Metode Budidaya Kutu Air dengan Susu

Kutu air merupakan merupakan sebutan umum bagi crustascea kecil penghuni air. Meskipun namanya kutu namun ia bukanlah merupakan jenis serangga atau kenis parasit sebagaimana kutu rambut. Atau kutu yang hidup di luar air. Secara taksonomi hewan yang disebut kutu air yang paling umum dikenal dari genera Daphnia. Serta beberapa jenis lainnya yakni Cyclop, Bosmina serta Diaptomus.

Kutu air merupakan merupakan pakan alami bagi hewan-hewan air. Seiring dengan berkembangnya budidaya ikan hias (seperti burayak cupang atau anakan ikan hias lainnya) maka tentu kebutuhan pakan yang berupa kutu air juga meningkat.

Dengan melihat hal ini, maka tentunya budidaya kutu air menjadi sebuah peluang dengan potensi bisnis yang menjanjikan. Selain itu juga, bisa dibilang bahwa budidaya kutu air cukup mudah dan tentunya bisa dilakukan oleh kamu sebagai pemula sekalipun.

1. Menentukan Jenis Kutu Air

Tahap awal dalam budidaya ini ialah menentukan jenis kutu air yang akan dibudidayakan. Dalam hal ini, umumnya terdapat dua jenis kutu air yang relatif mudah dibudidayakan yakni jenis Daphnia maupun moina.

Jenis ini sendiri relatif sangat mudah dibudidayakan serta bibitnya juga mudah ditemukan. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai kedua jenis kutu air ini, maka berikut penjelasan singkatnya :

Daphnia, jenis kutu air ini biasa hidup bergerombol dipermukaan air dengan membentuk warna merah kehitam-hitaman. Ukuran tubuhnya hanya sekitar 1-5 mm saja. Warna asilnya ialah warna coklat kemerahan. Pada bagian kepala terdapat antena sedangkan bagian ekornya berbentuk lancip.

Kamu bisa dengan mudah menemukannya di alam bebas. terutama banyak ditemukan di danau, rawa, waduk ataupun kolam. Pada suhu 26-30 derajat celcius serta pH 6,5-7,5. Jenis ini juga mampu bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual.

Saat terjadi reproduksi secara seksual, Daphnia jantan dan betina akan melakukan perkawinan untuk bisa memperoleh anak. Sedangkan saat reproduksi berlangsung secara aseksual maka Dapnia bisa menetaskan telur tanpa perlu dibuahi.

Daphina bisa bereproduksi setiap hari dalam siklus hidup 34 hari. Dimana setiap harinya ia akan mampu menghasilkan telur serta jumlahnya bisa mencapai 39 anakan perharinya, Bahkan ada pula yang bisa menghasilkan 100 telur setiap harinya, yakni pada jenis Dapnia Magma.

Moina biasa berukuran 0,9-1,8 mm, memiliki ciri yakni memiliki rambut pada bagian perut yang jumlahnya sekitar 10 biji. Rambut tersebut disebut sebagai rambut getar ataupun sillia. Pada bagian punggungnya juga terdapat tumbuj rambut yang kasar.

Jika kamu mencarinya di alam bebas, maka mungkin kamu akan sedikit kesulitan. Sebab rata-rata Moina bercampur siklus hidupna dengan Daphnia sehingga pastinya kamu akan sulit untuk memisahkan keduanya.

Sebagaimana juga dengan Daphnia, Moina juga hidup diperairan dengan suhu ideal 26-30 derajat celcius serta pH 6,5-7,5. Moina ini bisa dengan mudah kamu dapatkan di sungai-sungai, rawa, waduk, kolam atau juga danau. Hampir disemua perairan tawar moina bisa ditemukan dengan mudah.

Perkembangbiakan Moina juga hampir sama dengan Daphnia, yakni bisa secara seksual maupun aseksual. Siklus hidup moina jauh lebih pendek yaitu hanya sekitar 13 hari. Dengan kemampuan bereproduksi hanya sekitar 32 ekor per hari.

2. Persiapan Tempat Budidaya

Tahap berikutnya dalam budidaya kutu air tentunya ialah persiapan tempat. Dalam hal ini kamu bisa menggunakan ember atau wadah bekas yang sudah tidak terpakai. Untuk detailnya kamu bisa menyimak cara berikut ini :

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x