Molek Kampiun Kontes 1
Cupang giant milik Hendry Sutrisno tampil maksimal sehingga meraih grand champion.

Cupang giant milik Hendry Sutrisno tampil maksimal sehingga meraih grand champion.

Ikan cupang, maskoki, dan lou han, terbaik pilihan juri.

Hendry Sutrisno menjadi juara umum pada kontes cupang nasional yang memperebutkan Piala Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia menurunkan 100 cupang pilihan saat kontes yang berlangsung pada 11—14 November 2015 itu. Dari 100 ikan, 29 cupang di antaranya menjadi kampiun di kelas masing-masing. Rinciannya 12 cupang menjadi juara pertama, 5 ikan meraih juara kedua, dan 12 betta mendapatkan juara ketiga.

Prestasi lainnya 2 Betta splendens milik Hendry sukses menggondol gelar grand champion (GC) halfmoon dan giant. Pada kontes itu panitia menyediakan 5 piala grand champion. Adapun tiga grand champion lain diraih ikan koleksi H Indra (crowntail), Opunk Bettas (plakat), dan Meilya Suanto (junior). Grand champion gelar tertinggi di kontes yang bertajuk Indonesia Tanah Air Betta itu.

Cupang ternakan Indonesia kepunyaan Mike Cuaresma menjadi best of show karena berpenampilan hampir sempurna dan berwarna cerah.

Cupang ternakan Indonesia kepunyaan Mike Cuaresma menjadi best of show karena berpenampilan hampir sempurna dan berwarna cerah.

Pakan hidup
Semula Hendry tidak menduga koleksinya meraih prestasi mengagumkan. Harap mafhum cupang lawan pun berkualitas prima. Terdapat 3 pehobi lain yang menurunkan 100 cupang pada kontes yang berlangsung di Hall B-2 Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, itu. Mereka adalah H Indra dari Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Meilya Suanto asal Bekasi (Jawa Barat), dan Betta Bunker dari Jakarta.

Hendry mengatakan keunggulan giant miliknya antara lain tubuh proporsional, aktif berenang, dan sedap dipandang karena berwarna indah. Lalu apa rahasia Hendry menghasilkan ikan juara? “Tip mencetak ikan juara tergantung dari indukan, pemilihan, dan pemeliharaan,” kata pria berkacamata itu. Indukan jawara lazimnya menurunkan kualitas terbaik kepada anakannya.

Baca juga:  Adu Molek di Dua Kota

Oleh karena itu Hendry enggan menjual cupang kampiun karena untuk indukan. Ia juga memilih ikan terbaik untuk lomba. Cirinya ikan ngedok (sirip dan ekor membuka, red) dan melawan saat ditunjuk dengan tangan. Untuk perawatan harian Hendry mengganti sepertiga air dalam akuarium setiap 2 hari sekali. Penggantian air total ia lakukan setiap pekan. Tujuannya agar air nyaman untuk cupang.

Oranda peraih grand champion tetap aktif berenang meski berukuran superjumbo.

Oranda peraih grand champion tetap aktif berenang meski berukuran superjumbo.

Hendry lazim memberikan pakan berupa 90% kutu air dan 10% pelet khusus cupang. “Pakan hidup yang paling bagus karena memacu ikan untuk aktif berenang,” kata alumnus University of Southern California, Amerika Serikat, itu. Lima hari sebelumnya pada 6—8 November 2015 juga berlangsung kontes cupang nasional. Adu molek yang diselenggarakan oleh Indo Betta Splendens itu menobatkan cupang milik Mike Cuaresma dari Amerika Serikat sebagai peraih best of show (BoS).

Gelar itu paling prestisius pada lomba di Whole Trade Center (WTC) Manggadua, Jakarta Utara, itu. Sejatinya cupang berjenis shortfin single tail itu hasil ternakan Hendry Sutrisno. Ia “memberikan” cupang itu kepada Mike Cuaresma. Ikan itu pantas menang karena, ”Penampilan cupang itu hampir sempurna dan berwarna cerah,” kata juri kontes, Dominikus Ferdinand.

Ryukin milik Boy Rusli mendapat gelar mature champion.

Ryukin milik Boy Rusli mendapat gelar mature champion.

Tingkat internasional
Kontes lain yang tak kalah seru yakni adu cantik maskoki. Lomba yang diselenggrakan di Hall B-2 Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, itu berlangsung sukses dan meriah. Semula panitia menargetkan 150 peserta karena keterbatasan tempat. Ternyata pemilik goldfish sangat antusias mengikuti kontes yang berlangsung pada 11—14 November 2015 itu. Harap mafhum kontes itu memperebutkan piala Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca juga:  SMAN 1 Cikarang Barat Berhidroponik

Akhirnya panitia pun menambah kuota peserta menjadi 170 ikan. “Jika tidak dibatasi peserta bisa mencapai 250 ikan,” kata Abbas, panitia kontes. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Kediri, dan Tulungagung. Abbas mengatakan kontes bertujuan meningkatkan nilai jual maskoki dan menjalin silaturahim antara peternak dan pehobi.

Bermental juara dan berani modal halfmoon double tail meraih gelar Best of Variety.

Bermental juara dan berani modal halfmoon double tail meraih gelar Best of Variety.

Kontes yang diselenggarakan oleh Klub Pembudidaya dan Pedagang Maskoki Jakarta (KP2MJ) itu menabalkan maskoki milik Djohan Irawan sebagai peraih grand champion. Oranda juara itu memang mengagumkan. Meski berukuran superjumbo, ikan aktif berenang dan seimbang. Selain cupang dan maskoki, kontes bergengsi lainnya yaitu adu elok lou han. International Flowerhorn Competition 2015 berlangsung semarak.

Ketua panitia kontes, Anton Setiadi, mengatakan peserta tidak hanya berasal dari dalam, tapi juga luar negeri. Peserta mancanegara berasal dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Amerika Serikat. “Hanya louhan terbaik yang unjuk kebolehan di kontes ini,” kata Anton. Secara tidak langsung panitia memfilter lou han yang masuk melalui harga tiket Rp1-juta.

Lou han milik Erick menjadi best in show berkat tubuh mulus dan proporsional.

Lou han milik Erick menjadi best in show berkat tubuh mulus dan proporsional.

Tentu hanya pemilik lou han yang ikannya berkualitas prima yang berani tampil. Louhan yang berpartisipasi berjumlah 80 ekor sesuai dengan target panitia. Para juri pada acara yang berlangsung di Living World, Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu menganugerahkan gelar best in show (BiS) kepada lou han milik Erick. “Chencu itu menjadi kampiun karena tubuhnya proporsional dan relatif mulus. Artinya tidak ada sirip yang sobek,” kata juri dari Indonesia, Miat Talim.

Hendry Sutrisno menjadi juara umum pada kontes cupang nasional memperebutkan Piala Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Hendry Sutrisno menjadi juara umum pada kontes cupang nasional memperebutkan Piala Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selain gelar BiS, kontes yang berlangsung pada 4—8 November 2015 itu juga memberikan gelar-gelar baru kepada peserta. Gelar baru itu yakni Best in Head, Best in Pearl, Best in Colour, Best in Posture, dan People Choice. “Tujuan pemberian gelar baru untuk mengapresiasi lou han yang memiliki kelebihan tertentu,” kata Anton yang juga pehobi ikan bernongnong dari Jakarta Barat. (Riefza Vebriansyah)

Lou han milik Reyvan meraih 2 gelar yakni juara I di kelas golden base A dan best in colour.

Lou han milik Reyvan meraih 2 gelar yakni juara I di kelas golden base A dan best in colour.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *