Minus Greenhouse | Trubus Online

544_ 115

  1. Pengolahan tanah pada Juni. Setelah pembalikan tanah, berikan 1 ton kapur dolomit per 5.000 m2, lalu buat bedengan selebar 120 cm, dan parit selebar 70 cm di sekelilingnya. Pupuk dasar berupa pupuk kandang sapi 25 ton, 125 kg TSP, 125 kg SP-36, dan 250 kg hidrokompleks. Tutup dengan tanah.
  2. Siapkan bibit krisan berupa anakan berumur 2—3 pekan. Syaratnya, tinggi 5—10 cm, dan berdaun 4—6 helai. Adapun jarak tanam 10 cm x 30 cm.
  3. Berikan fosfat cair sejak tanaman berumur 14 hari setiap pekan, diselang-seling dengan ZPT hingga panen.
  4. Pemupukan susulan pertama ketika tanaman berumur 14—28 hari, 15 ton kompos dan 150 kg pupuk nitrogen (N), 150 kg pupuk fosfor (P), dan 75 kg pupuk kalium (K). Pemupukan susulan II (90 hari), 150 kg N, 150 kg P, dan 200 kg K. Pemupukan susulan III (150—180 hari), 150—250 kg pupuk hidrokompleks.
  5. Jika pada pemupukan susulan III jatuh pada musim kemarau, 2 pekan setelahnya tambahkan 20 kg kombinasi pupuk Urea dan ZA agar tanaman tetap segar saat air sedikit.
  6. Semprotkan kombinasi fungisida berbahan aktif difenokonazol dengan propineb 70%, insektisida berbahan aktif provenofos untuk mengendalikan hama dan penyakit. Penyemprotan 2 pekan sekali. Untuk mencegah resistensi hama dan penyakit terhadap bahan aktif itu, gunakan fungisida berbahan aktif klorotalonil, insektisida berbahan aktif imidakloprid dan abamektin 2 pekan sekali.
  7. Pemangkasan dengan membuang daun tua saat krisan berumur 90 hari. Pasang ajir saat tanaman berumur 150 hari, agar tangkai bunga tak patah saat tertiup angin kencang.
  8. Panen perdana krisan saat tanaman berumur 6—7 bulan pascatanam. Krisan siap jual ke Berastagi dan Medan.***
Baca juga:  Sosok Kekar Eka Alcapone

Tags: krisan

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d