Musim Basah Umbi Kering 1
Proses produksi yang baik akan menghasilkan tepung mocaf berkualitas tinggi.

Proses produksi yang baik akan menghasilkan tepung mocaf berkualitas tinggi.

Penggunaan pengering bantu pengusaha mocaf tetap berproduksi pada musim hujan.

Tumpukan singkong di kediaman Sugino menggunung hampir setinggi rumah. Di sudut lain halaman rumah, 4 kolam berkapasitas 21 ton penuh dengan singkong fermentasi. Produsen mocaf atau modified cassava flour di Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, itu urung menjemur singkong karena 2 pekan terakhir hujan.

Akibatnya singkong terfermentasi pun teronggok dan membusuk. Lazimnya setelah perendaman fermentasi selama 12 jam, ia menjemur Manihot utilissima itu sampai kering selama minimal 2 hari. Setelah itu ia baru menggiling menjadi tepung. Namun, kalau sampai hari ke-3 penjemuran tidak ada matahari, cendawan segera tumbuh dan mencerna singkong. Efeknya singkong rusak, berbau apak dan masam sehingga tidak layak diolah menjadi mocaf.

Pengering umbi singkong berukuran kecil berkapasitas 20 kg per hari.

Pengering umbi singkong berukuran kecil berkapasitas 20 kg per hari.

Kayu bakar
Pada awal 2012, pria kelahiran 40 tahun lalu itu pun kehilangan lebih dari Rp30-juta. Sugino memerlukan pengering mocaf yang tidak tergantung sinar matahari. Untunglah alat itu benar-benar terwujud beberapa bulan kemudian. Pada tahun sama Sugino mendapatkan bantuan seperangkat mesin pengering hasil rancangan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Sugino memperoleh alat itu sebagai bantuan dari Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Tengah. Satu paket alat penepung terdiri atas perajang manual, bak fermentasi, pengering lorong, dan penepung. Perajang manual untuk mengiris atau menyawut singkong menggunakan prinsip engkol. Sebanyak 4 baris pisau penyawut dengan masing-masing 10 bilah berdiameter 35 cm per baris mencacah singkong menjadi kepingan-kepingan setebal 2 cm.

Bak fermentasi terbuat dari baja nirkarat dengan saringan untuk meletakkan bahan dan memudahkan penirisan. Di mesin skala kecil berkapasitas 20 kg, pengering berukuran 1,28 m x 0,649 m dengan tinggi 1,137 m. Pengering tipe lorong itu menggunakan bahan bakar gas LPG untuk tenaga pemanas kompor dan listrik untuk menggerakkan kipas. Kontrol suhu dilakukan secara otomatis.

Baca juga:  Nilam Baru Patchoulina

Mesin terakhir adalah penepung tipe hammer mill dengan saringan 80 mesh dengan digerakkan mesin diesel berkekuatan 5,5 HP. Lantaran sudah memiliki alat yang lain, Sugino hanya memerlukan pengeringnya. Ia menggunakan pengering besar berkapasitas 1 ton per hari. Pengering itu berbentuk ruangan berukuran 8,5 m x 4 m setinggi 3 m berdinding serat karbon dan polikarbonat dengan rangka besi.

Beragam bahan
Ruangan di dalamnya terbagi 2, tungku pemanas dan ruangan pengering. Tungku pemanas pun terbagi 2, yaitu tungku untuk pembakaran kayu yang terbuat dari batu bata tahan panas dan tabung pemanas yang terletak di atasnya. Sugino memperoleh kayu dari penggergajian kayu di dekat rumah. Ayah satu putra itu membeli kayu bakar 1 bak mobil penuh hingga rata dengan atap kabin senilai Rp150.000. Kayu jati dan sengon sebanyak itu cukup untuk 6 kali proses pengeringan.

Dalam tabung pemanas terdapat 60 pipa galvanis dengan posisi vertikal yang berfungsi memancarkan udara panas dari tungku. Untuk mempercepat penyebaran udara panas, ruangan itu dilengkapi sebuah kipas yang digerakkan diesel 6,5 pk. Di dalam ruangan pengering yang menyerupai rumah tanam untuk bunga potong itu terdapat 16 troli. 1 troli bisa menampung 48 kilogram chip atau irisan singkong.

Dalam 3 jam, singkong di rak paling dekat dengan pemanas sudah kering, sehingga perlu rotasi untuk pengeringan yang dilakukan secara manual. Pengeringan singkong dalam 16 troli itu makan waktu total 9 jam. Perancang mesin itu, Ana Nurhasanah, melengkapi mesin rancangannya dengan pengindera suhu yang berfungsi mempertahankan suhu di dalam tabung.

“Pengering didesain untuk produk berbahan karbodidrat seperti singkong, ganyong, jamur, atau suweg. Pengeringan di suhu ruangan 70°C paling optimal tanpa merusak kandungan zat gizinya,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Dengan tungku pemanas, mesin itu mampu mengeringkan singkong tanpa bantuan sinar matahari sehingga produsen dapat memproses singkong menjadi mocaf meskipun hari hujan.

Ana Nurhasanah perancang mesin pengering umbi singkong.

Ana Nurhasanah perancang mesin pengering umbi singkong.

Pengontrol suhu
Mesin yang dibuat pada 2012 dan disempurnakan pada 2014 itu mempunyai 2 kapasitas. Kapasitas besar mampu mengolah hingga 1 ton per hari seperti yang dipakai oleh Sugino dan untuk skala indusri kecil yang berkapasitas hanya 20 kg per hari yang dipakai oleh kelompok wanita tani Bina Desa di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Suyati, ketua Bina Desa menyatakan mesin pengolah mocaf itu adalah bantuan dari BPTP Jambi pada 2014.

Baca juga:  Adenium Banjir Bunga

Suyati menuturkan seperangkat alat ini sangat membantu proses penepungan, terutama mesin pengering yang sangat berguna pada saat musim hujan, ketika penjemuran tidak bisa dilakukan. Kelompok tani wanita menggunakan mesin untuk menepungkan singkong dan mengolah kentang menjadi dodol. Kabupaten Kerinci merupakan sentra kentang, sehingga lebih mudah mendapatkan umbi Solanum tuberosum itu ketimbang singkong yang hanya ditanam sebagai tanaman pagar.

Keunggulan mesin pengering rancangan Ana adalah mampu mengeringkan secara sempurna dan kompak. Musababnya terdapat pengontrol yang menstabilkan suhu ruangan sehingga chip atau sawutan singkong kering sempurna secara menyeluruh. Kadar air untuk penepungan mocaf berkisar antara 11—13%.

Kini Sugino mampu memproduksi mocaf dalam bentuk chip 80—100 ton, sedangkan tepung hanya 5—10 ton per bulan. Banyaknya produksi chip itu lantaran permintaan dari perusahaan besar yang menghendaki bentuk chip. Permintaan tepung hanya datang dari industri kecil skala rumah tangga untuk pembuatan kue basah atau kering. Saat kemarau, Sugino tetap mengandalkan matahari. Begitu mendung datang, ruangan pengering menjadi andalannya. (Muhammad Awaluddin)

COVER 1.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *