Moringa Versus si Manis

Biji kelor kering bermanfaat untuk mengontrol gula darah.

Biji kelor kering bermanfaat untuk mengontrol gula darah.

 

Konsumsi biji moringa membantu mengatasi diabetes mellitus. Kadar gula kembali normal.

Sutanto tidak kuat lagi berjalan karena kakinya luka. “Semula hanya luka kecil, tetapi lama-kelamaan mulai bernanah dan menyebar di hampir seluruh jempol kaki,” ujar Sutanto. Ia juga sering mengantuk dan lemas. Kondisi itu mendorong pria setengah abad itu memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan di sebuah rumah sakit di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kadar gula darah pria 50 tahun itu 450 mg/dl; kadar normal, 180 mg/dl.
Ia positif mengidap diabetes mellitus tipe 2. Ayah 2 orang anak itu memang pintar masak dan doyan makan. Kegemaran itu justru berakibat fatal. Tanpa ia sadari gula tertimbun di dalam darah. Apalagi Sutanto gemar menonton televisi dan enggan berolahraga. Kalau saja tak ada luka di jempol kaki, mungkin Sutanto tak tahu jika kadar gula darah melampaui nilai toleransi.

Biji moringa

Menurut penelitian Talytha Alethea dan Ricky Ramadhian dari Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, penyebab hiperglikemia—kadar gula darah tinggi karena peningkatan konsumsi karbohidrat, penurunan sekresi insulin, peningkatan luaran glukosa hati, dan peningkatan asupan glukosa periferal (resistensi insulin). Penderita diabetes perlu mengetahui penyebab hiperglikemia untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Contoh peningkatan konsumsi karbohidrat diatasi dengan pemberian obat jenis inhibitor alfaglukosidase. Jika penyebabnya penurunan sekresi insulin, dokter memberikan sulfonilurea. Sementara bila diabetes akibat peningkatan resistensi insulin diatasi dengan obat jenis biguanida (metformin). Sutanto juga mengonsumsi obat kimia penurun gula darah. Sayangnya, hasilnya kurang signifikan.

Konsumsi 15 kapsul moringa per hari baik untuk kesehatan.

Konsumsi 15 kapsul moringa per hari baik untuk kesehatan.

Gangguan kesehatan itu membuat Sutanto lemas, mengantuk, dan rasa gatal yang amat sangat di pangkal paha. Bobot tubuh perlahan-lahan turun, semula 80 kg tersisa hanya 55 kg. Ia kurus kering. Tidur malam juga tak pernah nyenyak karena ia harus bolak-balik buang air kecil. Tak tega melihat temannya seperti itu, Supardi pun menyarankan Sutanto untuk mengonsumsi biji moringa kering.

Masyarakat menyebut moringa dengan nama kelor. Ia memakan dengan cara mengunyah lima biji kering dengan frekuensi konsumsi tiga kali sehari sebelum makan. Selain memakan biji moringa, Sutanto juga mengonsumsi kapsul berbahan biji dan daun Moringa oleifera, serta konsumsi sayuran daun kelor. Ia mengonsumsi 5 kapsul sekali minum, 3 kali sehari atau 15 kapsul sehari.

Selang beberapa hari mengonsumsi herbal itu, Sutanto buang air besar terus-menerus dan kepala pusing. “Itu adalah reaksi detoks yang terjadi pada tubuh penderita,” ujar pria kelahiran Blora, 7 Maret 1970 itu. Sutanto tetap mengonsumsi herbal biji moringa. Dua pekan kemudian, kadar gula darah Sutanto stabil, semula 450 mg/dl menjadi 114 mg/dl. Tubuhnya pun makin bugar.

Kaya nutrisi

Menurut produsen moringa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Ir. Ai Dudi Krisnadi, daun moringa memiliki 4 kali lebih banyak betakaroten daripada wortel, 17 kali lebih banyak kalsium dibandingkan dengan susu, dan 25 kali lebih banyak zat besi daripada bayam. Selain itu daun moringa mengandung lebih dari 90 nutrisi, 46 antioksidan, dan 73% asam oleat yang membantu tubuh melawan diabetes.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x