Musang Tua bantah Mitos 1
M. Iwan Subakti*

M. Iwan Subakti*

Pohon durian musang king itu menjulang setinggi 25 meter. Bentangan tajuk mencapai 10 meter. Umur pohon durian itu 30 tahun yang mampu menghasilkan 200 buah per musim. Di Pulau Kundur, Kepulauan Riau, tumbuh dua pohon musang king tua. Salah satu pohon tumbuh di sisi jalan kampung. Tim Yayasan Durian Indonesia berkesempatan mencicipi musang king dari pohon itu.

Foto : Muhammad Iwan Subakti  Buah durian musang king produktif dan tahan kanker batang.

Foto : Muhammad Iwan Subakti
Buah durian musang king produktif dan tahan kanker batang.

Rasanya sungguh mengejutkan buat pohon durian yang minim pemupukan dan perawatan. Warna daging buah kuning tua, permukaan buah kering, rasa manis yang kuat dengan sedikit pahit bercampur gurih, creamy, kental tetapi lembut dengan rasa tersisa atau after taste rasa manis yang panjang. Semua biji kempis. “Luar biasa, ini sudah sebanding rasanya dengan musang king di stall terkenal di Malaysia,” ujar Ketua Yayasan Durian Indonesia, Adi Gunadi.

Tak sadar

Pohon durian musang king tertua di Indonesia berumur 30 tahun tumbuh di Pulau  Kundur.

Pohon durian musang king tertua di Indonesia berumur 30 tahun tumbuh di Pulau Kundur.

Pohon itu disebut tua karena pohon-pohon musang king lain di Indonesia rata-rata berumur 4—5 tahun atau hasil penanaman pada 2013—2014. Sementara musang king di Kundur hasil penanaman pada 1988. Pada saat pertama kali masuk ke Pulau Kundur pada 30 tahun silam, para petani durian tidak mengenal bahwa bibit yang ditanam adalah musang king. Bahkan ketika penanaman bibit secara lebih banyak lagi pada 18 tahun silam.

Ketika panen tiba, petani menamakan duriannya dengan nama kesep, yang berarti daging tebal biji kempes. Baru ketika informasi masuk dengan deras melalui internet, mereka sadar yang ditanam adalah klon unggulan Malaysia, musang king. Ada dua kelompok umur pohon produktif di Pulau Kundur yaitu 15—18 tahun serta gelombang kedua tanaman 7—10 tahun. Total jenderal ada 300 pohon musang king produktif.

Baca juga:  Wangi Hoya Sepanjang Hari

Para petani memasarkan sebagian besar hasil panen ke Batam, Kepulaun Riau, selebihnya untuk memasok pasar lokal. Untuk identifikasi, beberapa saat lalu Yayasan Durian Indonesia bersama tim dari Direktorat Jenderal Hortikultura mengunjungi dua sumber musang king berumur 30 tahun. Ir. Achmad Widodo Heru, M.Sc dan Ir. Elnizar Zainal, M.Si dari Direktorat Jenderal Hortikultura berkesempatan mengamati langsung keberadaan musang king tua.

Selama ini ada dua pendapat mengenai musang king. Ada beberapa ahli durian dan sejumlah pemangku kepentingan durian berpendapat musang king itu banyak kelemahannya sehingga tidak layak dikebunkan. Menurut mereka kelemahan itu rasanya tidak stabil, bahkan rasanya hambar, buah mudah pecah, dan batang mudah terserang kanker batang. Namun pendapat itu dengan mudah dipatahkan setelah melihat kenyataan di Pulau Kundur.

Pejabat Kementerian Pertanian turut dalam eksplorasi durian musang king ke Pulau Kundur, Kepulauan Riau.

Pejabat Kementerian Pertanian turut dalam eksplorasi durian musang king ke Pulau Kundur, Kepulauan Riau.

Adi Gunadi mengatakan kekagumannya, “Kini di sebuah pulau bernama Kundur yang terletak di Kepulauan Riau, Indonesia, membuka mata, ada kebun durian seluas mata memandang yang dibudidayakan dengan teknologi vegetatif yang mungkin tertua di Indonesia. Musang king menjadi tuan rumah karena telah tiga puluh tahun berlalu. Pohon tetap kokoh tak terserang penyakit Phytophthora palmivora.”

Rasa enak
Menurut Adi tidak ada durian musang king di pasaran yang tidak enak rasanya. Jika memang rasanya tidak stabil dalam artian ada yang enak dan ada yang tidak enak, musang king sudah tidak dicari orang. Mekanisme pasar selalu berjalan, dan hingga kini musang king masih tetap yang dicari dan masih tetap yang tertinggi dalam hal harga. Soal rentan kanker batang, kenyataannya pohon musang king mampu bertahan hingga 18 tahun, bahkan 30 tahun.

Baca juga:  Bawang Batu Unggulan Palu

Itu menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi yang baik di luar habitat. “Masalah kanker batang bukan hanya pada musang king, setiap klon durian berpotensi terkena kanker batang, apalagi jika perawatannya salah,” kata Josia Lazuardi pekebun musang king dari Rumpin Farm di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Menurut pekebun dan pemasar buah, Suparman Halim, buah musang king mampu bertahan 7 hari.

Buah durian musang king hasil panen di Pulau Kundur, Kepulauan Riau, bercita rasa legit, gurih, manis berpadu pahit yang pas.

Buah durian musang king hasil panen di Pulau Kundur, Kepulauan Riau, bercita rasa legit, gurih, manis berpadu pahit yang pas.

“Jika diragukan ketahanannya, bagaimana durian musang king dari Malaysia bisa sampai ke Hongkong atau Indonesia dalam keadaan masih baik. Penguasaan teknologi pascapanen dan pengemasan yang baik mampu menahan musang king hingga 7 hari,” ujar Halim. Dengan perlakuan pascapanen yang sederhana, petani musang king di Pulau Kundur sukses mengirim ke Batam, dan mampu dipajang beberapa hari di tempat penjual durian.

Pada gelombang kedua, banyak petani muda menanam musang king pada 10 tahun silam. Petani musang king di Tek Heng, Sawang Kota, Agus Rianto, membuktikan bahwa ketika pohon berumur 4 tahun mulai belajar berbuah. Pohon duriannya mampu berproduksi 40—50 buah per pohon pada umur 8 tahun. Rekan-rekannya seperti Dody Tan, Ahan, Aliang, dan Jonni Chen juga mengebunkan durian musang king dan beberapa klon introduksi lain seperti ochee, D24, D168, D13, Mdur 88, hingga kanjao.***

*) Pengurus Yayasan Durian Indonesia

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments