Rutin konsumsi jus ibujalar ungu dapat turunkan hipertensi

Rutin konsumsi jus ibujalar ungu dapat turunkan hipertensi

Riset menguak khasiat ubijalar ungu menurunkan tekanan darah tinggi.

Chocorda Istri Murti masih mengingat jelas saat dokter rumahsakit di Singopadu, Kabupaten Gianyar, Bali, menasihatinya untuk mengonsumsi obat penurun tekanan darah, sehari 3 kali selama seumur hidup. Nasihat itu disampaikan dokter kepada Murti yang mengeluhkan betapa sering ia merasa kepalanya berputar-putar dan tubuh sempoyongan. Saat pemeriksaan memperlihatkan tekanan darah Murti tinggi, mencapai 210/100 mmHg, tekanan normal 120/80 mmHg. Dokter mendiagnosisnya menderita hipertensi.

Sejatinya meski menderita hipertensi, Murti ajek di angka 180/90 mmHg. “Saya menderita hipertensi sejak 5 tahun lalu, tapi tidak terlalu terasa,” katanya. Kejadian pada Agustus 2012 itu membuka mata Murti bila penyakit hipertensi tidak bisa disepelekan. “Kalau jalan seperti mau jatuh,” kata nenek empat cucu itu. Obat yang diberikan dokter rutin diminum setiap hari selama satu bulan.

Chocorda Istri Murti telah buktikan sendiri khasiat ubijlar ungu

Chocorda Istri Murti telah buktikan sendiri khasiat ubijlar ungu

Hipertensi

Hipertensi saat ini memang menjadi penyakit yang banyak dikeluhkan. Prof Rully MA Roesli MD PhD FINASIM, mantan ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia di Bandung, Jawa Barat, menjelaskan saat ini  1 dari 3 penduduk Indonesia berpotensi mengalami tekanan darah tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar pada 2007 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7%. “Orang yang mengalami hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala, tetapi baru menyadari setelah terjadi komplikasi seperti munculnya penyakit jantung. Sebab itu hipertensi kerap disebut silent killer atau pembunuh diam-diam,” ujar Rully.

Pemicu tekanan darah tinggi beragam, dari gaya hidup tidak sehat, konsumsi garam berlebihan, dan faktor keturunan. Menurut Rully kebanyakan penyebab tekanan darah tinggi karena faktor keturunan. “Persentasenya bisa di atas 50%,” ujar guru besar Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung itu. Pada kasus Murti, hipertensi juga karena faktor keturunan. Harap mafhum ibunda dan 2 adik Murti juga mengidap hipertensi. Sang ibunda, Chocorda Istri Oka (80) bahkan kerap pingsan saat tekanan darahnya melambung. Namun, seperti dilakukan Murti setelah mengonsumsi jus ubijalar ungu, tekanan darahnya berangsur-angsur turun dan stabil.

Ketut Jaya rutin konsumsi jus ubijalar ungu 2 kali sehari, masing-masing 60 cc

Ketut Jaya rutin konsumsi jus ubijalar ungu 2 kali sehari, masing-masing 60 cc

Untuk mengatasi hipertensi perempuan 64 tahun itu konsultasi kepada Dr dr I Made Jawi MKes pada September 2012. Jawi menyarankan Murti mengonsumsi rutin jus ubijalar ungu sebagai pengganti obat dokter. Jawi pula yang membekali ibu 3 putra itu 6 botol jus ubijalar ungu, masing-masing bervolume 750 cc. Ia rutin mengonsumsi 7 sendok jus 3 kali sehari. Konsumsi dilakukan pada pukul 08.00, 12.00, dan 18.00. Selama sebulan mengonsumsi tekanan darah Murti menurun hingga 130/90 mmHg. “Tidak sangka efeknya secepat itu,” kata Murti. Gejala hipertensi seperti kepala terasa berputar dan tubuh sempoyongan tidak dirasakannya lagi.

Baca juga:  Seri Walet (242): Sentra Walet Pasangkayu

Made Jawi menuturkan penurunan tekanan darah sebaiknya bertahap, tidak drastis. “Tekanan darah yang turun hingga 60 mmHg dalam sepekan dapat menyebabkan pasien terkena stroke,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali, itu. Pada ubijalar ungu efek penurunannya berlangsung bertahap.

Riset

“Satu dari tiga penduduk Indonesia mengalami hipertensi,” ujar Prof Rully MA Roesli MD PhD FINASIM

“Satu dari tiga penduduk Indonesia mengalami hipertensi,” ujar Prof Rully MA Roesli MD PhD FINASIM

Murti yang hingga kini masih rutin mengonsumsi jus ubijalar ungu mengatakan efek jus Ipomoea batatas bukan sekadar menurunkan tekanan darah. “Kaki kiri saya yang sering bengkak mengempis dan sudah bisa berjalan-jalan ke pasar yang jauhnya sekitar 700 m,” kata Murti yang juga menderita varises alias pelebaran pembuluh darah balik di kaki sejak 2004 itu. Mantan guru sekolah dasar itu menyebutkan fisiknya kini terasa lebih bugar. “Sekarang tubuh saya enak, tidak sakit lagi,” katanya.

Khasiat ubijalar menurunkan tekanan darah juga dialami Ketut Jaya di Desa Nyuh Kuning, Kabupaten Ubud, Bali. Pria 60 tahun itu menderita hipertensi sejak usia 30 tahun. Pada pengujung 2012 tekanan darahnya mencapai 150/120 mmHg dan menurun menjadi 130/115 mmHg setelah 3 pekan rutin mengonsumsi ubijalar ungu. “Saya minum setengah gelas 2 kali sehari,” kata Ketut. Saat ini tekanan darahnya itu stabil pada 120/90 mmHg. Pengalaman sama juga dirasakan Chocorda Istri Dalem, Putu Mastra, Kadek Yeni, dan Mang Sri—seluruhnya tetangga Ketut di Kabupaten Ubud.

Ubijalar ungu dulu dikenal sebagai sela bojog atau ubi monyet

Ubijalar ungu dulu dikenal sebagai sela bojog atau ubi monyet

Pelacakan Trubus di lapangan memang menunjukkan khasiat luar biasa ubijalar ungu untuk mengatasi hipertensi. Riset membuktikan sela bojog—sebutan ubijalar ungu di Bali yang bermakna ubi monyet—itu mujarab menurunkan tekanan darah. Penelitian  I Made Jawi pada 2012 menunjukan kandungan antosianin pada ubijalar ungu melindungi sel endotel—pelapis pembuluh darah—sehingga dapat menurunkan tekanan darah.

Baca juga:  Lompatan Pertanian Nipon

Pengamatan dilakukan pada tikus yang diberikan natrium klorida (NaCl) selama 14 hari dengan dosis 2% bobot tubuh. Tikus diberikan ekstrak air ubijalar ungu sebanyak 4 cc setiap hari. Dari hasil penelitian, tikus yang mengonsumsi ekstrak ubijalar ungu tidak mengalami kenaikan tekanan darah meskipun diberi cairan NaCl. Bukti ilmiah dan empiris itu menunjukan bahwa ubijalar ungu ampuh menurunkan tekanan darah dan juga sebagai sumber pangan bergizi. (Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d