jika bibit menunjukkan gejala seperti itu, segera musnahkan dan kubur.

Sengon rentan terserang karat puru sejak di persemaian

Sengon rentan terserang karat puru sejak di persemaian

Terbukti manjur

Rahayu mengatakan karat tumor berkembang intensif di daerah berkelembapan tinggi. Adanya kabut juga berpotensi meningkatkan terjadinya penyakit karat tumor di pesemaian maupun di lapangan. Itulah sebabnya sengon yang ternaungi lebih rentan serangan karat puru atau karat tumor. Pasalnya sinar ultraviolet tak mampu menembus pohon yang ternaungi. Padahal radiasi sinar ultraviolet selama 5 jam berturut-turut menghambat perkecambahan teliospora.

Baca juga:  Cermin Kemajuan Siam

Cara efektif dan murah yang ampuh mengatasi karat puru adalah memanfaatkan daun pepaya. Hasil riset Idha Jatiningsih dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada menunjukkan, daun pepaya mampu mengendalikan jamur Uromycladium tepperianum penyebab penyakit karat tumor. Idha mengekstrak 100 g daun pepaya dengan etanol 70% untuk mengatasi serangan karat puru. Ia menyemprotkan ekstrak daun pepaya ke daun dan batang sengon yang diinokulasi cendawan karat puru.

Dr Sri Rahayu, pencegahan karat tumor perlu komprehensif dari semai hingga tanam

Dr Sri Rahayu, pencegahan karat tumor perlu komprehensif dari semai hingga tanam

Periset itu menggunakan konsentrasi beragam, 9 gram, 45 gram, dan 90 gram per liter. Idha lantas mengamati persentase perkecambahan, persentase penetrasi, dan persentase infeksi yang digunakan untuk menghitung efektivitas ekstrak daun pepaya. Pengamatan 2-4 jam setelah aplikasi pada 100 sampel tanaman. Hasilnya menggembirakan. Ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 45 gram dan 90 gram per liter efektif menekan perkecambahan teliospora alias spora berinti dua hingga 53,2-91,6%.

Selain itu, ekstrak daun pepaya mampu menetrasi basidiospora dengan efektivitas 60-100%. Ekstrak daun pepaya juga mencegah infeksi miselia pada jaringan yang masih sehat. Menurut Illa, daun pepaya juga mengandung senyawa flavonoid dan alkanoid yang mampu menembus dinding sel cendawan dan menghambat proses metabolisme di dalamnya. Akibatnya, pertumbuhan cendawan terganggu dan pada konsentrasi tertentu mematikan sel cendawan.

Daun pepaya juga mengandung bahan aktif papain yang efektif mengendalikan ulat dan hama seperti aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga selain dapat menghilangkan hama, ekstrak daun pepaya juga ramah lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan dan mencegah kehilangan unsur hara pada tanah.

Pestisida alami berbahan dasar daun pepaya murah dan efisien

Pestisida alami berbahan dasar daun pepaya murah dan efisien

Cegah serangan

Baca juga:  Madu Dalam Kelambu

Menurut Rahayu, pekebun dapat memanfaatkan fungisida nabati berbahan daun pepaya itu untuk mengatasi dan mencegah karat puru. Sebab, fungsida itu aman bagi lingkungan. Ir Koswara Wijaya dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan, mengatakan, membuat pestisida nabati berbahan daun pepaya mudah. Siapkan 1 kg daun pepaya, lalu tumbuk atau rajang hingga halus.

Rendam hasil tumbukan atau rajangan dalam 10 liter air. Tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 30 g detergen bubuk dalam larutan, aduk rata. Setelah itu, diamkan larutan semalam di tempat yang kering dan sejuk. Keesokan harinya, saring larutan hasil perendaman dengan kain halus. Untuk menyemprotkan, ambil 100 cc larutan fungisida nabati dalam seliter air bersih, aduk rata, dan siap semprotkan larutan ke tanaman.

Meski kini tersedia senjata yang ampuh untuk mengatasi karat puru, pekebun sebaiknya mencegah serangannya. Beberapa langkah pencegahan antara lain menggunakan benih yang jelas asal-usulnya dan dari pohon bebas karat tumor. Langkah berikutnya merendam biji dalam air hangat dan fungisida seperti Benlate, Dithane, atau Derosal. Konsentrasi 0,5-1 g per liter air selama 5-10 menit.

Sebelum biji berkecambah, semprotkan fungisida protektan berbahan aktif tembaga seperti Manchotane, Manteb, dan Manzate. Lakukan penyemprotan 6 hari sekali. Ulangi penyemprotan fungsida protektan berbahan aktif tembaga ketika bibit dipindah ke lahan. Pilih lokasi persemaian di tempat terbuka dengan ketinggian di bawah 250 meter di atas permukaan laut. Lakukan pemantauan gejala penyakit karat tumor secara teratur sejak dini. Jaga sanitasi lahan dengan cara menyingkirkan dan menimbun bibit yang terinfeksi cendawan U. tepperianum untuk meningkatkan kesehatan lingkungan semai. (Kartika Restu Susilo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *