Mudah Pijahkan Ikan Bianglala 1
Ikan pelangi mempunyai tubuh berwarna-warni seperti pelangi.

Ikan pelangi mempunyai tubuh berwarna-warni seperti pelangi.

Mutasi mendongkrak nilai jual ikan pelangi hingga 10 kali lipat.

Didi Supendi mengirim 10.000—15.000 ikan pelangi setiap bulan kepada dua eksportir di Jakarta. Ia menjual ikan pelangi itu Rp500—Rp2.500 per ekor. Dari perniagaan itu omzetnya minimal Rp5-juta per bulan. Ia memilih ikan asal Papua itu lantaran budidayanya relatif mudah dan cocok dengan kondisi air di kediamannya di Kecamatan Tambun, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sudah begitu, pasar dan harganya cenderung ajek.

Namun, yang paling istimewa ikan pelangi mutasi berjuluk rainbow balloon. Sebutan balon merujuk pada ukuran perut yang membesar. Sejatinya rainbow ballon merupakan ikan pelangi biasa yang bermutasi sehingga punggung dan perutnya membesar. Namun, alih-alih merusak kota dan menakutkan seperti hewan mutasi dalam cerita fiksi, ikan pelangi mutasi itu justru digandrungi pasar.

Harga seekor rainbow balloon 10 kali lipat ikan normal.

Harga seekor rainbow balloon 10 kali lipat ikan normal.

Jantan mahal
Menurut Didi harga pelangi balon 10 kali lipat daripada ikan pelangi normal. Ayah 4 anak itu membudidayakan 2 jenis ikan pelangi mutasi, yaitu warna merah dan biru. Di pasaran, rainbow balloon—julukan yang diberikan pembudidaya ikan lantaran sosoknya yang menggelembung—itu laku seharga Rp50.000 per ekor. Julukan lain adalah rainbow perot lantaran bentuk yang tidak simetris.

Masyarakat menyebut ikan pelangi karena mempunyai banyak warna bak bianglala. Ada beberapa warna ikan pelangi seperti biru, kuning, merah, atau jingga tergantung spesies. Identifikasi terakhir menunjukkan ada 95 spesies ikan pelangi. Ikan pelangi merah Glossolepis incissus termasuk famili Melanotaeniidae. Habitat ikan pelangi merah di pinggiran dan anak sungai yang menuju Danau Sentani.

Ikan itu sohor di kalangan pehobi sejak 30 tahun silam dan diintroduksi ke Jerman dan sekarang menyebar di Eropa. Para peternak menguasai teknologi budidaya, termasuk pemijahan dan seleksi induk. Perjalanan panjang domestikasi di luar habitat selama lebih dari tiga dekade menghasilkan ikan pelangi merah yang bermutasi bentuk menjadi perot sebanyak 1% dari total populasi.

Baca juga:  Serama Prima

Mutasi berupa pemendekan tulang sehingga badan melebar dan memendek itu lantaran kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Panjang ikan memendek 31,5% dari ukuran normal. Hasil pengukuran secara meristik missal menunjukkan kesamaan jumlah sirip dan sisik pelangi merah normal dan perot. Artinya, keduanya tetap spesies yang sama. Keunikan bentuk tubuh ikan pelangi perot menjadikannya kandidat baru budidaya.

Substrat telur dari tali rafia tidak membusuk, mudah dibersihkan, dan awet.

Substrat telur dari tali rafia tidak membusuk, mudah dibersihkan, dan awet.

Untuk membedakan ikan pelangi merah jantan dengan betina sangat mudah, cukup melihat warnanya. Induk jantan berwarna merah seperti cabai merah, sedangkan warna induk betina putih kehijauan. Lantaran warnanya lebih menarik, ikan pelangi jantan nilai jualnya lebih tinggi dibandingkan betina. Pemijahan ikan pelangi merah normal dengan betina normal menghasilkan 100% burayak normal.

Pakan alami
Dalam kondisi lingkungan yang kurang mendukung akan muncul 1% burayak perot. Jika ikan perot itu dijadikan indukan dan dikawinkan dengan sesama ikan perot, hasilnya muncul anakan dengan perbandingan 3 perot : 1 normal (71 perot dan 29 normal). Saat ke-29 normal anakan rainbow normal itu dijadikan indukan, hasilnya muncul anakan yang 100% normal.

Hasil pemijahan itu sesuai hukum yang dirumuskan oleh pakar genetika, Johann Gregor Mendel, yang menyatakan perkawinan antara dua sifat berbeda yang salah satunya bersifat dominan akan menghasilkan tiga bagian keturunan dominan dan satu bagian keturunan resesif. Sifat perot diakibatkan kemunculan gen resesif alias tersembunyi. Gen resesif tertutupi oleh gen dominan sehinggga sifat yang dibawanya tidak muncul dalam anakan.

Pelet, salah satu komponen pakan untuk persiapan induk memijah.

Pelet, salah satu komponen pakan untuk persiapan induk memijah.

Di alam, anakan resesif biasanya tidak mampu bertahan lantaran penampilannya lebih mencolok ketimbang saudaranya. Akibatnya keturunan resesif itu menjadi sasaran pemangsa sebelum sempat kawin dengan sesama resesif dan berkembang biak. Dalam penangkaran, mutasi itu justru menjadi sesuatu yang dicari. Apalagi kalau tekniknya relatif mudah, menghasilkan sifat yang stabil, dan peluang keberhasilannya tinggi.

Baca juga:  Upaya Bangkit Nusa Rempah

Secara teknik, budidaya ikan pelangi merah normal maupun perot sama. Calon induk mesti berukuran minimal lima sentimeter atau berumur sedikitnya enam bulan. Wadah yang digunakan untuk pemeliharaan induk berupa akuarium, fiber, bak beton serta bak plastik sesuai jumlah induk yang akan dipelihara. Jenis pakan induk berupa cacing beku atau blood worm, pelet, dan jentik nyamuk. Induk diberi pakan campuran pelet pada pagi hari dan cacing beku atau culex pada sore hari.

Pemberian pakan campuran lebih baik karena induk memperoleh asupan gizi seimbang. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3—5% bobot tubuh. Induk dipelihara selama 10—30 hari sampai menunjukkan tanda matang gonad. Cirinya warna induk jantan semakin mencorong, sedangkan betina perutnya cenderung lebih gendut. Sebelum memijah, jantan biasanya mengejar induk betina dan kadang berakhir dengan kematian betinanya.

Ikan pelangi normal menyimpan gen resesif

Ikan pelangi normal menyimpan gen resesif

Itu sebabnya pemijahan sebaiknya dilakukan secara massal alias lebih dari sepasang induk dalam wadah. Perbandingan terbaik 3 jantan dan 2 betina. Letakkan substrat berbahan tali rafia—tidak membusuk, mudah dibersihkan, dan awet—dalam tempat pemijahan sekitar pukul 17.00. Biasanya induk memijah menjelang pagi. Saat memijah, ikan pelangi mengeluarkan telur secara bertahap.

Rainbow perot betina menghasilkan burayak perot kalau dipijahkan dengan jantan perot.

Rainbow perot betina menghasilkan burayak perot kalau dipijahkan dengan jantan perot.

Telur menempel di substrat dan dapat dilihat pada pukul 06.00—07.00. Angkat substrat yang dilekati telur dari wadah pemijahan untuk ditetaskan. Telur menetas menjadi burayak 5—7 hari pascapemijahan. Panjang burayak yang baru menetas sekitar 4,09 mm dengan bukaan mulut 0,081 mm. Pada umur dua hari, burayak mulai berenang di permukaan air. Untuk memanen peternak tinggal menyerok burayak menggunakan centong atau mangkuk.

Pada umur 1—15 hari, pakan burayak berupa infusoria atau rotifer. Saat berumur 15—25 hari, pakannya berubah menjadi kutu air moina. Tingkat kelulusan hidup burayak mencapai 70—90%. Dengan cara budidaya yang sama tetapi menghasilkan ikan yang lebih mahal, rainbow balloon memberikan keuntungan lebih bagi pembudidaya. (Tutik Kadarini MSi, periset ikan pelangi dan pakan alami di Balai Penelitian dan Pengembangan Ikan Hias Depok, Jawa Barat)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *