Meruah Karena Torbangun 1
Daun torbangun potensi kekayaan hayati penambah produksi air susu ibu

Daun torbangun potensi kekayaan hayati penambah produksi air susu ibu

Daun torbangun meningkatkan volume air susu ibu menyusui.

Semangkuk sup hangat menjadi konsumsi wajib Ayudiya Erwitasari di Yogyakarta. Selain irisan kol, brokoli, atau wortel, hidangan itu lebih banyak berisi daun torbangun Coleus amboinicus. Ia mulai mengonsumsi sup itu beberapa hari pascapersalinan. Idealnya ia mengonsumsi selama sebulan penuh demi hasil optimal. Sayang, kiriman daun dari kerabat di luar kota terbatas.

Meskipun demikian, khasiat torbangun tampak nyata. ASI (air susu ibu, red) menjadi banyak dan berkualitas. “Bobot bayi cepat bertambah dan jarang sakit,” ujar Ayu. Suplemen penambah air susu ibu bukan hal baru. Prof dr Suhartono D.S. SpOG, pakar obstetri-ginekologi di Rumahsakit Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, sering kedatangan pasien ibu menyusui yang mengeluhkan keterbatasan produksi air susu ibu.

Biasanya Suhartono meresepkan obat stimulan air susu ibu pabrikan yang berisi mutivitamin dengan harga relatif mahal. “Konsumsi herbal untuk merangsang air susu ibu menjadi alternatif yang lebih terjangkau, apalagi sekarang semakin mudah diperoleh dalam bentuk praktis,” tutur Suhartono.

Profesor Rizal Damanik, DVM, MRepSc, PhD meneliti khasiat torbangun untuk memperbaiki kualitas air susu ibu

Profesor Rizal Damanik, DVM, MRepSc, PhD meneliti khasiat torbangun untuk memperbaiki kualitas air susu ibu

Budaya
Kesulitan memproduksi air susu ibu salah satu alasan ibu enggan menyusui. Itu mendorong Prof Rizal Damanik PhD, peneliti di Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, meneliti kebiasaan perempuan etnis Batak mengonsumsi daun torbangun pascapersalinan. Etnis Batak menggunakan daun itu sebagai stimulan air susu ibu sejak ratusan tahun silam.

Dalam logat Batak Simalungun, torbangun berarti terbangun atau bangkit. Nama itu menyiratkan harapan agar ibu bersemangat untuk bangkit menyusui sekalipun pada tengah malam. Pehobi joging itu meneliti daun kambing—sebutan torbangun di daerah Madura—sejak 2001, saat menempuh program doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Monash, Melbourne, Australia.

“Tanaman itu ada di seluruh dunia terutama daerah tropis, tetapi hanya etnis Batak yang memanfaatkan sebagai stimulan ASI alami,” ungkap Rizal. Ia meneliti khasiat tanaman anggota famili Lamiaceae itu selama 60 hari di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Khasiat daun torbangun dibandingkan dengan stimulan pabrikan dan simplisia herbal fenugreek Trigonella foenumgraecum yang sohor sebagai laktagog (stimulan air susu ibu) oleh orang Eropa dan Amerika Serikat.

Baca juga:  Inovasi Pangan dan Pertanian

Rizal menggunakan 66 responden dan membagi dalam 3 kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 22 orang. Kelompok 1 memperoleh asupan daun torbangun; kelompok 2 (stimulan pabrikan); kelompok 3 (simplisia fenugreek dalam kapsul). Ia mengukur produksi air susu ibu pada hari ke-14, 28, 42 dan 56. Rizal menakar jumlah asupan air susu ibu kepada bayi dan menganalisis kandungan nutrisi air susu ibu selama penelitian. Agar tidak mengganggu produksi kolostrum, torbangun baru diberikan pada hari ke-14.

Ibu menyusui yang mengonsumsi daun torbangun dapat memberikan ASI lebih banyak kepada anaknya

Ibu menyusui yang mengonsumsi daun torbangun dapat memberikan ASI lebih banyak kepada anaknya

Paling tinggi
Selama sebulan sampai hari ke-44—responden menyantap sup berisi 150 g daun torbangun 3 kali sehari untuk makan. Asupan torbangun dihentikan pada hari ke-45. Semula produksi air susu ibu kelompok torbangun lebih rendah (lihat tabel). Namun, kelompok itu lantas mengalami lonjakan produksi air susu ibu pada hari ke-28. Produksi air susu ibu naik 65%, melebihi kenaikan air susu ibu kelompok pengonsumsi stimulan pabrikan (10%) dan kelompok pengonsumsi fenugreek (20%).

Tidak hanya itu, produksi air susu ibu tetap tinggi bahkan setelah responden berhenti mengonsumsi. Itu tampak dalam pengukuran pada hari ke-56. Pengukuran pada hari ke-42 dan 56 memang bertujuan menilai perubahan yang terjadi pada kuantitas air susu ibu saat ibu berhenti mengonsumsi torbangun.

Artinya, tanaman itu bisa ditanam di pekarangan untuk memperoleh bahan suplemen setara produk mahal. Kandungan gizi air susu ibu kelompok 1 secara umum sama dengan kelompok lain. Setiap 100 gram air susu ibu mengandung 4,6 g lemak, 1,3 g protein, 7,3 g laktosa, 87 g air dan 0,7 g abu.

Bentuk praktis
Daun torbangun mempunyai citarasa pedas mirip daun mint Mentha piperita. Itulah sebabnya masyarakat menyebutnya mint meksiko. Meski terbilang enak, tidak semua orang menyukai rasanya. Rizal Damanik membuat produk olahan torbangun dalam berbagai bentuk dan rasa. Kapsul ekstrak, minuman kaleng yang diberi perisa jeruk, dan daun torbangun kering siap saji. Modifikasi bertujuan agar perempuan menyusui dapat memetik manfaat laktagog alami itu secara praktis.

Baca juga:  ANGGUR BERNYANYI

Di Simalungun keluarga ibu hamil mulai menanam torbangun saat umur kandungan 8 bulan. Tujuannya agar daun siap konsumsi ketika bayi lahir. Mereka mengolah daun itu menjadi sup. Uji fitokimia menunjukkan daun mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Kandungan nutrisi itu mencakup beberapa mineral seperti zat besi, kalium, seng dan magnesium.

540_ 98

Budidaya tanaman bangun-bangun—sebagian suku Batak menyebutnya demikian—itu cukup dengan menancapkan batang setek. Tanam setek di media terdiri atas campuran tanah, pupuk kandang sapi, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Tiga pekan kemudian, saat bibit menumbuhkan 2 helai daun yang terbuka sempurna, tanaman siap pindah tanam ke lahan. Bangun-bangun menyukai tempat yang ternaungi dengan media yang berdrainase baik dan tidak begitu menyukai air. Jarak tanam di lahan 40 cm x 40 cm atau 62.500 tanaman per ha. Tanam hanya bibit yang tumbuh sehat dan seragam di pembibitan.

Untuk hasil terbaik, berikan pupuk kandang sapi 15 ton per ha sebulan prapenanaman. Pemupukan ulang dilakukan pada awal dan akhir musim hujan. Kegiatan pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, penyiangan gulma, dan pencegahan hama yang pada umumnya berupa serangan ulat dan belalang. Panen dengan memetik bagian pucuk daun, tiga daun yang membuka sempurna, dan menyisakan 4 daun. Pemanenan saat batang tanaman sudah berkayu pada umur 4—5 bulan setelah tanam. Tanaman itu bisa dibudidayakan di seluruh Indonesia.

Survei Badan Dunia untuk Kesehatan Anak UNICEF pada 2012 menunjukkan penurunan pemberian air susu ibu eksklusif dalam dekade terakhir. Saat ini hanya sepertiga penduduk Indonesia memberikan air susu ibu eksklusif hingga bayi berumur 6 bulan. Salah satu kendala terbesar adalah minimnya produksi air susu ibu. Produk suplemen air susu ibu pabrikan relatif mahal dan konsumsi jangka panjang menimbulkan efek samping. Dengan daun torbangun, perempuan Indonesia dapat memberikan air susu ibu eksklusif dalam jumlah cukup tanpa perlu mengonsumsi suplemen mahal. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *