Mete Pilihan Pekebun

Mete Pilihan Pekebun 1

Tiga varetas jambu mete unggulan yang produtif dan tahan hingga 30 tahun.

Mete varietas ende berasal dari Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Mete varietas ende berasal dari Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Menjelang perayaan hari besar seperti Lebaran atau Tahun Baru, kacang mete kerap menghiasi meja tamu. Permintaan kacang asal pohon Anacardium occidentale itu makin banyak. Itu menggairahkan pekebun yang membudidayakan tanaman anggota famili Anacardiaceae itu. Pekebun memiliki beberapa pilihan varietas unggulan jambu mete, antara lain muna. Keunggulan muna produktivitas tinggi, hingga 1,5 ton gelondong mete per ha.

Gelondong merujuk pada biji mete termasuk kulit pembungkusnya. Pekebun mengupas kulit itu sehingga memperoleh kacang mete. Rendemen kacang mete mencapai 25%. Artinya 100 kg gelondongan menghasilkan 25 kg kacang mete kupas. Produktivitas muna lebih tinggi daripada hasil jambu mete lokal yang hanya 0,6 ton per ha. Dengan jarak tanam 12 m x 12 m, populasi mencapai 60—70 tanaman, jarak 6 m x 6 m sekitar 120 tanaman per ha.

Produktivitas tinggi
Varietas muna berasa dari Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, merupakan hasil pemuliaan Drs Mochammad Hadad EA periset dari Balai Penelitian Tanaman Industri (Balittrri). Alumnus Universitas Padjajaran itu meriset jambu mete muna sejak 2007. Ia menyeleksi beragam aksesi. Hadad menggunakan metode observasi dan seleksi dalam 3 tahap. Tahap pertama adalah survei populasi jambu mete di Kabupaten Muna untuk memilih Blok Penghasil Tinggi (BPT).

Gelondongan kacang mete hasil utama budidaya mete.

Gelondongan kacang mete hasil utama budidaya mete.

Tahap dua survei keragaman aksesi di tiap BPT dan tahap ketiga adalah seleksi pohon induk di BPT yang terbaik. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna, La Ode Hamalin, mengatakan, ukuran biji jambu mete muna relatif besar, bernas, dan rasanya manis. Menurut Hadad agar potensi produksi muna terwujud membutuhkan tanah relatif subur dan basah. Padahal varietas lain menyukai daerah kering dan lahan marginal.

Menurut Hadad jambu mete muna berbuah perdana pada umur 3—4 tahun. Pada pembuahan perdana, sebuah pohon menghasilkan 2—3 kg gelondong kering setara 0,5 kg biji tanpa kulit atau biji kupasan. Produksi bakal meningkat seiring penambahan umur. Pada umur 20 tahun, misalnya, produksi menjadi 10—15 kg per pohon per tahun. Puncak produksi terjadi ketika pohon kerabat mangga itu berumur 25—30 tahun, yakni 20—30 kg per pohon setahun.

Ir Usman Daras MAgr Sc, peneliti Madya di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Ir Usman Daras MAgr Sc, peneliti Madya di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Bahkan, mete muna yang pertama kali diuji oleh Hadad mampu menghasilkan 50—60 kg per pohon. Menurut Hadad semakin tua, semakin sedikit produksi dan gelondong semakin kecil. Itu terjadi ketika pohon berumur 40 tahun, yakni produksi menurun hanya 5—8 kg per pohon. Saat itu ukuran gelondongan menjadi hanya 4—5 gram dari semula 8—10 gram. Petani sebaiknya meremajakan jambu mete muna pada umur 30 – 35 tahun.

Baca juga:  Tahan Gempuran Fusarium

Mete ende
Selain muna, pilihan varietas bagi calon pekebun adalah jambu mete ende asal Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jambu mete ende tumbuh subur di lahan kerontang meski tanpa hujan selama berbulan-bulan. Menurut peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Ir Usman Daras MAgr Sc, walau sembilan bulan kering, pohon jambu mete tetap hijau. “Bibit jambu mete banyak dipesan dari Flores dan Ende,” kata Usman.

Tetua ende turunan imogiri dari Yogyakarta. Karakteristik khusus ende adalah produksi buah dan rendemen kacang tinggi. Produktivitas pohon pada umur 30 tahun mencapai 12,3 – 37,44 kg per pohon. Jika populasi 60 tanaman per hektare, dengan jarak tanam 12 m x 12 m maka total produksi bisa mencapai 1 ton per hektare, pada umur 25–30 tahun.

Jambu mete varietas meteor.

Jambu mete varietas meteor.

Jambu mete ende memukau dengan warna buah kuning kemerahan. Bentuk buah lonjong berujung besar. Bobot gelondong rata-rata 4,70 – 9,00 gram. Usman menyarankan agar menjarangkan tanaman. “Petani sebaiknya memperlebar jarak tanam dari 6 m x 6 m menjadi 12 m x 12 m setelah 8 tahun,” ujar alumnus University of Reading, Inggris, itu. Jambu mete ende mulai berbunga pada umur 30—36 bulan setelah tanam.

Masyarakat Ende memanen jambu mete ketika umur buah matang berumur 73 hari pasca berbunga. Kacang berwarna putih krem itu bercitarasa gurih dan manis. Bobot kacang mete ende berkisar antara 2–4,2 gram. Varietas ende juga merupakan hasil turunan populasi imogiri sejak 2008. Varietas lain yang produktif adalah meteor. Jambu mete meteor merupakan hasil kerja sama Balittri dan pemerintah Provinsi Yogyakarta.

Daun jambu mete meteor berukuran kecil, berujung bulat, dan halus. Menurut Usman Daras, jambu mete meteor produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27˚C. Produktivitas mencapai 15,6 kg per pohon per tahun. Pohon mulai berbunga ketika memasuki tahun ketiga.

Baca juga:  Laba Setiap 15 Hari

Pada panen perdana petani memetik 4 kg gelondong setara 1 kg biji kupasan per ha, setiap minggu.  Mete tidak masak secara bersamaan. Bentuk buah jambu mete meteor bulat segitiga lonjong, berwarna merah mengilap, aroma buah harum segar, rasa buah manis, daging buah lembut dan berserat. Bobot buah mencapai 64–128 gram. Buah matang saat berumur 73 hari sejak pohon berbunga. Adapun bobot gelondong rata-rata 6,2—8,2 gram.

Jambu mete varietas muna.

Jambu mete varietas muna.

Gelondong berwarna abu-abu keputihan, berbentuk ginjal, dan berujung runcing. Meteor lebih unggul, bila dibandingkan dengan pendahulunya varietas gunung gangsir 1 dari populasi Pasuruan, Jawa Timur. Bobot gelondong gunung gangsir hanya 5,18 gram per butir. Bobot kacang mete mencapai 2,3–2,9 gram, berbentuk ginjal berujung runcing. Kacang mete yang menyembul dari buah semu itu terasa gurih, manis, dan berwarna putih.

Sumber induk meteor di Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Menurut Moch Hadad, sebaiknya pekebun meremajakan jambu mete meteor ketika tanaman berumur 40 tahun karena produktivitas mulai menurun menjadi hanya 5—6 kg per pohon per tahun. Jika tidak dilakukan peremajaan, tanaman tidak dapat berbuah, dan ada juga yang mati, sehingga pendapatan petani ikut berkurang. Hingga 2016 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melepas 9 varietas unggul jambu mete.

Tiga varietas teranyar yakni meteor, ende, dan muna. Namun, petani yang menggunakan varietas unggul itu masih minim. Sebab, sebagai sumber benih, umur tanaman sudah lebih dari 40 tahun dan produksi sudah menurun. Serangan hama dan penyakit salah satu kendala dalam budidaya jambu mete di daerah pengembangan. Ketiga varietas unggul itu rentan terhadap hama utama, yakni helopeltis. Umumnya hama dan penyakit yang menyerang varietas jambu mete hampir sama. Jambu mete rentan terhadap hama helopeltis dan penyakit busuk akar putih dan busuk akar cokelat. (Marietta Ramadhani)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x